Sawahlunto, Kabar SDGs – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sawahlunto mengadakan kegiatan pembinaan kepramukaan bagi warga binaan pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman Aula Muhammad Hatta ini mengangkat tema “Tali Temali, Simpul Kebersamaan dan Kedisiplinan” sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Rutan Sawahlunto dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Sawahlunto. Materi tali temali dipilih karena dinilai memiliki nilai pembelajaran penting, seperti melatih ketelitian, kesabaran, kerja sama, serta kedisiplinan yang dibutuhkan dalam proses pembinaan kepribadian warga binaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh pelatih dari Kwarcab Kota Sawahlunto Henky Fransdamurya, jajaran staf pelayanan tahanan, peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan, serta puluhan warga binaan pemasyarakatan yang mengikuti pembinaan.
Dalam penyampaiannya, Henky menekankan bahwa tali temali tidak hanya sekadar keterampilan teknis di lapangan, tetapi juga memiliki makna filosofis dalam kehidupan. “Tali temali adalah dasar dalam kepramukaan yang manfaatnya luas. Di lapangan bisa untuk dirikan tenda atau tandu darurat. Dalam hidup, ia ajarkan kita teliti, sabar, dan pentingnya simpul yang kuat. Kalau simpulnya rapuh, semua bisa lepas. Sama seperti hidup, butuh ikatan yang kuat untuk capai tujuan bersama,” ujar Henky.
Dalam praktiknya, peserta dibekali keterampilan membuat tiang bendera dengan menggunakan berbagai teknik simpul dan ikatan, seperti simpul pangkal, simpul jangkar, serta ikatan palang. Kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga mendorong kemampuan komunikasi dan kerja sama antar peserta.
Selama kegiatan berlangsung, warga binaan terlihat aktif dan antusias mengikuti setiap tahapan. Mereka saling bekerja sama dalam kelompok dan menunjukkan semangat tinggi hingga berhasil mendirikan tiang bendera secara mandiri. Suasana kebersamaan tampak jelas ketika hasil karya mereka berdiri tegak di halaman aula.
Kepala Rutan Sawahlunto melalui staf pelayanan tahanan menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan akan dijadikan agenda rutin dalam program pembinaan kepribadian. “Kami ingin warga binaan punya bekal keterampilan dan karakter positif saat kembali ke masyarakat. Pramuka mengajarkan disiplin, tanggung jawab, dan gotong royong,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan yang efektif dalam membentuk karakter positif warga binaan sekaligus memperkuat sinergi antara Rutan Sawahlunto dan Kwarcab Kota Sawahlunto dalam menghadirkan program yang berkelanjutan dan bermanfaat.










Discussion about this post