• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
20 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home CSR

PHE WMO Dorong Warga Sidorukun Berwirausaha

by SDGS Admin
18 September 2026
PHE WMO Dorong Warga Sidorukun Berwirausaha
14
SHARES
90
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Gresik, Kabar SDGs – PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) membuka kesempatan bagi masyarakat Desa Sidorukun, Kabupaten Gresik, untuk mengembangkan sumber penghasilan melalui pelatihan keterampilan tata boga.

Program tersebut dilaksanakan melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) dalam bentuk Pelatihan Keterampilan Berbasis Kompetensi. Kegiatan berlangsung selama 10 hari, mulai 7 hingga 17 September 2026, di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Surabaya.

BACA JUGA

PHR Kembangkan Migas Nonkonvensional di Rokan

PHR Kembangkan Migas Nonkonvensional di Rokan

19 September 2026
Kuliner Surabaya Naik Kelas di Hotel Bintang Lima

Kuliner Surabaya Naik Kelas di Hotel Bintang Lima

14 September 2026
PHE Rampungkan Survei Seismik 6000 Km

PHE Rampungkan Survei Seismik 6000 Km

12 September 2026

Jika pada pelaksanaan sebelumnya pelatihan lebih banyak berfokus pada keterampilan teknis yang berkaitan dengan sektor industri, kali ini PHE WMO memilih bidang tata boga yang sekaligus dibekali dengan materi kewirausahaan.

Pelatihan tersebut ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan pilihan sumber pendapatan tambahan. Hal itu berkaitan dengan masih adanya keluarga yang mengandalkan satu sumber penghasilan dari kepala keluarga, sehingga kondisi ekonomi rumah tangga cukup rentan ketika terjadi peningkatan harga kebutuhan pokok.

Keterbatasan keterampilan juga menjadi salah satu kendala bagi pemuda dan ibu rumah tangga untuk memasuki sektor pekerjaan formal. Karena itu, pelatihan diarahkan tidak hanya untuk memberikan kemampuan mengolah makanan, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Selama mengikuti pelatihan, peserta mempelajari pembuatan 10 jenis produk makanan. Materinya mencakup berbagai olahan roti, kue kering, hingga jajanan pasar tradisional.

Selain kemampuan produksi, peserta memperoleh materi mengenai higienitas, pengembangan kreasi makanan, serta penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Pemahaman mengenai penggunaan bahan baku juga diberikan agar peserta mampu menghitung biaya produksi dengan lebih tepat dan menentukan pengelolaan usaha secara lebih ekonomis.

Kepala Desa Sidorukun Djuli Aspug menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai keterampilan tata boga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha karena produk makanan dan snack dibutuhkan dalam berbagai kegiatan masyarakat.

“Tahun ini arahnya jelas, yaitu membentuk jiwa entrepreneurship. Harapannya, selepas pelatihan warga bisa langsung mengimplementasikan skill dan ilmu yang di dapat. Jika kebutuhan snack kegiatan desa bisa diproduksi sendiri oleh warga, ekonomi lokal tentu akan berputar dan perlahan warga bisa lepas dari ketergantungan pada bantuan pemerintah,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Djuli berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah kembali ke Desa Sidorukun. Menurutnya, kebutuhan konsumsi dalam berbagai kegiatan masyarakat dapat menjadi salah satu peluang pasar bagi produk yang dihasilkan warga.

Manager CRC Regional 4 Rahmat Drajat mengatakan pelatihan berbasis kompetensi tersebut merupakan agenda yang secara rutin dilaksanakan PHE WMO bagi masyarakat yang berada di wilayah Ring 1 operasional perusahaan.

“Di tengah terbatasnya lapangan kerja dan rentannya ekonomi keluarga yang hanya bertumpu pada satu pencaharian, penguasaan keterampilan praktis menjadi kunci. Kami ingin masyarakat, khususnya kelompok pemuda dan ibu rumah tangga, tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga termotivasi untuk berwirausaha dan paham cara mengelola produk secara ekonomis,” ujar Rahmat.

Ia menjelaskan, kemampuan yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti pada keterampilan mengolah makanan. Pengetahuan mengenai pengelolaan produk dan usaha juga menjadi bagian dari pelatihan agar masyarakat dapat mengidentifikasi serta memanfaatkan peluang ekonomi di lingkungan mereka.

Manager WMO Field Nofrie Nianta Charitapermana mengatakan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu langkah perusahaan dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kelancaran dan keamanan operasional PHE WMO selama ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh serta hubungan harmonis yang terjalin dengan masyarakat sekitar, termasuk warga Desa Sidorukun. Kami menyadari bahwa perusahaan dan masyarakat harus tumbuh berdampingan. Oleh karena itu, Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat ini adalah salah satu upaya kami memperkuat sinergi tersebut,” bebernya.

“Ketika kemandirian ekonomi masyarakat terbangun dan kesejahteraan meningkat, hal itu akan menciptakan lingkungan sosial yang kondusif, yang pada akhirnya sangat mendukung kelancaran operasi kami untuk terus berkontribusi bagi negara,” tambahnya.

Melalui pelatihan tata boga tersebut, PHE WMO berharap masyarakat Desa Sidorukun memiliki tambahan bekal untuk menciptakan sumber pendapatan baru. Keterampilan yang diperoleh dapat digunakan untuk membangun usaha makanan secara mandiri sekaligus memenuhi kebutuhan pasar di lingkungan sekitar.

Selain menjadi peluang pengembangan usaha lokal, kemampuan tata boga tersebut juga dapat menjadi bekal bagi masyarakat yang ingin memasuki dunia kerja di bidang pengolahan makanan.

Share6SendTweet4
Previous Post

Gajah Diego Mati di PLG Minas

Next Post

PLN Siapkan Listrik Andal untuk MotoGP Mandalika

Next Post
PLN Siapkan Listrik Andal untuk MotoGP Mandalika

PLN Siapkan Listrik Andal untuk MotoGP Mandalika

Banjir Aceh Tenggara, Pemerintah Siapkan Solusi Flyover di Jembatan Kuning

Banjir Aceh Tenggara, Pemerintah Siapkan Solusi Flyover di Jembatan Kuning

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Poltekpar Makassar Kukuhkan 603 Wisudawan

Poltekpar Makassar Kukuhkan 603 Wisudawan

20 September 2026
50 Produk UMKM Pekanbaru Dikurasi Indomaret

50 Produk UMKM Pekanbaru Dikurasi Indomaret

20 September 2026
Fore Coffee Buka Gerai Perdana di Gresik

Fore Coffee Buka Gerai Perdana di Gresik

20 September 2026
Pendidikan Gratis SD sampai Perguruan Tinggi Negeri

Pendidikan Gratis SD sampai Perguruan Tinggi Negeri

20 September 2026
Sidoarjo Perkuat Pencegahan Rabies

Sidoarjo Perkuat Pencegahan Rabies

19 September 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2829 shares
    Share 1132 Tweet 707
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2832 shares
    Share 1133 Tweet 708
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2843 shares
    Share 1137 Tweet 711
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2796 shares
    Share 1118 Tweet 699
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3146 shares
    Share 1258 Tweet 787

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.