Bogor, Kabar SDGs – Upaya kemanusiaan untuk membantu warga terdampak bencana besar di Sumatra kembali digerakkan melalui keberangkatan relawan gelombang ketiga yang dilakukan Gerakan Anak Negeri (GAN) bersama Pemerintah Kabupaten Bogor. Pengiriman ini menjadi lanjutan dari respons cepat sebelumnya, setelah akses darat sempat terputus, ribuan warga terpaksa mengungsi, dan layanan kesehatan di sejumlah titik lumpuh akibat tingginya jumlah korban.
Penanggung Jawab Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu, menegaskan bahwa gelombang ketiga ini membawa dukungan vital berupa pasokan medis dalam jumlah besar, terutama obat-obatan yang kini menjadi kebutuhan mendesak di lokasi terdampak. “Ini kita gelombang ketiga, dan kali ini kita bawa obat sangat banyak, hampir setengah ton. Keperluan obat di lokasi bencana sangat banyak karena jumlah pasien juga banyak,” ujarnya, Selasa, 9 Desember 2025.
Dalam rombongan tersebut terdapat dua dokter dan empat perawat, sehingga total relawan yang diberangkatkan mencapai delapan orang. Mereka akan memperkuat tim GAN yang sudah berada di lapangan sejak delapan hari lalu. “Ini hari ke-8 tim Gerakan Anak Negeri ada di lokasi bencana, dan kita telah merawat 1.000 pasien. Mudah-mudahan gelombang ketiga ini bisa memberikan manfaat yang lebih banyak,” jelas Hazairin.
Setibanya di Bandara Silangit, Sumatra Utara, relawan akan melanjutkan perjalanan darat menuju posko utama yang berjarak sekitar tujuh hingga delapan jam. Medan yang berat serta cuaca yang masih tidak menentu menjadi tantangan tersendiri dalam proses distribusi bantuan maupun pelayanan medis. Namun tantangan itu tak menyurutkan optimisme. “Mudah-mudahan kita bisa melakukan kegiatan, tugas kemanusiaan dengan baik dan semua berjalan lancar,” singkatnya.
Bantuan obat-obatan yang dibawa relawan gelombang ketiga ini diharapkan mampu menutup kebutuhan mendesak seiring meningkatnya jumlah pasien pascabencana yang mengguncang Sumatra sejak akhir November. Kolaborasi antara Gerakan Anak Negeri dan Pemerintah Kabupaten Bogor menjadi langkah penting dalam memperkuat penanganan banjir bandang serta longsor yang melanda kawasan Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Aceh. GAN sendiri telah berpengalaman menangani berbagai bencana nasional, mulai dari Tsunami Aceh, Nias, Sinabung, Merapi, Bantul, Pangandaran, Palu, Ambon, Semeru, hingga Cianjur.












Discussion about this post