Purwakarta, Kabar SDGs – Melimpahnya hasil perkebunan pisang dimanfaatkan secara optimal oleh ibu-ibu PKK di Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam, dengan mengolahnya menjadi produk keripik yang bernilai jual lebih tinggi. Inisiatif ini tidak hanya menghadirkan camilan khas desa, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Sejak pagi hari, aktivitas produksi terlihat berlangsung di rumah-rumah warga. Para ibu dengan sigap menjalankan setiap tahapan, mulai dari mengupas, mengiris hingga menggoreng pisang menjadi keripik yang siap dipasarkan. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama, menciptakan suasana kerja yang produktif sekaligus mempererat kebersamaan.
Kepala Desa Sukajadi, Nurdin, menilai keterlibatan aktif ibu-ibu PKK dalam pengembangan produk olahan pisang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi warga. “Pisang di sini tidak hanya dijual mentah, tetapi sudah diolah menjadi berbagai produk seperti keripik. Peran ibu-ibu PKK sangat besar dalam mengembangkan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah desa terus mendorong penguatan sektor usaha mikro dengan memberikan pendampingan, termasuk dalam hal perbaikan kemasan dan perluasan pemasaran berbasis digital. Menurutnya, sebelumnya pelaku usaha masih menghadapi kendala pada tampilan produk yang sederhana serta jangkauan pemasaran yang terbatas.
“Kami dorong rebranding agar produk lebih menarik dan mudah dikenal. Sekarang sudah mulai dipasarkan tidak hanya secara langsung, tetapi juga lewat media seperti WhatsApp,” katanya.
Salah satu anggota PKK mengaku kegiatan ini memberikan manfaat ganda, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Ia menyebut keterlibatannya dalam produksi keripik pisang mampu menambah penghasilan sekaligus mempererat hubungan antarwarga. “Dulu kami hanya jual pisang mentah. Sekarang bisa diolah jadi keripik, hasilnya lebih terasa. Apalagi sekarang sudah ada kemasan bagus, jadi lebih percaya diri untuk dijual,” ucapnya.
Perubahan pada kemasan produk juga dirasakan berdampak pada peningkatan minat pembeli. Warga menyebut tampilan yang lebih rapi dan menarik membuat produk lebih diminati di pasaran. “Kalau dulu kemasannya biasa saja, sekarang lebih bagus dan rapi. Pembeli juga jadi lebih tertarik,” katanya.
Selain meningkatkan pendapatan keluarga, kegiatan ini membuka peluang usaha baru bagi ibu rumah tangga di Desa Sukajadi. Dengan dukungan pemerintah desa serta semangat kolaborasi masyarakat, keripik pisang kini berkembang menjadi salah satu simbol kemandirian ekonomi desa.










Discussion about this post