Aceh Tamiang, Kabar SDGs – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang kembali beroperasi normal setelah sebelumnya terdampak banjir besar yang melumpuhkan sebagian layanan kesehatan. Untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses medis yang memadai, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga mendirikan 10 puskesmas darurat di berbagai titik strategis, sementara tim medis diturunkan langsung ke posko-posko pengungsian.
Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, melalui keterangan tertulis pada Selasa (9/12/2025). Ia memastikan bahwa operasional RSUD telah pulih sepenuhnya dan dapat kembali melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. Menurutnya, pemulihan ini menjadi prioritas sebagaimana arahan Menteri Kesehatan agar layanan kesehatan di RSUD Aceh Tamiang tidak boleh terganggu.
“Salah satu kebutuhan krusial, yaitu air bersih untuk layanan medis, kini sudah tersedia. Ketersediaan ini berkat bantuan cepat dari PDAM, Bapaldam IM, dan Polda Aceh. Begitu halnya dukungan tenaga medis juga mengalir. Sejumlah relawan tenaga medis dari Sumatera Utara telah turun membantu. Mereka umumnya adalah para relawan yang menawarkan diri secara sukarela,” kata Armia.
Ia menjelaskan bahwa selain pelayanan di RSUD, tim medis juga dikerahkan ke posko-posko untuk memberikan layanan langsung, terutama bagi ibu hamil dan balita yang termasuk kelompok paling rentan setelah bencana. Bank Aceh turut berperan dalam pemulihan dengan membantu suplai kebutuhan obat-obatan.
“Masyarakat yang berobat pasca banjir umumnya mengalami keluhan seperti batuk, gatal-gatal, dan penyakit kulit lainnya yang sering muncul akibat sanitasi yang kurang baik setelah air surut,” ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan, pemerintah daerah telah mendirikan 10 puskesmas darurat di berbagai lokasi terdampak. Kehadiran fasilitas sementara ini diharapkan mempermudah warga yang tinggal jauh dari rumah sakit utama agar tetap mendapatkan pelayanan medis.
Bupati Armia mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan kesehatan yang telah kembali aktif, baik di RSUD maupun posko-posko darurat, apabila merasakan gejala penyakit pascabencana. Ia juga menyampaikan penghargaan atas perhatian pemerintah provinsi. “Ucapan terima kasih, khususnya kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) yang terus memberikan perhatian penuh terhadap kami. Beliau (Mualem) seakan tidak pernah lelah dan fokus memperhatikan masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang yang masuk zona terparah bencana banjir,” ujar Armia.












Discussion about this post