• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
29 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Sektor Ekonomi Kreatif Relevan untuk Gen Z, Menteri Ekraf Spill 3 Jurus Bikin UMKM Naik Kelas

by Riski Yanti
25 April 2026
Sektor Ekonomi Kreatif Relevan untuk Gen Z, Menteri Ekraf Spill 3 Jurus Bikin UMKM Naik Kelas
26
SHARES
161
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Yogyakarta, KabarSDGs – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan pentingnya penguatan kewirausahaan berbasis inovasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam Entrepreneurs Leadership Conference (ELC) 2026 yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) PT Universitas Gadjah Mada.

BACA JUGA

LITERAIA 2026, Tumbuhkan Semangat Literasi

LITERAIA 2026, Tumbuhkan Semangat Literasi

14 Oktober 2026
Gen Z Impact Fest Dorong Anak Muda Ciptakan Dampak

Gen Z Impact Fest Dorong Anak Muda Ciptakan Dampak

17 September 2026
Rindekraf 2026-2045 Disahkan, Menteri Ekraf Jadikan Pedoman Ekonomi Kreatif Daerah

Rindekraf 2026-2045 Disahkan, Menteri Ekraf Jadikan Pedoman Ekonomi Kreatif Daerah

13 Juli 2026

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa perubahan perilaku pasar menuntut pegiat ekonomi kreatif bukan hanya menjual produk, tetapi mempunyai nilai, cerita dan pengalaman.

“Karena itu, pelaku UMKM tidak cukup bertahan, tetapi harus naik kelas melalui diferensiasi, digitalisasi, dan kolaborasi,” ujar Menteri Ekraf dalam ELC 2026 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat (24/4).

Menteri Ekraf juga menjelaskan, kondisi ekonomi saat ini menyerupai paradoks, di mana pelaku usaha menghadapi tekanan berupa penurunan penjualan dan margin, di sisi lain peluang justru semakin terbuka melalui perkembangan platform digital.

Situasi ini menuntut pelaku usaha untuk cepat beradaptasi dan mampu membaca perubahan perilaku pasar.

Transformasi ini mendorong pergeseran model bisnis dari sekadar menjual produk menjadi menciptakan nilai tambah.

Dalam konteks ini, ekonomi kreatif hadir sebagai pendekatan baru yang menempatkan kreativitas dan inovasi sebagai fondasi utama pertumbuhan usaha.

Menteri Ekraf juga menilai sektor ekonomi kreatif semakin relevan bagi generasi muda, khususnya Gen Z, yang cenderung memilih pekerjaan fleksibel berbasis minat dan teknologi digital.

Karakter ini menjadikan ekonomi kreatif sebagai sektor potensial dalam menyerap tenaga kerja sekaligus menjawab tantangan pengangguran.

Mengusung tema “Bertahan dan Tumbuh di Tengah Turunnya Tingkat Konsumsi Masyarakat: Peran Ekonomi Kreatif bagi UMKM Lokal di Tengah Adaptasi Digital”, ELC 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengembangan bisnis.

Dalam forum tersebut, para narasumber lintas kementerian sepakat bahwa penguatan UMKM tidak hanya bergantung pada inovasi produk, tetapi juga pada dukungan ekosistem yang mencakup digitalisasi, akses pembiayaan, serta kesiapan tenaga kerja yang selaras dengan perkembangan teknologi.

Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan hexahelix antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga keuangan dalam memperkuat daya saing ekonomi kreatif Indonesia.

Partisipasi lebih dari 400 peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap kewirausahaan, khususnya di sektor ekonomi kreatif.

Selain mengikuti diskusi, peserta juga memanfaatkan forum ini untuk membangun jejaring dan memperkuat kesiapan sebagai pelaku usaha masa depan.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Universitas Gadjah Mada, Supriyadi, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta yang mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Kampus tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga ekosistem yang mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif dan kolaboratif,” ujarnya.

Ketua Umum HIPMI PT UGM, Aswin Hadyan, menegaskan bahwa ELC 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas kewirausahaan secara lebih terarah.

“Kami ingin mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memulai usaha, tetapi juga mampu mengembangkan bisnis yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Kementerian Ekraf bersama Kementerian Komunikasi dan Digital menyerahkan penghargaan kepada UMKM terpilih atas inovasi dan kontribusinya dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Kementerian Ekraf memandang HIPMI PT UGM sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem kewirausahaan muda yang progresif.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth yang bertumpu pada inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

“Di tengah ketidakpastian global, yang akan bertahan bukan yang paling besar, tetapi yang paling adaptif,” tutup Menteri Ekraf.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam.

Share10SendTweet7
Previous Post

Bupati Mojokerto Soroti Ketidaktepatan Penyaluran Bansos

Next Post

Erau Kutai Timur 2026 Siap Digelar Di Sangatta

Next Post
Erau Kutai Timur 2026 Siap Digelar Di Sangatta

Erau Kutai Timur 2026 Siap Digelar Di Sangatta

Geliat Industri Kustom Otomotif, Pemerintah Dorong Penguatan untuk Ekspor

Geliat Industri Kustom Otomotif, Pemerintah Dorong Penguatan untuk Ekspor

Discussion about this post

NEWS UPDATE

BIKE Akuisisi Tambang Batu Bara Berau Usaha Mandiri

BIKE Akuisisi Tambang Batu Bara Berau Usaha Mandiri

28 Oktober 2026
Kaltim Perkuat Pencegahan Kecacingan pada Anak

Kaltim Perkuat Pencegahan Kecacingan pada Anak

28 Oktober 2026
PPU Matangkan Peta Jalan CSR untuk Pembangunan Daerah

PPU Matangkan Peta Jalan CSR untuk Pembangunan Daerah

28 Oktober 2026
Kutai Timur Perluas Akses Modal Usaha hingga Pelosok Desa

Kutai Timur Perluas Akses Modal Usaha hingga Pelosok Desa

28 Oktober 2026
PGN Perluas Edukasi Jargas untuk Warga Surabaya

PGN Perluas Edukasi Jargas untuk Warga Surabaya

27 Oktober 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4048 shares
    Share 1619 Tweet 1012
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3438 shares
    Share 1375 Tweet 860
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4022 shares
    Share 1609 Tweet 1006
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4076 shares
    Share 1630 Tweet 1019
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3987 shares
    Share 1595 Tweet 997

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.