Malang, Kabar SDGs – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya kembali menambah jajaran profesor melalui pengukuhan dua guru besar baru, yakni Prof. Defri Yona, S.Pi., M.Sc.Stud., D.Sc. dalam bidang Pencemaran Laut serta Prof. Ir. Bambang Semedi, M.Sc., Ph.D. dalam bidang Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Kelautan. Pengukuhan keduanya dilaksanakan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Brawijaya di Gedung Samantha Krida pada Rabu (10/6/2026).
Penambahan dua profesor tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas akademik, penelitian, dan inovasi di lingkungan FPIK UB, khususnya pada bidang ilmu kelautan dan perikanan. Dengan dikukuhkannya Prof. Defri Yona, Program Studi Ilmu Kelautan kini memiliki tiga guru besar aktif yang diharapkan mampu memperkuat pengembangan keilmuan di masa mendatang.
Dalam acara syukuran pengukuhan yang berlangsung di Auditorium Lantai 8 FPIK UB, Prof. Defri Yona menegaskan bahwa pencapaian sebagai guru besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Menjadi guru besar bukan akhir, tetapi awal. Ini adalah amanah untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Defri.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan pengembangan ilmu pengetahuan yang telah dibangun oleh para akademisi sebelumnya.
“Saat ini Ilmu Kelautan memiliki tiga guru besar. Ini merupakan estafet keilmuan yang dibangun oleh para pendahulu dan harus terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Pencapaian ini tidak mungkin diraih sendiri. Saya berterima kasih kepada Universitas Brawijaya dan FPIK yang telah menyediakan lingkungan akademik yang memungkinkan kami tumbuh dan berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Bambang Semedi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Kelautan menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya hingga mencapai jabatan profesor.
“Dengan ketulusan hati saya mengucapkan terima kasih kepada Prof. Osawa, seluruh tenaga kependidikan, kolega, istri tercinta, dan anak-anak saya yang selalu mendukung perjalanan akademik ini,” ungkap Prof. Bambang.
Sebagai akademisi yang banyak meneliti pemetaan sumber daya kelautan dan teknologi penginderaan jauh, Prof. Bambang terus mendorong pemanfaatan teknologi modern dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Dalam pidato pengukuhannya, ia memperkenalkan konsep MARINESCAPE, sebuah sistem yang menggabungkan teknologi penginderaan jauh dan machine learning untuk membantu memprediksi zona potensial penangkapan ikan di tengah tantangan perubahan iklim.
Dekan FPIK Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Sc. Asep Awaludin Prihanto, S.Pi., M.P., menilai bertambahnya jumlah guru besar menjadi indikator meningkatnya kualitas dan kapasitas akademik fakultas. Menurutnya, hal tersebut juga akan memperkuat kontribusi FPIK UB dalam menghasilkan penelitian dan inovasi yang mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional.
Pengukuhan dua guru besar tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak riset unggulan, memperluas kolaborasi akademik baik di tingkat nasional maupun internasional, serta menghasilkan berbagai inovasi yang dapat menjawab tantangan di bidang pengelolaan lingkungan laut, perubahan iklim, dan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
Pencapaian ini sekaligus memperkuat komitmen FPIK Universitas Brawijaya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, inovasi, penanganan perubahan iklim, pelestarian ekosistem laut, serta penguatan kemitraan melalui pengembangan jejaring akademik dan riset yang berkelanjutan.










Discussion about this post