Pelalawan, Kabar SDGs – Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah untuk memulihkan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo melalui program rehabilitasi hutan dan lahan. Penegasan tersebut disampaikannya melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Minggu (21/12/2025), sekaligus menjawab perhatian publik terhadap upaya pemulihan kawasan yang sebelumnya dirambah kebun sawit ilegal.
Dalam penjelasannya, Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai jenis bibit pohon untuk mendukung restorasi ekosistem Tesso Nilo. “Bibit yang disiapkan antara lain trembesi, mahoni, kulim, sengon, aren, pulai, jengkol, petai, dan durian,” ujar Raja Juli Antoni.
Ia menerangkan bahwa penyiapan bibit dilakukan seiring dengan penertiban dan penumbangan tanaman sawit di dalam kawasan taman nasional. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga memastikan proses pemulihan lingkungan dapat berjalan cepat dan berkelanjutan. “Selain menumbangkan sawit, kami juga menyiapkan bibit untuk ditanam di Tesso Nilo dan taman nasional lainnya,” jelasnya.
Dalam video yang sama, Menteri Kehutanan juga memperlihatkan momen penanaman bibit kulim di kawasan Tesso Nilo. Ia berharap bibit tersebut dapat tumbuh dengan baik dan berkontribusi dalam mengembalikan tutupan hutan alami yang telah mengalami degradasi dalam beberapa tahun terakhir.
Raja Juli Antoni menekankan bahwa ketersediaan bibit sejak awal menjadi faktor penting agar rehabilitasi hutan dan lahan dapat langsung dilakukan ketika proses dialog dengan masyarakat mencapai kesepakatan pengembalian lahan. “Bibit harus diperbanyak, supaya saat masyarakat menyerahkan kebun, kita siap langsung melakukan rehabilitasi hutan dan lahan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemulihan kawasan Tesso Nilo dilakukan melalui pendekatan ekologis dan sosial secara bersamaan. Proses relokasi masyarakat dari kawasan taman nasional, menurutnya, bukanlah bentuk penggusuran, melainkan jalan damai untuk memberikan kepastian hukum bagi warga. “Ini bukan hari permusuhan, tapi hari bahagia karena masyarakat mendapatkan kepastian hukum untuk mengelola kebun sawit baru di luar kawasan Tesso Nilo melalui skema hutan kemasyarakatan,” pungkasnya.












Discussion about this post