Aceh, Kabar SDGs – Pemerintah Aceh menghadirkan inovasi layanan bagi calon jemaah haji tahun 2026 dengan memanfaatkan fasilitas jalur VVIP di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM). Kebijakan ini memungkinkan jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan di bandara dan dapat langsung menuju pesawat, sehingga proses keberangkatan menjadi lebih efisien dan nyaman.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, didampingi Kepala Kanwil Kemenhaj Aceh Arijal, menyampaikan kebijakan tersebut usai apel siaga Petugas Penyelenggara Ibadah Haji di Asrama Haji Embarkasi Aceh. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan gedung VVIP yang sebelumnya digunakan untuk pejabat negara kini dialihkan sebagai bagian dari peningkatan layanan bagi jemaah.
“Ini merupakan program Pemerintah Aceh yang memprioritaskan pelayanan bagi calon jemaah haji Aceh,” ujarnya.
Fadhlullah menerangkan, seluruh proses pemeriksaan X-Ray terhadap barang bawaan maupun jemaah akan dilakukan lebih awal di asrama haji. Dengan sistem ini, saat tiba di Bandara SIM, jemaah tidak perlu lagi melalui tahapan pemeriksaan dan dapat langsung menuju pesawat melalui akses khusus.
Ia juga menyampaikan bahwa kelompok terbang pertama calon jemaah haji Aceh dijadwalkan mulai memasuki asrama haji pada Selasa (5/5) sore untuk mengikuti rangkaian persiapan keberangkatan. Selanjutnya, jemaah akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Rabu (6/5) dini hari.
Dalam kesempatan tersebut, Fadhlullah turut mengingatkan seluruh petugas haji untuk memberikan pelayanan terbaik selama proses penyelenggaraan ibadah berlangsung. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab dan kesiapan petugas dalam memastikan kenyamanan serta kelancaran perjalanan jemaah.










Discussion about this post