• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY

Hindari Resesi, Ekonomi Lokal Diperkuat

by Editor
27 Juli 2020
Rullly Indrawan

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan (DOK KEMENKOP DAN UKM)

33
SHARES
206
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

GARUT, KabarSDGs – Memperkuat ekonomi lokal, keikhlasan membeli dan mengonsumsi produk lokal, dapat menyelamatkan perekonomian nasional dari resesi. Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan usai menutup rangkaian Hari Koperasi Nasional Ke-73 di Garut, Senin (27/7).

“Seluruh dunia sedang mengalami ujian di tengah pandemi COVID-19. Pertumbuhan ekonomi nasional mengalami tantangan serius, angka kemiskinan dan pengangguran meningkat,” kata dia.

BACA JUGA

Ibu PKK Sukajadi Kembangkan Keripik Pisang Dorong Ekonomi Desa

Ibu PKK Sukajadi Kembangkan Keripik Pisang Dorong Ekonomi Desa

6 Mei 2026
Olahan Singkong Sigmafood Mojokerto Tembus Pasar Nasional

Olahan Singkong Sigmafood Mojokerto Tembus Pasar Nasional

3 Mei 2026
Pemerintah Perluas Akses Digital 1.200 UMKM lewat STARt x GENMATIC

Pemerintah Perluas Akses Digital 1.200 UMKM lewat STARt x GENMATIC

29 April 2026

Koperasi, menurutnya, harus mampu mengembalikan kekuatan ekonomi kerakyatan. Sedangkan pemerintah terus berupaya di Kuartal III 2020 ekonomi bisa kembali bangkit. “Agustus ini jadi penentu,” ujar Rully.

Untuk mendukung usaha itu, pemerintah mengucurkan penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor KUMKM sebesar Rp 123 triliun. Saat ini koperasi telah memiliki sumber pembiayaan dari Lembaga Penyalur Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB- KUMKM). “Dari dana Rp 1 triliun tersebut, Rp431 miliar sudah cair mengalir ke Jawa Barat.”

Pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM terkait penyaluran bantuan sosial produktif. Sebanyak 12 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro akan mendapat Bantuan Sosial (Bansos) modal kerja. “Pada 17 Agustus mendatang, Bansos produktif rencananya diluncurkan langsung oleh Presiden Jokowi,” ujar Rully.

Jangan Goyah
Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, koperasi merupakan bagian dari kehidupan sehari- hari, dan tidak boleh goyah dalam keadaan apapun. Apalagi, koperasi merupakan wujud dari ekonomi mikro, kecil, dan menengah serta kerakyatan.

Di Garut ada sekitar 1.500 koperasi dan berjalan baik. Namun, di beberapa titik COVID-19 ada pembatasan akses pemasaran sehingga banyak kegiatan ditutup. “Ada sekitar 600 ribu sekolah dasar dan SMP, serta 300 ribu SLTA di Garut, sehingga KUMKM mengalami kebuntuan pemasaran,” kata Rudy.

Diungkapkan, banyak koperasi memberikan pinjaman kepada anggota untuk memasukkan siswa sekolah. Untuk membiayai anaknya masuk perguruan tinggi, pinjaman mencapai Rp 20 juta.

Garut mendapat apresiasi menerima bantuan sebesar Rp15 miliar karena penyelenggaraan keuangan daerah yang akuntabel dan transparan

“Dari Rp 15 miliar tersebut, sebanyak Rp 5 miliar untuk penguatan ekonomi KUMKM. Adanya penambahan 1.000 UMKM lagi, kami berencana menjadikan Garut sebagai Kabupaten Halal, “ ujar Rudy.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan, pihaknya menyambut baik upaya pemerintah mengenai bantuan sosial produktif untuk usaha mikro.

Bansos produktif akan diberikan kepada 12 juta pelaku mikro dan ultra mikro dengan dana Rp 2,4 juta. “Saat ini, baru ada 73.000 pelaku usaha mikro yang mengajukan. Penerima harus terkoneksi by name by adress dan NIK,” kata Kusmana. (MULIA MUNTHE)

Share13SendTweet8
Previous Post

Pasien COVID-19 Tembus 100.303 Kasus

Next Post

Doni Monardo: Belum Ada Tanda-tanda Penurunan COVID-19

Next Post
Ketua Satuan Tugas (satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo

Doni Monardo: Belum Ada Tanda-tanda Penurunan COVID-19

Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) bersama Fatayat Nahdlatul Ulama menggelar webinar "Anak Terlindungi, Indonesia Maju" dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2020, Senin (27/7). Foto: PKJS-UI

PKJS-UI: Buat Harga Rokok Tidak Terjangkau Anak

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Aceh Gunakan Jalur VVIP Percepat Layanan Haji 2026

Aceh Gunakan Jalur VVIP Percepat Layanan Haji 2026

6 Mei 2026
Pramuka Bersihkan Situ Cigangsa Pulihkan Lingkungan

Pramuka Bersihkan Situ Cigangsa Pulihkan Lingkungan

6 Mei 2026
Ibu PKK Sukajadi Kembangkan Keripik Pisang Dorong Ekonomi Desa

Ibu PKK Sukajadi Kembangkan Keripik Pisang Dorong Ekonomi Desa

6 Mei 2026
Art Jakarta Gardens, Hadirkan Seni di Ruang Publik

Art Jakarta Gardens, Hadirkan Seni di Ruang Publik

6 Mei 2026
Ekspor Maret Turun 3,10 Persen

Ekspor Maret Turun 3,10 Persen

6 Mei 2026

POPULAR

  • Film Pangku Sukses di Bioskop dan Platform Digital

    Film Pangku Sukses di Bioskop dan Platform Digital

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Sidoarjo Percepat Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Aceh Apresiasi Pembangunan Kampus LIPIA Banda Aceh

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana Dorong Inklusi Investasi

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

    30 shares
    Share 12 Tweet 8

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.