• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
19 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Diskusi Buku Angkat Sejarah Kopi dan Ketimpangan Sosial

by SDGS Admin
19 April 2026
Diskusi Buku Angkat Sejarah Kopi dan Ketimpangan Sosial
15
SHARES
93
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Cianjur, Kabar SDGs – Diskusi buku Cinta Kopi dan Kekuasaan Kesaksian Nyai Apun Gencay karya Saep Lukman digelar di Teater Kecil Kopi Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Rabu (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan perspektif sastra, sejarah, dan realitas sosial dalam satu forum terbuka.

Puluhan peserta dari berbagai kalangan hadir dalam diskusi tersebut, mulai dari mahasiswa, akademisi, petani kopi, hingga budayawan dan peneliti. Selain menghadirkan penulis, kegiatan ini juga melibatkan Tosca Santoso dan Hendi Jo sebagai narasumber.

BACA JUGA

UI dan KAI Gelar Pameran Arsip 2025: Stasiun UI, Buku, Pesta Kereta, dan Cinta

UI dan KAI Gelar Pameran Arsip 2025: Stasiun UI, Buku, Pesta Kereta, dan Cinta

16 September 2025
Dialog Ramah antara Pemuda China dan Indonesia

Dialog Ramah antara Pemuda China dan Indonesia

3 April 2025
Putri Koster Berikan Sambutan Positif atas Buku ‘Semua Karena Nirankara’

Putri Koster Berikan Sambutan Positif atas Buku ‘Semua Karena Nirankara’

25 Maret 2025

Diskusi berlangsung interaktif dengan menyoroti persoalan sejarah kopi, kolonialisme, hingga perubahan sosial yang terjadi di Cianjur. Dalam pemaparannya, Saep Lukman menyampaikan bahwa novel yang ia tulis merupakan bentuk interpretasi terhadap sejarah yang selama ini dinilai terlalu berpihak pada kelompok tertentu.

“Sejarah tidak hanya milik mereka yang berkuasa, tetapi juga milik mereka yang hidup dan merasakannya. Novel ini adalah upaya menghadirkan suara-suara yang selama ini terpinggirkan,” ujar Saep.

Dalam pembahasan, terungkap bahwa wilayah Priangan, termasuk Cianjur, pernah menjadi pusat produksi kopi dunia pada masa kolonial melalui sistem tanam paksa atau Preangerstelsel. Sistem tersebut menjadikan kopi sebagai komoditas ekspor utama, namun di sisi lain membawa dampak sosial yang berat bagi masyarakat setempat.

Saep menggambarkan tokoh Apun dalam novelnya sebagai representasi pengalaman kolektif masyarakat. Hubungannya dengan Ambu menjadi ruang penting dalam mewariskan nilai, tradisi, dan ketahanan hidup di tengah tekanan. Sementara itu, tokoh Yudira hadir sebagai simbol kesadaran kritis generasi muda yang mulai mempertanyakan ketidakadilan yang terjadi.

“Perlawanan itu tidak selalu lantang. Kadang ia hadir dalam diam, dalam pilihan kecil yang penuh risiko,” tambahnya.

Sementara itu, Tosca Santoso menyoroti sisi lain sejarah kopi yang menurutnya sarat dengan praktik eksploitasi, meskipun membawa nama besar bagi Cianjur di tingkat global. Ia menjelaskan bahwa petani pada masa itu kerap tidak memiliki pilihan selain mengikuti sistem yang ada.

“Dalam sejarahnya, kopi adalah simbol kekuasaan. Ia menghubungkan pasar global, tetapi memutus kedaulatan lokal. Itu yang harus kita pahami secara kritis hari ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam konteks saat ini, industri kopi seharusnya bergerak menuju sistem yang lebih adil dengan memastikan kesejahteraan petani sebagai aktor utama. Transparansi dalam rantai distribusi menjadi kunci agar praktik serupa tidak kembali terulang.

Hendi Jo dalam kesempatan tersebut mengaitkan isi novel dengan sejarah lokal Cianjur, khususnya pada masa pemerintahan Raden Aria Wiratanu Datar III. Ia menilai relasi antara elite lokal dan kekuasaan kolonial menjadi faktor penting dalam memahami dinamika sosial pada masa itu.

“Sejarah tidak pernah tunggal. Apa yang dilakukan Saep adalah menghadirkan kemungkinan tafsir lain yang lebih dekat dengan pengalaman manusia,” terang Hendi.

Ia juga mengapresiasi keberanian penulis dalam mengangkat isu ketimpangan sosial dan relasi kuasa yang masih relevan hingga saat ini. Menurutnya, diskusi semacam ini memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif sekaligus mendorong perbaikan di masa depan.

“Diiskusi semacam ini tentu menjadi penting, sebab kita berbicara tidak hanya berhenti pada pembacaan masa lalu, tetapi juga menyoroti pentingnya membangun masa depan industri kopi yang lebih berkeadilan. Sebab sejarah harus menjadi pelajaran agar praktik eksploitasi tidak terulang,” paparnya.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan tari dari anak-anak petani Sarongge, yang menambah nuansa kultural dalam forum diskusi. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kolaborasi antara sastra, sejarah, dan kebijakan publik dapat terus diperkuat guna menciptakan pemahaman yang lebih utuh terhadap dinamika sosial masyarakat.

Share6SendTweet4
Previous Post

Harga Kedelai Impor Naik Bebani Perajin Tahu Tempe

Next Post

Madrasah Aceh Masuk Top 100 Sekolah Nasional

Next Post
Madrasah Aceh Masuk Top 100 Sekolah Nasional

Madrasah Aceh Masuk Top 100 Sekolah Nasional

Harga Minyakita Naik Tipis Lampaui HET

Harga Minyakita Naik Tipis Lampaui HET

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Harga Minyakita Naik Tipis Lampaui HET

Harga Minyakita Naik Tipis Lampaui HET

19 April 2026
Madrasah Aceh Masuk Top 100 Sekolah Nasional

Madrasah Aceh Masuk Top 100 Sekolah Nasional

19 April 2026
Diskusi Buku Angkat Sejarah Kopi dan Ketimpangan Sosial

Diskusi Buku Angkat Sejarah Kopi dan Ketimpangan Sosial

19 April 2026
Harga Kedelai Impor Naik Bebani Perajin Tahu Tempe

Harga Kedelai Impor Naik Bebani Perajin Tahu Tempe

19 April 2026
Pasar Sawojajar Didorong Jadi Pasar Modern Digital

Pasar Sawojajar Didorong Jadi Pasar Modern Digital

18 April 2026

POPULAR

  • Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

    Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Maestro Patung Yusman Sempurnakan Chattra Borobudur

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Danantara Bentuk Anak Usaha Kelola Sampah Jadi Energi

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Lampung Siapkan PLTSa Kapasitas Seribu Ton Per Hari

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • BRI Alihkan Kepemilikan Anak Usaha Investasi Ke Danantara

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.