• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
20 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY

Adaptasi Kebiasaan Baru Perlu Partisipasi Banyak Pihak

by Editor
31 Agustus 2020
Webinar
38
SHARES
240
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Partisipasi banyak pihak diperlukan untuk melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pascapandemi COVID-19. Hal itu disampaikan Pakar Sosial Budaya Satgas Nasional Penanganan Covid-19 Prof Meutia Farida Hatta dalam Webinar “Tantangan Perubahan Perilaku Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru”, Senin (31/8) di Jakarta.

Menurut dia, dalam pelaksanaan akan banyak tantangan yang dihadapi. “Kerap kali, pengetahuan masyarakat dan perilakunya tidak sejalan. Padahal, mereka juga sudah tahu lewat iklan, misalnya,” ujar Meutia. Masalah ini, lanjutnya, yang membuat perlu adanya peninjauan ulang penerapan AKB dari aspek sosial budaya, agar protokol kesehatan dapat dilakukan secara konsisten.

BACA JUGA

Perbandingan Varian COVID-19 XEC dan JN.1

Perbandingan Varian COVID-19 XEC dan JN.1

3 Juni 2025
COVID-19 Meningkat di Asia, Riau Siaga dan Imbau Warga Waspada

COVID-19 Meningkat di Asia, Riau Siaga dan Imbau Warga Waspada

26 Mei 2025
Kemenekraf dan Pemprov DKI Perkuat Kolaborasi IP Lokal Bersaing di Tingkat Global

Kemenekraf dan Pemprov DKI Perkuat Kolaborasi IP Lokal Bersaing di Tingkat Global

25 Februari 2025

Meutia mengatakan, terdapat banyak faktor yang mendorong masyarakat melanggar protokol kesehatan, seperti kurangnya pemahaman masyarakat perihal kondisi pandemi, ketidaksabaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan dalam kurun waktu yang panjang, stress dalam menghadapi kesulitan, kebutuhan interaksi sosial terutama dalam upacara adat dan agama, hingga kondisi lingkungan rumah yang kurang nyaman.

Faktor-faktor di atas, kata dia, bisa dicegah dengan beberapa langkah yang dapat dilakukan bersama antara Pemprov dan masyarakat DKI Jakarta. Aktivitas yang perlu dilakukan bersamaan ini diantaranya adalah penanganan khusus pada hari atau acara yang diduga akan membuat kerumunan, pelibatan anak-anak muda dalam sosialisasi protokol kesehatan, serta pelayanan kesehatan jiwa bagi yang membutuhkan.

“Selain itu, model pelayan publik berbasis online yang profesional dan aman juga merupakan salah satu hal krusial yang harus terus diusahakan oleh Pemprov dalam masa pandemi ini,” kata Meutia.

Menciptakan masyarakat yang patuh untuk melaksanakan protokol kesehatan saat ini tak hanya akan berhasil mengatasi Pandemi, namun juga akan menciptakan ketahanan budaya yang dapat berguna untuk menghadapi tantangan bangsa ini kedepannya. Masyarakat perlu selalu melakukan inovasi, baik dari segi ide maupun aspek implementasinya. “Selain itu, masyarakat DKI Jakarta merupakan contoh kecil dari mozaik masyarakat Indonesia,” kata Meutia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kemitraan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi pandemi penting dilakukan. Pemerintah harus melakukan minimal tiga hal, yaitu meningkatkan kemampuan dan kegiatan testing, melakukan tracing, serta merawat dan menyembuhkan para pasien positif.

Sedangkan masyarakat dalam berkegiatan diharuskan untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan air dan sabun, serta menjaga jarak. “Tanpa aksi dari kedua pihak ini secara bersamaan, akan ada kelambatan dalam proses penanganannya,” ujar Anies.

Kebiasaan baru, kata Anies, diawali oleh proses pengajaran dan pendisiplinan. Melalui pendisiplinan, masyarakat akan terbiasa melakukan hal baru yang kemudian tumbuh menjadi kebudayaan baru. (PULINA NITYAKANTI PRAMESI)

 

Share15SendTweet10
Previous Post

Istirahat Berkualitas dengan Sprei Premium

Next Post

MenkopUKM Dorong Kemitraan Koperasi Nelayan dan Usaha Besar

Next Post
Teten Masduki

MenkopUKM Dorong Kemitraan Koperasi Nelayan dan Usaha Besar

adaptasi kebiasaan baru

Menciptakan Kebiasaan Baru Dalam Masyarakat

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Koster Apresiasi Wisatawan Pembayar PWA Bali

Koster Apresiasi Wisatawan Pembayar PWA Bali

20 Mei 2026
Wujudkan SDM Unggul, KAI Services Resmikan Workshop Training Center & Simulation

Wujudkan SDM Unggul, KAI Services Resmikan Workshop Training Center & Simulation

20 Mei 2026
KAI Services Gelar Pelatihan Security Gada Utama

KAI Services Gelar Pelatihan Security Gada Utama

20 Mei 2026
Badung Perkuat Pengawasan Sampah Sektor Horeka

Badung Perkuat Pengawasan Sampah Sektor Horeka

20 Mei 2026
Koster Bahas Kerja Sama Strategis Bali dan Tiongkok

Koster Bahas Kerja Sama Strategis Bali dan Tiongkok

19 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Kemnaker Buka Bantuan TKM Pemula 2026

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Aceh Buka Bantuan Pendidikan Korban Bencana

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Spesies Serigala Dire Wolf yang Punah Kini Dihidupkan Kembali

    124 shares
    Share 50 Tweet 31

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.