Kalimantan Timur, Kabar SDGs – Jumlah desa yang menikmati aliran listrik dari PT PLN (Persero) di Provinsi Kalimantan Timur terus mengalami peningkatan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat dalam kurun satu tahun terakhir sebanyak 38 desa baru telah berhasil terhubung dengan jaringan listrik PLN.
Penambahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Listrik Desa (LISDES) 2025–2026 yang dijalankan melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan PT PLN (Persero). Program ini bertujuan memperluas akses listrik hingga ke wilayah pedesaan dan daerah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan listrik nasional.
Berdasarkan data pemerintah daerah, dari total 1.038 desa yang ada di Kalimantan Timur, sebelumnya sekitar 928 desa telah menikmati layanan listrik dari PLN. Sementara itu, sekitar 110 desa lainnya masih bergantung pada sumber listrik non-PLN.
Dengan tambahan 38 desa yang kini tersambung ke jaringan listrik PLN, jumlah desa yang belum teraliri listrik PLN berkurang menjadi 73 desa.
Program LISDES menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses energi.
“Melalui kolaborasi dengan PLN, pemerintah daerah menargetkan rasio desa berlistrik di Kalimantan Timur dapat mencapai 100 persen pada tahun 2027,” bunyi keterangan resmi Pemprov Kaltim, Jum’at (6/3/2026).
Akses listrik dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain mendukung aktivitas rumah tangga, ketersediaan listrik juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan di wilayah pedesaan.
Dengan semakin bertambahnya desa yang terhubung dengan jaringan listrik PLN, pemerintah berharap kesenjangan pembangunan antara kawasan perkotaan dan pedesaan di Kalimantan Timur dapat semakin berkurang.












Discussion about this post