• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
11 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

FKGI Desak Aksi Nyata untuk Selamatkan Habitat Gajah di Tesso Nilo

by SDGS Admin
27 Juni 2025
FKGI Desak Aksi Nyata untuk Selamatkan Habitat Gajah di Tesso Nilo
24
SHARES
150
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Pekanbaru, Kabar SDGs – Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI) menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi kritis habitat gajah sumatera di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau. Organisasi ini mendesak adanya langkah konkret dan kolaboratif untuk menghentikan degradasi lingkungan serta mengembalikan fungsi ekologis kawasan tersebut.

Tesso Nilo diketahui sebagai kantong habitat terpenting bagi gajah sumatera di wilayah Riau. Namun, keberadaan satwa langka ini terus terancam akibat deforestasi, perambahan lahan, dan meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar.

BACA JUGA

BBKSDA Riau Selidiki Dugaan Perburuan Gajah di Pelalawan

BBKSDA Riau Selidiki Dugaan Perburuan Gajah di Pelalawan

9 Februari 2026
Relokasi Warga Tesso Nilo Dimulai

Relokasi Warga Tesso Nilo Dimulai

23 Desember 2025
Menhut Siapkan Rehabilitasi Tesso Nilo

Menhut Siapkan Rehabilitasi Tesso Nilo

23 Desember 2025

“Gajah sumatera memegang peranan penting sebagai indikator kesehatan ekosistem hutan. Jika kita kehilangan mereka di Tesso Nilo, maka kita menghadapi keruntuhan sistem ekologis yang lebih luas,” ujar Ketua FKGI, Donny Gunaryadi.

Data menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen kawasan hutan di Tesso Nilo telah rusak akibat aktivitas ilegal. Populasi gajah di wilayah ini diperkirakan menyusut hingga tinggal sekitar 150 ekor dan terus mengalami penurunan. Hilangnya habitat alami menyebabkan meningkatnya kontak antara gajah dan manusia, yang sering berujung pada konflik dan perburuan.

Koordinator Advokasi dan Kebijakan FKGI, Dewa Gumay, menekankan bahwa upaya pelestarian tidak bisa dilakukan secara parsial. “Keberhasilan konservasi harus dibangun melalui kerja sama berbagai pihak — dari pembuat kebijakan, aparat penegak hukum, hingga masyarakat setempat. Pendekatan berbasis lanskap yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan,” jelasnya.

FKGI merumuskan lima langkah strategis untuk menyelamatkan Tesso Nilo dan gajah sumatera yang hidup di dalamnya:

  1. Restorasi habitat melalui rehabilitasi area yang telah rusak.
  2. Penegakan hukum tegas terhadap pelaku perambahan dan pembalakan liar.
  3. Pemberdayaan masyarakat lokal dengan menyediakan insentif dan sumber penghidupan alternatif yang berkelanjutan.
  4. Pendekatan berbasis bentang alam yang tidak terbatas pada batas administratif taman nasional.
  5. Monitoring populasi gajah secara rutin, didukung teknologi dan riset ilmiah.

FKGI juga mengajak pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, hingga masyarakat umum untuk terlibat dalam upaya pelestarian Tesso Nilo, yang kini menjadi benteng terakhir bagi kelangsungan hidup gajah sumatera di Riau.

“Melindungi Tesso Nilo adalah kewajiban bersama. Gajah adalah simbol kebanggaan Sumatera. Kita tak boleh berpangku tangan melihat mereka terusir dari habitat alaminya,” tegas Donny menutup pernyataannya.

Share10SendTweet6
Previous Post

Indonesia Uji Coba Taksi Terbang Pertama

Next Post

Pemkab Gresik Salurkan Insentif untuk Ribuan Penghafal Al-Qur’an

Next Post
Pemkab Gresik Salurkan Insentif untuk Ribuan Penghafal Al-Qur’an

Pemkab Gresik Salurkan Insentif untuk Ribuan Penghafal Al-Qur’an

Pedagang Pasar Baru Gresik Keluhkan Distribusi Minyakita Tak Lancar, Harga Melejit di Atas HET

Pedagang Pasar Baru Gresik Keluhkan Distribusi Minyakita Tak Lancar, Harga Melejit di Atas HET

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Dirut PLN Raih Penghargaan Green Leadership PROPER

Dirut PLN Raih Penghargaan Green Leadership PROPER

11 April 2026
Kemnaker Dorong Sertifikasi Peserta Magang Nasional

Kemnaker Dorong Sertifikasi Peserta Magang Nasional

11 April 2026
Usaha Kue Rumahan Yulianti Tumbuh Berkat Ketekunan

Usaha Kue Rumahan Yulianti Tumbuh Berkat Ketekunan

11 April 2026
Respons Aspirasi Masyarakat, Kementerian PU  Perbaiki Jalan Taan–Bela’–Kopeang di Mamuju

Respons Aspirasi Masyarakat, Kementerian PU  Perbaiki Jalan Taan–Bela’–Kopeang di Mamuju

10 April 2026
Jember Prioritaskan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

Jember Prioritaskan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

10 April 2026

POPULAR

  • Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat

    Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    25 shares
    Share 10 Tweet 6

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.