• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 November 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Gajah Diego Mati di PLG Minas

by SDGS Admin
18 September 2026
Gajah Diego Mati di PLG Minas
17
SHARES
105
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Siak, Kabar SDGs – Gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) bernama Diego mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (16/9/2026) siang. Gajah jantan berusia 17 tahun tersebut sebelumnya sempat mendapatkan perawatan medis dari tim dokter hewan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BBKSDA Riau Ujang Holisudin mengatakan kondisi kesehatan Diego mulai mengalami penurunan sejak 10 September 2026. Pada saat itu, Diego diketahui mengalami diare yang disertai dengan berkurangnya nafsu makan.

BACA JUGA

Way Kambas Ubah Pola Perawatan Gajah

Way Kambas Ubah Pola Perawatan Gajah

7 Oktober 2026
Dua Gajah PLG Minas Mati Akibat Gangguan Pencernaan

Dua Gajah PLG Minas Mati Akibat Gangguan Pencernaan

27 September 2026
Paus Diduga Terdampar di Pantai Bakau Inhil

Paus Diduga Terdampar di Pantai Bakau Inhil

25 September 2026

Pemeriksaan terhadap sampel kotoran kemudian dilakukan dan menunjukkan adanya indikasi cacingan. Tim medis selanjutnya memberikan pengobatan serta melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi gajah tersebut.

“10 September gajah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Kotoran menceret serta nafsu makan berkurang,” kata Ujang, Kamis (17/9/2026).

Kondisi Diego sempat menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan pengobatan. Nafsu makan gajah tersebut kembali meningkat, sementara kondisi kotorannya perlahan kembali normal.

Namun, kondisi kesehatan Diego kembali memburuk pada 15 September 2026. Saat itu, Diego tidak lagi mau makan, hanya mengonsumsi sedikit air, dan tampak semakin lemah.

Tim dokter hewan BBKSDA Riau kemudian berencana melakukan pengambilan sampel darah. Pemeriksaan laboratorium tersebut diperlukan untuk mendapatkan gambaran kondisi kesehatan Diego secara lebih menyeluruh.

Rencana pemeriksaan itu belum sempat dilakukan. Pada 16 September 2026, ketika tim medis hendak mengambil sampel darah, kondisi Diego tiba-tiba mengalami penurunan drastis. Gajah tersebut terduduk sebelum akhirnya tumbang dan kehilangan tanda-tanda vital.

“Tanggal 16 atau hari kedua penanganan, tim mau mengambil sampel darah. Tiba-tiba saja gajah Diego terduduk dan tumbang. Tidak beberapa saat, tanda-tanda vital hilang dan dinyatakan mati,” ujar Ujang.

Untuk mengetahui penyebab kematian, tim medis BBKSDA Riau kemudian melakukan nekropsi terhadap tubuh Diego. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan gangguan serius pada organ pencernaan yang menjadi penyebab utama kematian gajah jantan berusia 17 tahun tersebut.

Setelah pemeriksaan selesai, petugas melakukan pengangkatan dan penanganan bangkai Diego dengan mengikuti prosedur operasional medis yang berlaku.

Kematian Diego menjadi perhatian BBKSDA Riau karena gajah sumatra merupakan salah satu satwa yang mendapat perlindungan dan menjadi bagian penting dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia.

Share7SendTweet4
Previous Post

PLN EPI Resmikan TPS3R di Mataram

Next Post

PHE WMO Dorong Warga Sidorukun Berwirausaha

Next Post
PHE WMO Dorong Warga Sidorukun Berwirausaha

PHE WMO Dorong Warga Sidorukun Berwirausaha

PLN Siapkan Listrik Andal untuk MotoGP Mandalika

PLN Siapkan Listrik Andal untuk MotoGP Mandalika

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Costa Serena Bawa 1.795 Wisatawan Internasional ke Bali

Costa Serena Bawa 1.795 Wisatawan Internasional ke Bali

5 November 2026
Debit Air Baku Menyusut Distribusi Air Bersih PPU Terancam

Debit Air Baku Menyusut Distribusi Air Bersih PPU Terancam

5 November 2026
BPMA dan PGE Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi Rayeu D-1

BPMA dan PGE Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi Rayeu D-1

5 November 2026
Pemuda Masjid Dunia Salurkan Bantuan untuk 3.600 Warga Flores

Pemuda Masjid Dunia Salurkan Bantuan untuk 3.600 Warga Flores

5 November 2026
Peretasan Binance Jadi Peringatan bagi Industri Kripto Indonesia

Peretasan Binance Jadi Peringatan bagi Industri Kripto Indonesia

4 November 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4557 shares
    Share 1823 Tweet 1139
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4205 shares
    Share 1682 Tweet 1051
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4267 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4230 shares
    Share 1692 Tweet 1058
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4258 shares
    Share 1703 Tweet 1065

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.