• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 Februari 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Klarifikasi Distribusi Ayam Japfa Pastikan Pasar Lokal Prioritas

by SDGS Admin
17 Januari 2026
Klarifikasi Distribusi Ayam Japfa Pastikan Pasar Lokal Prioritas
19
SHARES
120
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BACA JUGA

Gubernur Aceh Tinjau Peternakan Modern di Tiongkok untuk Proyek Industri Unggas Terpadu

Gubernur Aceh Tinjau Peternakan Modern di Tiongkok untuk Proyek Industri Unggas Terpadu

18 Oktober 2025
BUMKam Warga Makmur Jaya Sukses Kelola Peternakan Ayam Petelur di Tulang Bawang

BUMKam Warga Makmur Jaya Sukses Kelola Peternakan Ayam Petelur di Tulang Bawang

28 Agustus 2025
Dinas Perikanan Karawang Larang Pemberian Pakan Ayam Tiren untuk Ikan

Dinas Perikanan Karawang Larang Pemberian Pakan Ayam Tiren untuk Ikan

1 Agustus 2025

Kota Tanjungpinang, Kabar SDGs – PT Indojaya Agrenusa (PT Japfa) angkat bicara menanggapi isu kelangkaan stok ayam di pasar lokal Kepulauan Riau yang dinilai terjadi bersamaan dengan besarnya pengiriman ke wilayah Batam. Manajemen perusahaan menegaskan distribusi ayam ras potong tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah operasional utama, yakni Pulau Bintan yang meliputi Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.

Perwakilan Manajemen PT Japfa, Roberto Cozyro, mengatakan bahwa pengiriman ayam ke Batam hanya dilakukan setelah pasar lokal dinyatakan terpenuhi. Menurutnya, Bintan dan Tanjungpinang merupakan prioritas utama dalam sistem distribusi perusahaan. “Prioritas kami tetap Bintan dan Tanjungpinang. Setelah tercukupi, baru kelebihannya kami kirim ke Batam,” ujar Roberto saat dihubungi seputarkita.co, Selasa, 13 Januari 2026.

Roberto menjelaskan, kapasitas panen harian PT Japfa saat ini berada di kisaran 6.000 hingga 10.000 ekor ayam. Distribusi hasil panen tersebut dilakukan melalui mekanisme delivery order (DO) yang aktif setiap hari. “Tiga DO untuk wilayah Bintan-Tanjungpinang dan tiga DO untuk wilayah Batam,” katanya.

Terkait keluhan masyarakat soal tingginya harga ayam di Pulau Bintan, Roberto menegaskan bahwa harga ayam dari kandang tetap stabil dan mengacu pada ketentuan pemerintah. Ia menyebut harga jual di tingkat kandang mengikuti harga acuan yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas). “Harga ayam dari kandang kami mengikuti harga yang ditetapkan BAPANAS, yaitu Rp25.000 per kilogram,” jelasnya.

PT Japfa juga membantah anggapan bahwa pengiriman ayam ke Batam didorong oleh keinginan mengejar margin keuntungan yang lebih tinggi. Menurut Roberto, harga jual dari kandang dipastikan sama untuk pasar Bintan maupun Batam. Batam, kata dia, diposisikan sebagai pasar strategis untuk mengantisipasi kelebihan stok di wilayah produksi. “Harga jual dari kandang dipastikan sama baik untuk pasar Bintan maupun Batam. Pasar Batam dipandang strategis untuk mengantisipasi kelebihan stok atau overstock,” ujarnya.

Selain melayani pasar domestik, PT Japfa juga menjalankan pengiriman ayam untuk kebutuhan ekspor dengan volume sekitar 25.000 ekor dalam sekali pengiriman. Sementara itu, menanggapi dugaan adanya permainan harga atau penimbunan di tingkat distribusi, perusahaan menegaskan hanya bekerja sama dengan broker yang memiliki komitmen menjaga stabilitas harga.

“Kami melakukan seleksi ketat terhadap para mitra. Audit internal kami lakukan dengan hanya mempertahankan broker yang bersedia menjaga integritas rantai pasok demi melindungi pedagang kecil serta konsumen akhir,” pungkas Roberto.

Share8SendTweet5
Previous Post

Aceh Utara Optimalkan Kayu Hanyutan untuk Huntara Pascabencana

Next Post

Surabaya Tekan Biaya Sampah Lewat Rumah Kompos Tantangan Timbulan Masih Tinggi

Next Post
Surabaya Tekan Biaya Sampah Lewat Rumah Kompos Tantangan Timbulan Masih Tinggi

Surabaya Tekan Biaya Sampah Lewat Rumah Kompos Tantangan Timbulan Masih Tinggi

Tradisi Merohom Bukit Batu Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Tradisi Merohom Bukit Batu Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Batam Perkuat Daya Tarik Investasi Maritim Jerman

Batam Perkuat Daya Tarik Investasi Maritim Jerman

14 Februari 2026
Badung Perkuat Kelola Sampah dari Rumah Tangga

Badung Perkuat Kelola Sampah dari Rumah Tangga

14 Februari 2026
Sepatu Aveka Tembus Empat Besar Shopee Jagoan UMKM

Sepatu Aveka Tembus Empat Besar Shopee Jagoan UMKM

13 Februari 2026
Taman Kampung Baru Jadi Ruang Hijau Warga

Taman Kampung Baru Jadi Ruang Hijau Warga

13 Februari 2026
Dosen UIN Ar Raniry Raih Juara Research Expo 2026

Dosen UIN Ar Raniry Raih Juara Research Expo 2026

13 Februari 2026

POPULAR

  • BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Indonesia Peringkat Kedua Negara Paling Rentan Penipuan Digital Dunia

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Imlek Nasional 2026 Angkat Harmoni Budaya Nusantara

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Honda Perkenalkan New CR-V e HEV di IIMS 2026

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Honda Jazz 2026 Muncul Kembali di Tengah Tekanan Mobil Listrik

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.