• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
16 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Indonesia Menuju Net-Zero— Panduan Menjadi Pemimpinan Global dalam Transisi Hijau

Laporan Kearney

by Riski Yanti
5 Desember 2024
Indonesia Menuju Net-Zero— Panduan Menjadi Pemimpinan Global dalam Transisi Hijau
39
SHARES
243
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Kearney merilis kerangka kerja berupa lima pilar dan lima sektor pendorong yang akan mengarahkan Indonesia menuju emisi net-zero pada 2060

JAKARTA, KabarSDGs – Indonesia berada dalam posisi unik untuk menjadi pemimpin global dalam transisi hijau, menurut laporan terbaru Kearney, sebuah perusahaan konsultan manajemen global terkemuka.

BACA JUGA

Pertamina Perkuat Kapasitas UMKM di Kalimantan

Pertamina Perkuat Kapasitas UMKM di Kalimantan

5 Oktober 2026
50 Produk UMKM Pekanbaru Dikurasi Indomaret

50 Produk UMKM Pekanbaru Dikurasi Indomaret

20 September 2026
Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

11 September 2026

Berjudul “Jalur Indonesia Menuju Net Zero 2060”, laporan ini menguraikan kerangka komprehensif untuk mencapai target emisi net-zero Indonesia yang ambisius pada tahun 2060, menampilkan potensinya untuk menjadi model global bagi pembangunan berkelanjutan.

Komitmen Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan sudah terlihat dalam beberapa inisiatif utama: penandatanganan rencana investasi energi terbarukan senilai $20 miliar; keberhasilan penyelenggaraan presidensi G20 pada tahun 2022; peluncuran dekrit FOLU Net Sink 2030 untuk mempromosikan pertanian berkelanjutan; dan partisipasi aktifnya dalam Just Energy Transition Partnership (JETP).

Tindakan-tindakan ini menunjukkan pendekatan proaktif Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim dan komitmennya untuk berkolaborasi dengan mitra internasional guna mencapai tujuan keberlanjutan bersama.

“Indonesia berada pada momen penentuan. Negara ini memiliki komitmen yang jelas untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK),” kata Shirley Santoso, Direktur Utama Kearney Indonesia.

“Sekarang, fokus kita harus beralih untuk menunjukkan kemajuan yang nyata dalam pengurangan emisi sambil mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Perjalanan ini menghadirkan tantangan besar sekaligus peluang yang luar biasa untuk diversifikasi ekonomi dan kemajuan teknologi. Laporan ini memberikan rencana strategis untuk menuntun kita.”

Penelitian Kearney mengidentifikasi lima sektor utama yang berkontribusi pada emisi GRK Indonesia: 55% berasal dari pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan (AFOLU), 26% dari energi, 8% dari transportasi, 8% dari sampah, dan 3% dari proses industri dan produksi (IPPU).

Laporan ini menguraikan kerangka intervensi yang terarah di setiap sektor, dengan pendekatan dua arah: tindakan spesifik sektor dan pendorong lintas sektor yang penting.

Tindakan spesifik sektor adalah:
AFOLU (Agriculture, Forestry, and Land Use): Menciptakan penampung karbon neto dari kehutanan dan penggunaan lahan, menjalankan program restorasi, mencegah deforestasi, dan meningkatkan pertanian yang berkelanjutan.

Energi: Meningkatkan efisiensi energi, mempercepat penerapan energi terbarukan (termasuk solusi hibrida), dan memanfaatkan teknologi CCS untuk menghilangkan emisi yang tidak dapat dihindari.

Transportasi: Merevitalisasi transportasi perkotaan, meningkatkan standar efisiensi

bahan bakar, berinvestasi besar-besaran pada kendaraan listrik, dan secara proaktif berinvestasi dalam mobilitas hidrogen.
Sampah: Mengelola limbah industri dengan ketat, mengurangi limbah padat di kota melalui penegakan hukum dan partisipasi aktif pemangku kepentingan, dan memastikan pengolahan air limbah domestik yang lengkap.

IPPU (Industrial Processes and Production Use): Modernisasi dan mendekarbonisasi industri berintensitas emisi tinggi dengan mengadopsi teknologi hijau dan menegakkan standar emisi.

Pendorong lintas sektor yang sangat penting untuk mempercepat transisi hijau:

Kebijakan Ekosistem Hijau: Membentuk kerangka regulasi yang efektif, termasuk teknologi bersih dan penetapan harga karbon.

Kebijakan teknologi bersih harus mencakup seluruh rantai nilai. Penetapan harga karbon melalui pajak dan kredit akan memberikan insentif ekonomi untuk mengurangi emisi.

Pembiayaan Hijau (“Green Financing”): Mencapai net zero pada 2060 memerlukan investasi sebesar $2,4 triliun atau $62 miliar per tahun. Saat ini, ESG telah menjadi fokus utama bagi investor global.

Indonesia harus mengurangi hambatan penanaman modal asing dan menyesuaikan pedoman pinjaman untuk menarik modal bagi investasi hijau.

Teknologi Hijau: Sangat penting untuk beralih dari teknologi yang berintensitas karbon tinggi, ke solusi hijau yang inovatif. R&D yang terfokus akan mendorong adopsi teknologi baru.

Kemitraan Transisi Energi yang Adil: Memastikan inklusivitas dengan mendukung kelompok-kelompok rentan, seperti UMKM di industri dengan karbon tinggi, petani kecil, dan tenaga kerja Indonesia secara menyeluruh.

Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat: Meningkatkan kesadaran sangat penting, sebab 64% orang Indonesia masih ragu untuk mengalokasikan sumber daya mereka untuk perubahan iklim.

Program komunitas dan kampanye media sosial dapat menciptakan pemahaman dan urgensi untuk bertindak nyata.

Pada tahun 2022, Indonesia adalah negara penghasil emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terbesar kelima secara absolut, setelah China, Amerika Serikat, India, dan Rusia.

Ekonomi Indonesia juga secara historis bergantung pada industri yang menggunakan sumber daya bahan bakar fosil negara ini, yang tinggi emisi.

“Perencanaan yang efektif dan pelaksanaan yang ketat sangat penting untuk mempercepat transisi dan memastikan hasil yang adil dan inklusif,” jelas Som Panda, Principal di Kearney Indonesia.

Perubahan iklim menghadirkan tantangan ekonomi dan lingkungan yang signifikan yang tidak dapat diatasi oleh satu pihak saja.

Masa depan net zero hanya dapat dicapai melalui upaya kolektif dari semua pihak yang terlibat, termasuk pemerintah, bisnis dan korporasi, investor, dan masyarakat.

Dengan momentum yang diperbarui ini, sekarang saatnya untuk bertindak, melaksanakan, dan mentransformasi negara ini.

Share16SendTweet10
Previous Post

Kolaborasi Pariwisata dalam Menyambut Libur Natal dan Tahun Baru Dinilai Perlu

Next Post

Potensi Ekspor Kelapa dan Produk Turunannya di Kancah Internasional

Next Post
Potensi Ekspor Kelapa dan Produk Turunannya di Kancah Internasional

Potensi Ekspor Kelapa dan Produk Turunannya di Kancah Internasional

Presiden Prabowo Nilai Industri Keuangan Jadi Benteng Kedaulatan Bangsa

Presiden Prabowo Nilai Industri Keuangan Jadi Benteng Kedaulatan Bangsa

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Prashanti Hotel Lampung Gelar Topping Off Siap Hadirkan Konsep Wellness

Prashanti Hotel Lampung Gelar Topping Off Siap Hadirkan Konsep Wellness

14 Oktober 2026
Elnusa Bidik Pasar Internasional untuk Perkuat Pertumbuhan Bisnis

Elnusa Bidik Pasar Internasional untuk Perkuat Pertumbuhan Bisnis

14 Oktober 2026
Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System

Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System

14 Oktober 2026
Kaltim Kekurangan Pasokan Daging Domba hingga 50 Persen Kebutuhan

Kaltim Kekurangan Pasokan Daging Domba hingga 50 Persen Kebutuhan

14 Oktober 2026
Aktivasi Creative Hub Perkuat 50 Talenta Kreatif di Banten

Aktivasi Creative Hub Perkuat 50 Talenta Kreatif di Banten

14 Oktober 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3795 shares
    Share 1518 Tweet 949
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3786 shares
    Share 1514 Tweet 947
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4084 shares
    Share 1634 Tweet 1021
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3732 shares
    Share 1493 Tweet 933
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3697 shares
    Share 1479 Tweet 924

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.