Jakarta, Kabar SDGs – PT United Tractors Tbk (UT), anak usaha PT Astra International Tbk, terus memperlihatkan langkah nyata dalam mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060 yang dicanangkan pemerintah. Komitmen itu diwujudkan melalui pengelolaan emisi gas rumah kaca, efisiensi konsumsi energi, serta pemanfaatan energi terbarukan.
Upaya UT sejalan dengan peta jalan Astra Net Zero Pathway, di mana target pengurangan emisi Scope 1 dan 2 ditetapkan tercapai pada 2050. Sebagai tonggak awal, UT menargetkan penurunan emisi 30 persen pada 2030. Hingga tahun 2024, perusahaan mencatat penurunan sebesar 11,15 persen dibanding baseline 2019.
“Pemanfaatan energi menjadi pondasi utama dalam mendukung kelangsungan operasional bisnis UT. Dengan mengandalkan pasokan energi dari listrik dan bahan bakar, UT terus mengupayakan efisiensi dan optimalisasi penggunaan energi guna memastikan operasional yang andal dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Head of Corporate Governance and Sustainability Division United Tractors, Sara K. Loebis, Selasa 19 Agustus 2025.
Sara menambahkan, pencapaian pengurangan emisi itu didukung kontribusi energi terbarukan yang sudah mencapai porsi 31,94 persen dalam struktur pemakaian energi perusahaan.
Seiring dengan pencapaian tersebut, United Tractors mengembangkan sejumlah inisiatif berkelanjutan. Di antaranya penggunaan biodiesel B35 pada operasional bisnis, pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC) hasil kerja sama dengan PT PLN sejak 2022, serta pemasangan pembangkit listrik tenaga surya melalui anak usaha PT Energia Prima Nusantara yang pada 2024 menghasilkan listrik terbarukan hingga 3.707,60 MWh.
Tak hanya itu, kantor pusat United Tractors juga menerapkan konsep Green Building dengan sistem pencahayaan alami, lampu LED, HVAC hemat energi, dan pemantauan konsumsi listrik berbasis Internet of Things (IoT). Konsistensi tersebut mengantarkan UT meraih ASEAN Energy Award pada September 2024.
Untuk mendukung efisiensi energi, UT menjalankan pelatihan operator, penggunaan alat berat hemat energi, hingga pemanfaatan big data dashboard untuk mengawasi konsumsi bahan bakar dan operasional alat berat di sektor pertambangan.
“UT berhasil mencatat penurunan emisi GRK untuk Scope 1 dan Scope 2 sebesar 11,15 persen pada 2024 dari baseline 2019, seiring dengan upaya nyata dalam pengelolaan lingkungan yang terencana dan terukur,” tutur Sara.












Discussion about this post