• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
20 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home OPINION

Pendidikan Gratis SD sampai Perguruan Tinggi Negeri

Gerakan Baru dari SBY ke Prabowo

by SDGS Admin
20 September 2026
Pendidikan Gratis SD sampai Perguruan Tinggi Negeri
14
SHARES
90
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Menanggapi permintaan Menteri Zulkifli Hasan tentang jalur Mandiri PTN mahal, Presiden Prabowo menjawab saya akan melakukan rapat kabinet terbatas, kita harus membuat pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi Negeri gratis. Pernyataan ini mengejutkan dan bahkan sahabat saya seorang guru besar berkomenter, Menteri Keuangan bisa bingung. Coba lihat gerak tangan dan semangat pidato Presiden, pernyataan ini diucapkan dengan sangat berapi-api, yang menandakan sangat bersungguh-sungguh. Ini pidato kedua yang saya dengar secara langsung. Sebelumnya kandidat Presiden Prabowo tahun 2024 berpidato hal yang sama di dalam acara Indef 100 ekonom, yang dipandu Aviliani. Lalu bagaimana menteri-menterinya menjalankan ini?

Bukan hal yang mustahil menjalankan pendidikan gratis karena lebih separuhnya sudah selesai dijalankan oleh SBY 20 tahun yang lalu. Pendidikan gratis wajib belajar 12 tahun sudah dijalankan oleh menteri Bambang Sudibyo pada waktu itu. Negara memberikan biaya operasional sekolah kepada sekolah-sekolah, bahkan bukan hanya negeri tetapi juga swasta, seperti NU dan Muhammadiyah. Tetapi banyak sekolah swasta bisa membiayai sendiri lebih banyak dari bos yang bisa diberikan pemerintah sehingga keduanya bisa berjalan masing-masing untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sudah 2 dekade SBY menjalankan pendidikan gratis 12 tahun ini tetapi kelanjutannya terbengkalai.

BACA JUGA

Refleksi Kemerdekaan Bidang Ekonomi

Refleksi Kemerdekaan Bidang Ekonomi

17 Agustus 2026
Saatnya Reformasi Kelembagaan BGN dan Tata Kelola MBG

Saatnya Reformasi Kelembagaan BGN dan Tata Kelola MBG

4 Juni 2026
Usulan Smart State Trading dan Tata Kelola Ekspor SDA Indonesia

Usulan Smart State Trading dan Tata Kelola Ekspor SDA Indonesia

27 Mei 2026

Sekarang Presiden Prabowo tinggal melanjutkan untuk wajib belajar 15 tahun, yakni pendidikan gratis untuk sekolah menegah atas negeri. Tidak sulit karena sudah separuh daerah melaksanakannya sendiri. Pemerintah DKI sudah menjalankan pendidikan gratis dari SD sampai SMA, bahkan juga untuk sebagian sekolah swasta dengan biaya ditanggung APBD. Propinsi Banten juga melakukan hal yang sama sampai SMA yang memberikan 250 ribu per siswa/bulan. Sekitar 800 sekolah masuk dalam program ini. Pemerintah Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Papua Barat dan banyak propinsi lainnya sudah sevara mandiri menjalankan pendidikangratis secara bertahap. Untuk pendidikan gratis sampai tingkat SMA akan semakin kuat jika pemeintah pusat mendukung pemerintah daerah. Jadi, gerakan baru Prabowo untuk pendikan gratis sampai SMA sudah mutlak dijalankan dan menteri Abdul Mu’ti (yang hadir bersama saya dalam pidato tersebut) harus mendeklarasikan wajib belajar 15 tahun.

Sekarang gerakan pendidikan gratis untuk PTN bagaimana memulainya? Pertama, perubahan kebijakan rejim yang lalu harus ditutup, yang meminta PTN mencari uang sebanyak-banyaknya karena negara tidak mempunyai anggaran. Maka dari itu jalur mandiri dibuka sampai PTN menjadi lembaga kursus massal dengan jumlah mahasiswa sampai 80 ribu di UNESA, 65 ribu di UB, 75 ribu di UGM, dan sebagainya. PTN mendapat otonomi seluas-luasnya, yang kemudian disalahgunakan sehingga membuka ruang korupsi, yang terjadi berulang di PTN-PTN tersebut. Kebiajaknregim sebelumnya demi menambah dengan otonomi luas, lalu seenaknya membebankan biaya tinggi kepada mahasiswa melalui jalur penerimaan tertentu. Jalur mandiri dikomersialkan oleh PTN karena otonomi dan keleluasaan mengatur seleksi sekaligus pungutannya. Tetapi kontrol pemerintah pusat minimal sekali sampai akhirnya KPK mencokok oknum-oknum.

Dengan adanya korupsi berulang dan adanya gerakan baru Presiden ini, maka jalur mandiri dan praktek komersialisasi penerimaan mahasiswa baru PTN harus dihentikan. Kebijakan pemerintah sebelumnya dan desain yang dirancang bebas di PTN-PTN tersebut dengan kewenangan luas dan bebas membuka ruang penyalahgunaan kekuasaan rektor dan petinggi-petinggi PTN. Hal ini berulang terjadi bukan hanya karena perilaku beberapa oknom, tetapi desain
penerimaan dengan kewenangan menentukan harga tiket masuk mahasiswa kemudian menjurus kepada
kepentingan finansial kampus, komersialisasi dan berujung pada korupsi.

Pemerintah kini merencanakan memulai langkah pendidikan gratis di PTN agar mahasiswa yang layak masuk bidang tertentun tidak terhalang oleh kendala biaya. Jalur mandiri merupakan kebijakan pemerintah yang mendorong PTN-PTN mencari biaya sendiri, yang kemudian membebankan biaya tinggi kepada mahasiswa melalui jalur
penerimaan tertentu. Jalur mandiri yang dikomersialkan tidak sepaatutnya diteruskan lagi.

Dengan demikian, pembiayaan pendidikan tinggi bisa berbagi antara PTN dan PTS. DI PTN penerimaan mahasiswa baru dibatasi, tetap berdasarkan asas meritokrasi, kemampuan dan harus prioritas adalah untuk mahasiswa yang kurang mampu. PTN tidak lagi dibebani tugas komersial mencari anggaran, tetapi menjadi research university utamanya PTN BH., yang sebanarnya sudah banyak yang memiliki endowment fund dari berbagai sumber. Dengan melakukan efisiensi dan “right sizing” PTN, maka pemerintah bisa membiayai dana operasional PTN utama antara 500 milyar sampai 1 trilyun rupiah, sedangkan PTN kecil bisa mendapatkan dana operasional 200-500 milyar rupiah. Kini sudah saatnya ada PTN daerah, yang dibiayai oleh pemerintah daerah. Dengan mengambil sebagian kecil dari 769 trilyun dana pendidikan, maka pendidikan gratis untuk PTN bisa dimulai.

Bagi mahasiswa yang mampu secara ekonomi bisa mengambil jalur PTS, yang dibiayai oleh masyarakat sehingga ada dua sumber dana pendidikan tinggi (APBN dan dana masyaakat). Mahasiswa yang tidak mampu mendapat prioritas untuk memasuki PTN tentu dengan asas meritokrasi dan kemampuan. PTS menengah dengan daya tampung 6 ribu sampai 12 ribu mahasiswa bisa dijalankan secara efisien oleh PTS dengan dana 100-200 milyar rupiah. Mestinya PTN bisa juga menjalankannya secara efisien.

Jadi menurut saya pemikiran presiden tidak tidak masuk akal. Menterinya saja yang harus sigap, serius dan cerdas menerjemahkan semangat pendidikan gratis dari SD sampai perguruan tinggi negeri. Tetapi harus ada relokasi anggaran pendidikan yang jumlahnya tidak kurang dari 769 trilyun rupiah. Anggaran pendidikan tersebut pada saat ini dicabik-cabik tidak jelas. Dengan adanya semangat dan arahan presiden tersebut tidak membuat bingung menkeu, mendiknas dan mendikti – justru ini menjadi kesempatan agar anggaran tersebut kembali ke ranahnya. Semangat presiden yang berapi-api seperti itu justru kesempatan baik dunia pendidikan untuk mencerdaskan bangsa sebagaimana cita-cita konstitusi.

Prof. Didik J Rachbini, Ph.D.
Rektor Universitas Paramadina

Share6SendTweet4
Previous Post

Sidoarjo Perkuat Pencegahan Rabies

Next Post

Fore Coffee Buka Gerai Perdana di Gresik

Next Post
Fore Coffee Buka Gerai Perdana di Gresik

Fore Coffee Buka Gerai Perdana di Gresik

50 Produk UMKM Pekanbaru Dikurasi Indomaret

50 Produk UMKM Pekanbaru Dikurasi Indomaret

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Poltekpar Makassar Kukuhkan 603 Wisudawan

Poltekpar Makassar Kukuhkan 603 Wisudawan

20 September 2026
50 Produk UMKM Pekanbaru Dikurasi Indomaret

50 Produk UMKM Pekanbaru Dikurasi Indomaret

20 September 2026
Fore Coffee Buka Gerai Perdana di Gresik

Fore Coffee Buka Gerai Perdana di Gresik

20 September 2026
Pendidikan Gratis SD sampai Perguruan Tinggi Negeri

Pendidikan Gratis SD sampai Perguruan Tinggi Negeri

20 September 2026
Sidoarjo Perkuat Pencegahan Rabies

Sidoarjo Perkuat Pencegahan Rabies

19 September 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2829 shares
    Share 1132 Tweet 707
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2832 shares
    Share 1133 Tweet 708
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2843 shares
    Share 1137 Tweet 711
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2796 shares
    Share 1118 Tweet 699
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3146 shares
    Share 1258 Tweet 787

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.