Mojokerto, Kabar SDGs – Beragam jajanan seperti donat, roti maryam, hingga bomboloni umumnya dibuat dari tepung terigu. Namun berbeda dengan produk yang dihasilkan Sigmafood di Kota Mojokerto yang justru mengandalkan singkong sebagai bahan utama dalam setiap olahannya.
Usaha milik Dewi Kurniawati ini berlokasi di Jalan Sinoman Gang 3, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon. Perempuan berusia 54 tahun tersebut memulai usaha bersama suaminya sejak 2018 dengan memanfaatkan singkong sebagai bahan dasar berbagai produk makanan.
“Usaha Sigma ini memang awal-awalnya kita kan sudah terbiasa bikin jajanan buat anak-anak. Kebetulan ada teman suami yang habis sepeda santai gitu mampir terus kita suguhi singkong itu, mereka ternyata berkenan malah mereka akhirnya punya ide gimana kalau jualan singkong goreng,” kata Dewi kepada selalu.id, Senin (27/4/2026).
Seiring waktu, produk olahan singkong ini berkembang menjadi berbagai jenis makanan, mulai dari singkong keju, jemblem, roti maryam, hingga donat dan bomboloni dalam bentuk makanan beku.
“Temannya waktu ngambil untuk pesanan itu ada ngajak temennya lagi. Nah, itulah yang akhirnya ide untuk frozen. Dia jualan frozen food. Dari situ akhirnya kita nyoba ngembangkan, ya sudah kita buat singkong frozen itu, dari situ berkembang untuk singkong frozen,” jelasnya.
Dewi mengungkapkan, inovasi terus dilakukan agar produk berbahan singkong tetap diminati. Ia menyadari bahwa konsumsi singkong memiliki tantangan tersendiri sehingga perlu dikembangkan menjadi variasi produk yang lebih menarik.
“Dari situ kita berkembang lagi untuk produk yang lain karena kita mikirnya kalau singkong itu kan ada masa bosennya. Mungkin orang apa ya makan singkong, dan satu rumah juga gak semua gemar singkong. Akhirnya kita nyoba ngerambah ke jemblem. Jemblem akhirnya berkembang lagi, coba kita ke donat, donat akhirnya berkembang lagi untuk ke maryam. Tapi semuanya karena kita basicnya dari singkong semuanya kita olah dengan ada singkongnya,” beber Dewi.
Untuk harga, produk Sigmafood tergolong terjangkau. Singkong keju frozen dijual mulai Rp13.000 per kilogram, jemblem Rp9.000, donat bomboloni Rp19.000, roti maryam original Rp16.000, serta varian cokelat Rp17.000. Sementara donat dalam berbagai varian dibanderol sekitar Rp17.000, dengan potongan harga untuk pembelian dalam jumlah besar.
Tak hanya menawarkan rasa original, Sigmafood juga menghadirkan inovasi varian, seperti jemblem dengan isian cokelat, keju, hingga stroberi untuk menarik minat konsumen.
Dalam sehari, usaha ini mampu mengolah hingga 500 kilogram singkong sebagai bahan baku utama. Produk-produknya telah menjangkau pasar luar daerah, mulai dari Jakarta, Bekasi, Depok hingga Papua.
Untuk pemasaran, Sigmafood memanfaatkan platform digital seperti Instagram dan Facebook, selain penjualan langsung di lokasi usaha. Dewi juga memastikan kualitas produk tetap terjaga, termasuk dalam penyimpanan makanan beku.
“Kalau di freezer kita memang mengambil kedaluarsa tiga sampai empat bulan, maksimal tapi penyimpanan untuk di freezer. Selain di toko, pemasarannya kita memang pakai yang online-nya itu kita ada pakai Instagram sama di Facebook,” tandas Dewi.










Discussion about this post