Karawang, Kabar SDGs – Tekanan fiskal mulai dirasakan sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Karawang yang menghadapi pengetatan anggaran di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah mencari sumber daya tambahan agar layanan publik tetap berjalan optimal. Dalam situasi ini, Ghazali Center (Research & Consulting) menilai peran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR) semakin krusial bagi keberlanjutan pembangunan daerah.
Direktur Ghazali Center Lili Gojali menjelaskan bahwa CSR bukan lagi sekadar program pelengkap perusahaan, melainkan harus dipandang sebagai instrumen strategis untuk menopang kebutuhan masyarakat. “Ketika ruang fiskal semakin terbatas, optimalisasi CSR menjadi langkah realistis untuk menjaga keberlanjutan pelayanan publik,” katanya, Senin (8/12).
Ia mengingatkan keberadaan Perda Karawang Nomor 07 Tahun 2020 yang mengatur pedoman pelaksanaan CSR dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kebermanfaatan. Namun, menurut Lili, penerapan di lapangan masih perlu diperkuat. “Potensi CSR di Karawang sangat besar karena banyaknya perusahaan yang beroperasi. Tantangannya adalah memastikan program yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak yang terukur,” paparnya.
Ghazali Center mendorong adanya kolaborasi lebih erat antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa setiap program CSR mampu menjawab kebutuhan prioritas warga, terutama di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif. “Ini bukan hanya soal bantuan perusahaan, tetapi bagaimana memanfaatkan kemitraan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” terangnya.
Sebagai lembaga riset dan konsultan kebijakan publik, Ghazali Center menegaskan komitmennya untuk terus mendorong edukasi dan penguatan tata kelola CSR yang profesional dan berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Dengan optimalisasi potensi CSR, Karawang diharapkan mampu menjaga stabilitas layanan publik meski berada dalam tekanan fiskal yang semakin ketat.












Discussion about this post