• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

PKJS-UI: Buat Harga Rokok Tidak Terjangkau Anak

Perilaku merokok menimbulkan pergeseran konsumsi.

by Editor
28 Juli 2020
Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) bersama Fatayat Nahdlatul Ulama menggelar webinar "Anak Terlindungi, Indonesia Maju" dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2020, Senin (27/7). Foto: PKJS-UI

Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) bersama Fatayat Nahdlatul Ulama menggelar webinar "Anak Terlindungi, Indonesia Maju" dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2020, Senin (27/7). Foto: PKJS-UI

33
SHARES
206
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) dan Fatayat NU mendesak pengendalian konsumsi rokok pada masa new normal. Salah satu langkah bisa dilakukan melalui kenaikan dan simplifikasi cukai hasil tembakau.

Ketua PKJS-UI Aryana Satrya mengatakan, dibutuhkan kebijakan pengendalian tembakau kuat dan berdampak untuk mewujudkan perlindungan anak. Ia berharap pemerintah membuat harga rokok semakin tidak terjangkau anak-anak.

BACA JUGA

Menkeu Sri Mulyani Jamin Stabilitas Keuangan Aman

Pemerintah Naikan Cukai Rokok 12,5 Persen

10 Desember 2020
Sebagian Besar Masyarakat Setuju Harga Rokok Harus Mahal

Sebagian Besar Masyarakat Setuju Harga Rokok Harus Mahal

24 Oktober 2020
CISDI

Festival Pemilu Harga, Cara CISDI Ajak Masyarakat Kendalikan Tembakau

30 September 2020

Berdasarkan survei PKJS-UI terhadap 1.000 responden pada 2018, tercatat 88 persen mendukung kenaikan harga untuk mencegah anak membeli rokok. Selain menjauhkan anak dari keterjangkauan rokok, langkah ini dinilai bisa menyehatkan kantong belanja keluarga.

“Perilaku merokok menimbulkan pergeseran konsumsi. Uang yang dapat dibelikan makanan digunakan untuk membeli rokok oleh masyarakat miskin, sehingga nutrisi tidak tercukupi dan akhirnya menimbulkan stunting pada anak,” ujar Aryana dalam siaran pers diterima KabarSDGs, Senin (28/7).

Desakan diutarakan dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2020 yang diperingati pada 23 Juli. Undang-Undang Dasar (UUD) tahun 1945 Pasal 28B Ayat (2) mengamanatkan negara menjamin hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang. Namun, konsumsi rokok telah membuat anak-anak tidak dapat tumbuh optimal.

Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan pada 2018 menunjukkan perokok kelompok usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2 persen (2013) menjadi 9,1 persen. Angka ini jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menargetkan 5,4 persen.

Hasil studi PKJS-UI pada 2018 menunjukkan anak-anak dari orangtua perokok kronis memiliki pertumbuhan berat badan lebih rendah 1,5 kg. Pertumbuhan tinggi badan mereka juga lebih rendah 0,34 cm. Dampak kejadian stunting ini juga memengaruhi inteligensi anak.

Pendekatan keluarga juga perlu dilakukan dalam pengendalian konsumsi rokok. Fatayat NU berinisiatif menciptakan lingkungan tanpa asap rokok di rumah. Hasil Global Youth Tobacco Survey 2019 menunjukkan 57,8 persen pelajar terpapar asap rokok di rumah, sedangkan untuk orang dewasa mencapai 78,4 persen.

Fatayat NU menyadari anggota keluarga -terutama anak-anak dan perempuan- berhak mendapatkan lingkungan sehat tanpa asap rokok. “Beberapa perempuan anggota Fatayat NU sudah menjadikan rumah mereka kawasan tanpa rokok. Termasuk di dalamnya tidak ada orang yang merokok, tidak tersedia asbak, tidak tercium asap rokok, tidak ada tempat khusus merokok, dan terdapat tanda dilarang merokok berupa stiker sebagai peringatan tidak merokok di area rumah,” ujar Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini.

Anggia menambahkan new normal bisa menjadi momentum pengendalian konsumsi rokok. Menurut dia, jumlah konsumsi rokok menurun selama pandemi virus corona baru (COVID-19). Beberapa suami kader Fatayat NU menyebutkan dengan mengurangi konsumsi rokok membantu dalam memenuhi kebutuhan primer.

“Yang sebelumnya uang untuk membeli rokok dapat dibelikan makanan/kebutuhan pokok lainnya,” tuturnya.

Share13SendTweet8
Previous Post

Doni Monardo: Belum Ada Tanda-tanda Penurunan COVID-19

Next Post

Yahya si Badut Syariah

Next Post
yahya si badut syariah

Yahya si Badut Syariah

Banjir Rendam 20 Desa di Kabupaten Aceh Jaya

Banjir Rendam 20 Desa di Kabupaten Aceh Jaya

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Grace Simon Tampil Hangat di Panggung Intimate Denpasar

Grace Simon Tampil Hangat di Panggung Intimate Denpasar

12 April 2026
Onboarding UMKM Rahayu Dorong Digitalisasi Usaha Bali

Onboarding UMKM Rahayu Dorong Digitalisasi Usaha Bali

12 April 2026
Pelepasliaran Curik Bali Perkuat Komitmen Konservasi

Pelepasliaran Curik Bali Perkuat Komitmen Konservasi

12 April 2026
Tragedi Ujian Sains Siswa Tewas Akibat Ledakan

Tragedi Ujian Sains Siswa Tewas Akibat Ledakan

12 April 2026
Desak Rita Rebut Emas Panjat Tebing Asia 2026

Desak Rita Rebut Emas Panjat Tebing Asia 2026

12 April 2026

POPULAR

  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    27 shares
    Share 11 Tweet 7

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.