• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
1 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

KKP Berhasil Tingkatkan Produksi Perikanan Budi Daya 13,6% di 2024

by SDGS Admin
31 Desember 2024
KKP Berhasil Tingkatkan Produksi Perikanan Budi Daya 13,6% di 2024
62
SHARES
385
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Kinerja sektor perikanan budi daya menunjukkan hasil positif di tahun 2024. Inisiatif ekonomi biru yang diprakarsai Menteri Sakti Wahyu Trenggono mampu meningkatkan output perikanan budidaya hingga 13,64% dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya pada lima komoditas andalan ekspor seperti udang, rumput laut, dan nila salin.

Pada tahun 2024, total hasil ikan yang dibudidayakan mencapai 6,37 juta ton, mengalami kenaikan 13,64% dari tahun lalu. Selain itu, produksi rumput laut mencapai 10,80 juta ton, meningkat 10,82% dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA

DKP Kaltim Percepat Hilirisasi Produk Perikanan Berkelanjutan

DKP Kaltim Percepat Hilirisasi Produk Perikanan Berkelanjutan

28 Februari 2026
Dinas Perikanan Karawang Larang Pemberian Pakan Ayam Tiren untuk Ikan

Dinas Perikanan Karawang Larang Pemberian Pakan Ayam Tiren untuk Ikan

1 Agustus 2025
Budidaya Perikanan yang Digarap PT BALAD Selesaikan Kontrak dari Tiga Negara

Budidaya Perikanan yang Digarap PT BALAD Selesaikan Kontrak dari Tiga Negara

5 Mei 2025

Peningkatan produksi ini juga beriringan dengan tren positif pada nilai rata-rata pendapatan para pembudidaya ikan. Rata-rata pendapatan pembudidaya kini mencapai Rp 5.136.547, naik 4,55% dari tahun lalu. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di beberapa wilayah.

“Ini menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya KKP telah melampaui capaian tahun lalu dalam menerapkan salah satu pilar kebijakan ekonomi biru, yaitu pengembangan budidaya berkelanjutan untuk air laut, tawar, dan payau,” jelas Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu saat konferensi pers mengenai pencapaian kinerja KKP di akhir tahun 2024.

Peningkatan Produksi Komoditas Unggulan Ekspor 2024
KKP juga berhasil meningkatkan produksi 5 komoditas unggulan ekspor, yaitu udang, kepiting, rumput laut, lobster, dan tilapia. Untuk udang, produksinya meningkat menjadi 1,13 juta ton pada tahun ini, dibandingkan 941 ribu ton tahun lalu. Sementara itu, komoditas ikan nila berhasil mencapai 1,38 juta ton, naik dari 1,36 juta ton tahun sebelumnya.

Produksi lobster juga meningkat di tahun 2024 hingga mencapai 481 ton, dibandingkan 437 ton pada tahun lalu. Begitu juga dengan kepiting, yang bertambah dari 5.860 ton di 2023 menjadi 6.446 ton tahun ini.

“Program ekonomi biru yang digagas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Bapak Trenggono, yang menempatkan kepentingan ekologi sebagai prioritas, yaitu model program untuk 5 komoditas unggulan ekspor, mulai menunjukkan hasil yang positif,” kata Tebe.

Program Modeling 5 Komoditas Unggulan Ekspor
Tebe juga menunjukkan satu demi satu keuntungan dari model yang telah dikembangkan. Model Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, yang memiliki luas 75 Ha, dapat menghasilkan nilai produksi sementara sebesar Rp 18,4 miliar dan menyediakan lapangan kerja bagi 3.161 orang.

Selanjutnya, model budi daya ikan nila salin (BINS) di Karawang, Jawa Barat, dengan area seluas 84 Ha, memiliki nilai produksi sepanjang waktu mencapai Rp 6,76 miliar, serta menciptakan tempat kerja untuk 785 orang. Kemudian ada model Budi Daya Rumput Laut di Wakatobi yang memiliki luas 50 Ha dengan nilai produksi sementara sebesar Rp 1,09 miliar.

Di sisi lain, dua model untuk komoditas lobster di Batam, Kepulauan Riau baru saja diresmikan, sedangkan model budi daya kepiting di Pasuruan baru saja selesai dibangun.

“Peningkatan hasil perikanan budidaya merupakan bukti nyata dari KKP dalam melaksanakan program kampung perikanan budidaya (KPB) melalui model bisnis pembangunan yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” jelas Tebe.

Pengembangan Budi Daya Tuna
Dirjen Tebe menjelaskan bahwa selain lima komoditas yang telah disebutkan, KKP akan mendukung investasi dalam pengembangan budidaya tuna di perairan Biak, Papua. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi tuna Indonesia yang kini berkontribusi 18 persen terhadap total produksi tuna global yang mencapai 8,27 juta ton.

“Dengan adanya budidaya tuna yang akan dilakukan oleh para pelaku usaha di Biak, tekanan terhadap penangkapan tuna akan berkurang, sehingga sumber daya tuna dapat terjaga untuk masa depan. Budidaya ini akan menghasilkan ikan tuna berkualitas lebih baik, yang pada gilirannya dapat meningkatkan nilai ekspor tuna Indonesia,” ujarnya dengan tegas.

KKP akan terus melakukan pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa budidaya tuna dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan memenuhi Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK).

Kampung Perikanan Budi Daya Modern
Program pengembangan kampung perikanan budi daya (KPB) akan terus berlangsung di tahun 2024. Terdapat 210 kampung yang fokus pada budidaya untuk lima komoditas utama, termasuk nila, udang, rumput laut, lobster, dan kepiting, serta sejumlah komoditas unggulan lainnya seperti lele, bandeng, bawal bintang, patin, mas, gurami, kerapu, ikan hias, kakap, teripang atau mutiara, dan ikan lokal.

Tebe menyatakan bahwa KKP berencana untuk memodernisasi KPB menjadi KPB yang lebih canggih, yang akan menjadi area budidaya mandiri untuk komoditas unggulan, mengadopsi teknologi tepat guna, dan menghubungkan bisnis hulu dan hilir dengan pengelolaan yang profesional.

Ada lima daerah yang ditargetkan untuk program KPB modern, yaitu Kabupaten OKU Timur yang akan fokus pada patin, Kabupaten Pati untuk nila, Kabupaten Boyolali untuk lele, Kabupaten Pangkep untuk bandeng, dan Kabupaten Nunukan untuk rumput laut.

“Untuk mendukung kegiatan bisnis budidaya perikanan, KKP telah memberikan pendampingan dalam hal jaminan kualitas seperti CBIB, CPIB, CPPIB, CPOIB, dan CDOIB,” ungkap Tebe.

PNBP Perikanan Budi Daya
Tebe menambahkan bahwa berdasarkan informasi dari Kementerian Keuangan hingga 31 November 2024, penerimaan PNBP sektor perikanan budi daya sudah melampaui target yang ditetapkan, mencapai Rp 80,38 miliar. PNBP ini merupakan total dari PNBP Satuan Kerja Badan Layanan Umum (BLU) yang sebesar Rp59,16 miliar dan Satuan Kerja Ditjen Perikanan Budi Daya yang mencapai Rp21,22 miliar.

Sepanjang tahun 2024, mereka juga telah menyalurkan bantuan dari pemerintah untuk mendukung kelompok pembudidaya ikan di berbagai lokasi. Beberapa bantuan tersebut termasuk bibit ikan dan benih rumput laut berkualitas, calon induk ikan yang unggul, kebun bibit rumput laut, pembangunan unit hatchery skala kecil, bantuan bioflok, excavator, rehabilitasi saluran irigasi tambak (PITAP), bantuan pupuk untuk budidaya ikan, dukungan untuk sarana prasarana ikan hias, dan revitalisasi kluster udang.

Share25SendTweet16
Previous Post

Status Gunung Dieng Naik ke Level Waspada, Masyarakat Diminta Waspada

Next Post

BPHN Bisa jadi Rujukan Utama Informasi Hukum Masyarakat

Next Post
BPHN Bisa jadi Rujukan Utama Informasi Hukum Masyarakat

BPHN Bisa jadi Rujukan Utama Informasi Hukum Masyarakat

Tujuan Wisata di Sumut Membludak Selama Libur Nataru

Tujuan Wisata di Sumut Membludak Selama Libur Nataru

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Pemerintah Serahkan Sertifikat KI Dorong Ekonomi Kreatif

1 Mei 2026
Aceh Apresiasi Pembangunan Kampus LIPIA Banda Aceh

Aceh Apresiasi Pembangunan Kampus LIPIA Banda Aceh

1 Mei 2026
USK Perkuat Industri Nilam Aceh Berkelanjutan

USK Perkuat Industri Nilam Aceh Berkelanjutan

1 Mei 2026
Film Pangku Sukses di Bioskop dan Platform Digital

Film Pangku Sukses di Bioskop dan Platform Digital

30 April 2026
OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana Dorong Inklusi Investasi

OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana Dorong Inklusi Investasi

30 April 2026

POPULAR

  • Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Korban Meninggal Dunia Bertambah, KAI Batasi Perjalanan KRL Sampai Stasiun Bekasi

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, KAI Lakukan Evakuasi

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Relaksasi Pelaporan SPT Pajak Diberlakukan Hingga Akhir April

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.