Pacitan, Kabar SDGs – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina berhasil menyelesaikan Survei Seismik Offshore 2D SE Java dengan cakupan sepanjang 6.000 kilometer di Samudera Hindia. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan eksplorasi untuk mengetahui potensi hidrokarbon di wilayah laut selatan Jawa.
Keberhasilan tersebut melanjutkan capaian PHE sebelumnya yang telah menyelesaikan survei seismik Offshore 3D SE Java di Selat Makassar pada Juli 2026.
Survei Offshore 2D SE Java dilaksanakan sebagai bagian dari Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang (KKPJM) pada wilayah terbuka. Area survei mencakup perairan lepas pantai yang berada di enam kabupaten Jawa Timur, yakni Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, dan Lumajang.
Pelaksanaan proyek di perairan selatan Jawa menghadapi tantangan kondisi alam berupa gelombang tinggi serta arus bawah laut yang kuat. Karena faktor tersebut, proses akuisisi data dilakukan dalam dua fase dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
Fase pertama berlangsung sejak Oktober 2025 hingga dihentikan sementara pada Desember 2025. Penghentian dilakukan sebagai langkah keselamatan kerja atau Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Setelah kondisi laut dinilai lebih memungkinkan, kegiatan kembali dilanjutkan pada Juli 2026 dan seluruh rangkaian survei akhirnya selesai pada 26 Agustus 2026.
VP Exploration Technical Excellence & Coordination PHE sekaligus Kepala Teknik Proyek, Ahmad Najihal Amal, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut dalam acara Closing Project & MWT pada Rabu (2/9/2026). Ia menegaskan bahwa proyek survei sepanjang 6.000 kilometer tersebut dapat diselesaikan dengan catatan keselamatan Zero Accident.
”Survei 2D SE Java dapat diselesaikan dengan baik tanpa adanya insiden HSSE berkat persiapan operasi yang matang, kerja sama, serta sinergi yang efektif dari seluruh fungsi dan pemangku kepentingan di 6 kabupaten Jawa Timur, Pemprov Jatim, serta jajaran aparat keamanan (Kodaeral V Surabaya, Lanal Pacitan, dan Lanal Malang),” ujar Najihal dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (10/9/26).
Apresiasi terhadap pelaksanaan proyek juga disampaikan Kepala Divisi Prospektivitas dan Manajemen Data SKK Migas, Aldy Amir. Ia menilai kualitas data yang diperoleh melalui proses akuisisi sangat baik meskipun survei dilaksanakan di tengah tantangan kondisi laut selatan Jawa.
Survei tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam program New Venture PHE di kawasan Laut Selatan Jawa. Wilayah tersebut sebelumnya dinilai memiliki prospek yang relatif terbatas karena termasuk kawasan fore-arc basin. Namun, PHE melihat adanya potensi akumulasi hidrokarbon di kawasan Trenggalek–Pacitan yang masih perlu dieksplorasi lebih lanjut.
Hasil survei diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi bawah permukaan sekaligus membuka peluang pengembangan wilayah kerja atau blok eksplorasi migas baru. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional pada masa mendatang.
Dalam proses pengumpulan data, PHE menggunakan teknologi 2D Marine Streamer Broadband. Teknologi tersebut digunakan untuk menghasilkan pencitraan kondisi dan geometri bawah permukaan bumi secara lebih detail, terutama untuk mengidentifikasi target eksplorasi yang berada pada kedalaman tinggi atau deep target.
Penyelesaian proyek dengan mengedepankan keselamatan tersebut semakin memperkuat komitmen PHE dalam menjalankan kegiatan eksplorasi hulu migas secara berkelanjutan. Perusahaan juga terus mendorong investasi pada pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas dengan mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Selain aspek keberlanjutan, PHE menempatkan integritas sebagai bagian penting dalam menjalankan kegiatan usaha. Hal tersebut dilakukan melalui penguatan budaya kepatuhan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta langkah-langkah pencegahan fraud untuk menciptakan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika.










Discussion about this post