Samarinda, Kabar SDGs – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur mendorong percepatan hilirisasi sektor kelautan dan perikanan dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. Kebijakan ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan nilai tambah hasil tangkapan laut, tetapi juga mencakup penguatan sektor budidaya mulai dari pembesaran di tambak dan kolam, budidaya pesisir, hingga sistem karamba jaring apung.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, menyebut potensi kelautan dan perikanan di daerahnya sangat beragam dan menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun. “Produk perikanan kita bervariasi. Tidak hanya hasil tangkapan, tetapi juga hasil budidaya. Semua ini menjadi bagian penting dalam mendukung hilirisasi,” kata Irma dikutip pada Rabbu (25/2/2026).
Untuk menjaga kualitas dan ketersediaan bahan baku, DKP Kaltim melakukan pembinaan teknis serta pendampingan kepada pelaku usaha baik di sektor tangkap maupun budidaya. Pada perikanan tangkap, pembinaan difokuskan kepada nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama, sedangkan pada sektor budidaya menyasar Kelompok Pembudidaya Ikan. Di sisi hilir, pembinaan juga diberikan kepada Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan agar produk tidak hanya dipasarkan dalam kondisi segar, tetapi diolah menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
Irma menjelaskan bahwa diversifikasi produk menjadi langkah penting dalam meningkatkan nilai ekonomi. “Produk perikanan tidak hanya dikonsumsi segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk turunan seperti bakso ikan, empek-empek, bandeng presto, dan berbagai olahan lainnya yang meningkatkan nilai ekonomi,” jelas Irma.
Selain peningkatan kapasitas produksi, DKP Kaltim turut membuka akses pasar lebih luas melalui fasilitasi sertifikasi kelayakan pengolahan. Pelaku usaha didorong untuk melengkapi persyaratan dasar seperti Nomor Induk Berusaha melalui sistem Online Single Submission sebelum memperoleh Sertifikat Kelayakan Pengolahan hingga menuju Standar Nasional Indonesia.
Ia menambahkan bahwa melalui proses verifikasi dan sertifikasi tersebut, produk olahan perikanan Kalimantan Timur diharapkan mampu menembus pasar modern bahkan pasar ekspor. “Harapannya sektor kelautan dan perikanan mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di Kalimantan Timur,” tukasnya.











Discussion about this post