Gayo Lues, Kabar SDGs – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh kembali menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu. Bantuan tersebut berupa ratusan paket sembako yang dihimpun dari donasi diaspora Indonesia di Swiss serta sejumlah sahabat di dalam dan luar negeri.
Pendiri sekaligus Pembina RUMAN Aceh, Ahmad Arif, menyampaikan bahwa total bantuan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp46 juta hanya dalam waktu empat hari, yakni sejak 28 Februari hingga 3 Maret 2026. Dana tersebut kemudian diwujudkan dalam 191 paket sembako yang disalurkan kepada para penyintas bencana.
“Berawal dari donasi diaspora Indonesia di Swiss, lalu kita japri melalui WA beberapa sahabat agar semakin banyak para penyintas yang menerima manfaatnya. Terlebih lagi saat ini telah memasuki medio kedua Ramadhan dan tak lama lagi tiba Hari Raya Idul Fitri”, ujar Arif pada Kamis (5/3/2026) siang di Blangkejeren.
Arif menjelaskan, dalam penyaluran bantuan tersebut RUMAN Aceh bekerja sama dengan Sekolah Bunayya yang berada di bawah naungan Yayasan Nurhayati Sahali yang berpusat di Blangkejeren. Sebanyak 160 paket bantuan difokuskan bagi keluarga penyintas di sejumlah desa di Kecamatan Pining pada Rabu (4/3/2026), sementara 31 paket lainnya disalurkan kepada warga di sekitar Blangkejeren pada Kamis (5/3/2026).
Setiap paket bantuan berisi berbagai kebutuhan pokok seperti 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, 1 kilogram tepung, dua botol sirup merek Patung dan ABC, dua bungkus mentega, satu sak garam berisi 10 bungkus, serta ember sebagai wadah paket tersebut. Arif menyebutkan rencana pembelian telur akhirnya dibatalkan karena harga yang melonjak dari Rp50.000 menjadi Rp65.000 per papan.
Selain bantuan sembako, seorang diaspora Indonesia di Swiss yang berasal dari Sabang juga memberikan bantuan khusus untuk memperbaiki rumah seorang pegiat literasi di Pining. Rumah tersebut sebelumnya terendam lumpur hingga hampir satu meter, namun tetap dimanfaatkan sebagai tempat anak-anak membaca, belajar, dan mengaji.
Dalam proses distribusi, sebanyak 160 paket bantuan diangkut menuju MI Bunayya Pining menggunakan dua mobil milik Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gayo Lues, sementara bahan bangunan berupa semen diangkut menggunakan satu unit mobil Hardtop dari Blangkejeren.
Kecamatan Pining menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues. Kerusakan infrastruktur serta terbatasnya akses jalan menyebabkan pasokan bahan makanan di wilayah tersebut menipis dan harga kebutuhan pokok meningkat. Kondisi ini menjadi alasan utama RUMAN Aceh memprioritaskan penyaluran bantuan ke wilayah tersebut.
“Senyuman sumringah dan indah terlukis jelas pada rona ruman para penerimanya. Sungguh, kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita juga yang tak dapat dinilai dengan deret angka. Alhamdulillah, terima kasih kepada diaspora kita di Swiss dan para sahabat yang telah berbagi bahagia dan rezeki, dimanapun berdomisili. Berkah, berbagi, bersama, insya Allah”, pungkas Arif.












Discussion about this post