• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Harga Kedelai Impor Naik Bebani Perajin Tahu Tempe

by SDGS Admin
19 April 2026
Harga Kedelai Impor Naik Bebani Perajin Tahu Tempe
26
SHARES
162
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Sidoarjo, Kabar SDGs – Kenaikan harga kedelai impor mulai dirasakan dampaknya oleh para agen di Desa Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Setelah momentum Idulfitri 2026, para pembeli disebut mulai mengeluhkan lonjakan harga yang terjadi di pasaran.

Salah satu agen kedelai impor, Muhammad Fardani, mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga sudah terlihat sejak menjelang Lebaran. Bahkan setelah hari raya, harga kembali naik sekitar Rp200 per kilogram.

BACA JUGA

Harga Bahan Baku Tekan Usaha Tahu Rumahan

Harga Bahan Baku Tekan Usaha Tahu Rumahan

8 April 2026
Mahasiswa UNIB Dorong Inovasi Kedelai Hitam dan Teknologi Pertanian di Kemumu

Mahasiswa UNIB Dorong Inovasi Kedelai Hitam dan Teknologi Pertanian di Kemumu

22 Juni 2025
Harga Kedelai Tinggi, Kementerian Perdagangan Siap Lakukan Intervensi Khusus

Harga Kedelai Tinggi, Kementerian Perdagangan Siap Lakukan Intervensi Khusus

7 Januari 2023

“ Harga kedelai impor kualitas bagus, saat ini saya jual di harga 10.600 rupiah. Sebelumnya di harga 10.400 hingga 10.500 rupiah,” ucap pria yang akrab disapa Dani.

Kenaikan harga tersebut tidak hanya berdampak pada pembeli, tetapi juga memengaruhi ketersediaan pasokan. Dani mengaku sempat menerima informasi dari distributor terkait keterlambatan pengiriman kedelai akibat kondisi harga yang tidak stabil. Hal serupa juga terjadi di tingkat agen, di mana distribusi yang biasanya rutin setiap pekan sempat mengalami penundaan.

“Saya biasanya diberi tahu oleh distributor jika pasokan kedelai telat. Bahkan di agen sini, juga sempat telat dua harian. Penyebabnya apa, saya juga tidak tahu,” ujar Dani.

Untuk menjaga kelangsungan usahanya, Dani menyiasati kondisi tersebut dengan menyediakan beberapa merek kedelai impor asal Amerika Serikat dengan variasi harga dan kualitas. Langkah ini dilakukan agar pelanggan tetap bisa mendapatkan pasokan meski harus menyesuaikan pilihan produk.

“Disini saya menjual empat merek, hiu, bola, senggigi dan BW. Keempatnya memiliki harga yang berbeda, namun kualitasnya tidak terlalu beda jauh,” jelas Dani.

Ia menambahkan, untuk kualitas unggulan biasanya berasal dari merek hiu dan bola yang banyak digunakan oleh perajin tahu. Sementara jenis senggigi lebih diminati oleh perajin tempe. Harga keempat jenis kedelai tersebut berkisar antara Rp10.450 hingga Rp10.600 per kilogram.

Meski harga kedelai impor terus mengalami kenaikan setiap tahun, para perajin di wilayah tersebut masih enggan beralih ke kedelai lokal. Hal ini menjadi alasan Dani tidak menyediakan stok kedelai dalam negeri, selain karena ketersediaannya yang dinilai terbatas.

“Kalau perajin tahu dan tempe disini, tidak mau pakai kedelai lokal, karena katanya hasil produksinya tidak sebagus jika memakai kedelai impor,”

Dalam operasionalnya, Dani rutin mendatangkan kedelai impor sebanyak sembilan ton setiap pekan. Pelanggannya tidak hanya berasal dari wilayah Sidoarjo, tetapi juga dari luar provinsi hingga luar pulau, yang sebagian besar merupakan perajin tahu dan tempe.

Di tengah kondisi ini, Dani berharap harga kedelai dapat kembali stabil agar para pelaku usaha tetap bisa menjalankan produksinya dengan lancar. Ia menilai keberlangsungan produksi tahu dan tempe sangat penting karena kedua jenis makanan tersebut menjadi sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Share10SendTweet7
Previous Post

Pasar Sawojajar Didorong Jadi Pasar Modern Digital

Next Post

Diskusi Buku Angkat Sejarah Kopi dan Ketimpangan Sosial

Next Post
Diskusi Buku Angkat Sejarah Kopi dan Ketimpangan Sosial

Diskusi Buku Angkat Sejarah Kopi dan Ketimpangan Sosial

Madrasah Aceh Masuk Top 100 Sekolah Nasional

Madrasah Aceh Masuk Top 100 Sekolah Nasional

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PHE Rampungkan Survei Seismik 6000 Km

PHE Rampungkan Survei Seismik 6000 Km

12 September 2026
Kali Surabaya Dinilai Tercemar Berat

Kali Surabaya Dinilai Tercemar Berat

12 September 2026
Kaltim Siapkan Transformasi BUMD Kehutanan

Kaltim Siapkan Transformasi BUMD Kehutanan

12 September 2026
DOOH Bidik Ekosistem AI Indonesia

DOOH Bidik Ekosistem AI Indonesia

12 September 2026
Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

11 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2828 shares
    Share 1131 Tweet 707
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2510 shares
    Share 1004 Tweet 628
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2501 shares
    Share 1000 Tweet 625
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2477 shares
    Share 991 Tweet 619
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2483 shares
    Share 993 Tweet 621

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.