• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Krama Desa Adat Nongan Khidmat Rayakan Siwaratri di Pura Pesamuhan

by SDGS Admin
22 Januari 2026
Krama Desa Adat Nongan Khidmat Rayakan Siwaratri di Pura Pesamuhan
20
SHARES
127
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Karangasem, Kabar SDGs – Desa Adat Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, menggelar persembahyangan bersama dalam rangka Hari Raya Siwaratri pada Sabtu (17/1/2026). Upacara yang dipusatkan di Pura Pesamuhan Desa Adat Nongan itu berlangsung khidmat dan diikuti seluruh lapisan krama adat sebagai wujud bakti serta refleksi spiritual tahunan.

Sejak sore hari, krama adat berdatangan ke areal pura dengan mengenakan busana adat Bali. Mereka membawa sarana upakara, memenuhi pelataran pura dalam suasana hening dan tertib. Persembahyangan bersama tersebut dipuput oleh Jero Mangku Tegteg selaku pemangku Pura Pesamuhan, didampingi Bandesa Adat Nongan, Gusti Ngurah Indra Kecapa.

BACA JUGA

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Perkuat Produksi Pangan di Bali

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Perkuat Produksi Pangan di Bali

23 April 2026
Kementerian PU Tuntaskan 10 Ruas IJD di Bali

Kementerian PU Tuntaskan 10 Ruas IJD di Bali

16 April 2026
Pelepasliaran Curik Bali Perkuat Komitmen Konservasi

Pelepasliaran Curik Bali Perkuat Komitmen Konservasi

12 April 2026

Jero Mangku Tegteg menjelaskan bahwa Siwaratri memiliki makna mendalam bagi umat Hindu, khususnya sebagai momentum pengendalian diri dan pembersihan batin dari berbagai pengaruh negatif kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perayaan Siwaratri tidak semata ritual keagamaan tahunan, tetapi juga sarana introspeksi untuk menata pikiran, perkataan, dan perbuatan.

“Makna Siwaratri adalah pengendalian diri dalam kehidupan selama ini. Manusia sering kali lalai, terbawa oleh hawa nafsu dan kesibukan duniawi. Karena itu, pada malam Siwaratri dilakukan jagra dan upawasa sebagai simbol kesadaran diri,” ujar Jero Mangku Tegteg di sela-sela persembahyangan.

Ia menambahkan, jagra atau tidak tidur sepanjang malam dimaknai sebagai upaya menjaga kesadaran batin, sementara upawasa atau berpuasa menjadi sarana mengekang keinginan duniawi. Melalui laku spiritual tersebut, umat diharapkan semakin mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan mampu meningkatkan kualitas spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Bandesa Adat Nongan Gusti Ngurah Indra Kecapa menuturkan bahwa persembahyangan bersama ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan persatuan krama adat. Tradisi keagamaan seperti Siwaratri, menurutnya, tidak hanya berdimensi niskala, tetapi juga memiliki makna sekala dalam menjaga harmoni sosial di desa adat.

“Melalui persembahyangan bersama ini, krama adat tidak hanya menjalankan kewajiban secara niskala, tetapi juga mempererat hubungan secara sekala. Kebersamaan ini harus terus dijaga agar Desa Adat Nongan tetap harmonis,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk aktif terlibat dalam setiap kegiatan adat dan keagamaan. Keterlibatan generasi muda dinilai penting sebagai bagian dari regenerasi sekaligus upaya melestarikan nilai-nilai luhur warisan leluhur Bali.

Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri di Desa Adat Nongan berlangsung lancar hingga malam hari, dengan suasana spiritual yang kental menyelimuti areal pura. Melalui perayaan ini, krama adat diharapkan mampu mengimplementasikan nilai pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.

Share8SendTweet5
Previous Post

PLN Hadirkan Keadilan Energi Lewat Light Up The Dream di Buleleng

Next Post

Kemenhub Uji Coba Terbatas Gakkum Pelanggaran Kendaraan ODOL

Next Post
Kemenhub Uji Coba Terbatas Gakkum Pelanggaran Kendaraan ODOL

Kemenhub Uji Coba Terbatas Gakkum Pelanggaran Kendaraan ODOL

Tinjau Jalur Kereta Api Banjir, Kemenhub: 85% Perjalanan Kereta Telah Pulih dan Normal

Tinjau Jalur Kereta Api Banjir, Kemenhub: 85% Perjalanan Kereta Telah Pulih dan Normal

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Dorong UMKM Naik Kelas, ASDP Ramaikan Inabuyer 2026

Dorong UMKM Naik Kelas, ASDP Ramaikan Inabuyer 2026

6 Mei 2026
Aceh Gunakan Jalur VVIP Percepat Layanan Haji 2026

Aceh Gunakan Jalur VVIP Percepat Layanan Haji 2026

6 Mei 2026
Pramuka Bersihkan Situ Cigangsa Pulihkan Lingkungan

Pramuka Bersihkan Situ Cigangsa Pulihkan Lingkungan

6 Mei 2026
Ibu PKK Sukajadi Kembangkan Keripik Pisang Dorong Ekonomi Desa

Ibu PKK Sukajadi Kembangkan Keripik Pisang Dorong Ekonomi Desa

6 Mei 2026
Art Jakarta Gardens, Hadirkan Seni di Ruang Publik

Art Jakarta Gardens, Hadirkan Seni di Ruang Publik

6 Mei 2026

POPULAR

  • Film Pangku Sukses di Bioskop dan Platform Digital

    Film Pangku Sukses di Bioskop dan Platform Digital

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Sidoarjo Percepat Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana Dorong Inklusi Investasi

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Aceh Apresiasi Pembangunan Kampus LIPIA Banda Aceh

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • APPMBGI Dorong Command Center Program MBG Nasional

    17 shares
    Share 7 Tweet 4

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.