• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 Desember 2025
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

Spesies Serigala Dire Wolf yang Punah Kini Dihidupkan Kembali

by SDGS Admin
11 April 2025
Spesies Serigala Dire Wolf yang Punah Kini Dihidupkan Kembali
82
SHARES
515
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Untuk pertama kalinya dalam catatan sejarah, sebuah spesies hewan yang telah punah berhasil dihadirkan kembali ke dunia. Colossal Biosciences, perusahaan bioteknologi yang berbasis di Dallas, mengumumkan kelahiran tiga anak dire wolf. Dire wolf adalah spesies serigala purba yang punah sekitar 12.500 tahun silam dan kini dapat hidup kembali berkat kemajuan dalam kloning dan rekayasa genetika.

Kebangkitan Serigala yang Telah Punah: 3 Anak Dire Wolf Lahir di AS
Di dalam pernyataan resmi pada Senin, 7 April 2025, Colossal menganggap keberhasilan ini sebagai tonggak bersejarah dalam proyek pemulihan spesies punah atau de-extinction. Anak-anak dire wolf ini dihasilkan melalui penggabungan DNA kuno dan pengeditan gen dari spesies yang masih ada, yaitu serigala abu-abu, yang menciptakan hibrida mirip nenek moyangnya, Aenocyon dirus.

BACA JUGA

Teknologi Konservasi Satwa Liar, Menjaga Kelestarian Satwa dari Kepunahan

Teknologi Konservasi Satwa Liar, Menjaga Kelestarian Satwa dari Kepunahan

4 April 2022

Dire wolf dikenal sebagai predator puncak yang sebelumnya menghuni Amerika Utara dan juga menjadi inspirasi untuk karakter ikonik dalam serial HBO Game of Thrones. “Mereka memiliki ukuran lebih besar dibandingkan serigala abu-abu, dengan kepala yang lebar, bulu lebih tebal, dan rahang yang kuat,” ujar Colossal.

Ben Lamm, CEO dan pendiri Colossal, menyampaikan bahwa dalam proses ini, DNA diambil dari gigi berusia 13.000 tahun dan tengkorak yang berumur 72.000 tahun. “Tim kami berhasil menciptakan anak dire wolf yang sehat. Ini menunjukkan bahwa teknologi de-extinction yang kami miliki benar-benar efektif,” tuturnya.

Anak-anak dire wolf saat ini tinggal di kawasan seluas 2.000 hektare di lokasi yang dirahasiakan, dilindungi dengan pengamanan ketat serta pengawasan sepanjang waktu. Tempat ini telah mendapat sertifikasi dari American Humane Society dan terdaftar di Departemen Pertanian AS.

Penciptaan mereka melibatkan teknik rekayasa genetik dengan menggunakan teknologi CRISPR. Para ilmuwan melakukan dua puluh penyuntingan pada empat belas gen tertentu untuk memasukkan karakteristik khas dari dire wolf seperti warna bulu dan ketebalan rambut. Sel yang telah diedit kemudian dikloning dan dimasukkan ke dalam sel telur donor sebelum ditanamkan ke hewan pengganti. Meskipun Colossal tidak menyebutkan spesies hewan pengganti, beberapa sumber menyebutkan bahwa anjing domestik digunakan dalam tahapan ini.

Dua anak jantan lahir pada tanggal 1 Oktober 2024, sedangkan satu anak betina lahir pada 30 Januari 2025.

Profesor Love Dalén, seorang ahli genomik evolusi dari Universitas Stockholm yang bertindak sebagai penasihat untuk Colossal, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan “terobosan signifikan” dalam bidang kebangkitan spesies. “Walaupun 99,9% dari gen mereka masih berasal dari serigala abu-abu, tetapi mereka memiliki gen khas dire wolf yang membuat penampilan mereka mirip nenek moyangnya. Ini sangat menarik,” kata Dalén.

Colossal, yang sebelumnya menyatakan rencana untuk menghidupkan kembali mamut, dodo, dan harimau Tasmania, mengklaim bahwa teknologi ini juga dapat dipakai untuk menyelamatkan spesies yang terancam punah. Dalam proyek serupa, mereka telah berhasil menciptakan dua kelompok anak serigala merah—spesies serigala yang paling langka—melalui metode kloning yang lebih memperhatikan kesejahteraan hewan.

Meski mendapat banyak pujian, pendekatan de-extinction ini tidak lepas dari kritik, di mana sejumlah pihak berpendapat bahwa dana besar seharusnya dialokasikan untuk perlindungan hewan-hewan yang masih ada. Ada pula kekhawatiran etis terkait pemakaian hewan pengganti.

Namun, mengacu pada pandangan Christopher Preston, seorang profesor filsafat lingkungan dari University of Montana, tampaknya Colossal memperhatikan kesejahteraan hewan, berdasarkan skala fasilitas dan pengawasan yang ketat.

Meskipun demikian, Preston meragukan apakah dire wolf akan dapat dilepasliarkan ke habitat aslinya. “Di negara bagian seperti Montana, kami masih berjuang untuk menjaga stabilitas populasi serigala abu-abu. Jadi, sulit untuk membayangkan dire wolf bisa kembali berperan dalam ekosistem,” ujarnya.

Share33SendTweet21
Previous Post

Kecoa Cyborg dari Singapura Bantu Cari Korban Gempa Myanmar

Next Post

iPhone Bakal Naik Jadi Rp 48,9 Juta Imbas dari Aturan Donald Trump

Next Post
iPhone Bakal Naik Jadi Rp 48,9 Juta Imbas dari Aturan Donald Trump

iPhone Bakal Naik Jadi Rp 48,9 Juta Imbas dari Aturan Donald Trump

Sang Maestro Berpulang, Titiek Puspa Warisan Seni Inspirasi Generasi

Sang Maestro Berpulang, Titiek Puspa Warisan Seni Inspirasi Generasi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Workshop Tari Nusantara Hadirkan Kolaborasi Gerak sebagai Identitas Budaya IKN

Workshop Tari Nusantara Hadirkan Kolaborasi Gerak sebagai Identitas Budaya IKN

5 Desember 2025
Pembangunan Mini Teater Perpustakaan Bontang Dipastikan Berjalan dengan Pengawasan Ketat

Pembangunan Mini Teater Perpustakaan Bontang Dipastikan Berjalan dengan Pengawasan Ketat

5 Desember 2025
DPMPTSP Bontang Perkuat Layanan Inklusif untuk Warga Berkebutuhan Khusus

DPMPTSP Bontang Perkuat Layanan Inklusif untuk Warga Berkebutuhan Khusus

5 Desember 2025
PMI Kirim 100 Ribu Telur Asin untuk Penyintas Banjir Sumatera dan Aceh

PMI Kirim 100 Ribu Telur Asin untuk Penyintas Banjir Sumatera dan Aceh

5 Desember 2025
Program MBG, Kementerian PU Siapkan Pembangunan SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Program MBG, Kementerian PU Siapkan Pembangunan SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

5 Desember 2025

POPULAR

  • Muara Enim Hadirkan Program Perlindungan dan Beasiswa S2 bagi Guru

    Muara Enim Hadirkan Program Perlindungan dan Beasiswa S2 bagi Guru

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Longsor Putus Akses Jalan Nasional Sipirok

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Aceh Tengah Mulai Merasakan Dukungan Bantuan dan Berharap Infrastruktur Kembali Pulih

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • WEGE Paparkan Tantangan Industri Dan Sesuaikan Dana IPO Untuk Jaga Likuiditas

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kementerian PU Tindak Lanjuti Usulan Jembatan Gantung di Nias Selatan

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.