• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
15 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Karawang Waspadai Leptospirosis Pasca Banjir

by SDGS Admin
17 Juli 2025
Karawang Waspadai Leptospirosis Pasca Banjir
26
SHARES
163
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Kabupaten Karawang, Kabar SDGs – Usai musim penghujan yang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit leptospirosis. Penyakit ini rentan muncul di lingkungan yang tergenang air dan tidak higienis, terutama di daerah rawan banjir.

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karawang, dr. Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan bahwa leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira, yang umumnya dibawa oleh tikus.

BACA JUGA

Penyakit Kronis Dominasi Kunjungan Pasien RS Adam Malik Sepanjang 2025

Penyakit Kronis Dominasi Kunjungan Pasien RS Adam Malik Sepanjang 2025

22 Januari 2026
Sumatera Barat Catat Kasus Demam Tertinggi Pascabanjir

Sumatera Barat Catat Kasus Demam Tertinggi Pascabanjir

7 Desember 2025
Denpasar Bergerak Bersama Akhiri Polio

Denpasar Bergerak Bersama Akhiri Polio

29 Oktober 2025

“Bakteri ini hidup di ginjal hewan, terutama tikus, dan keluar bersama urine. Ketika air tercemar dan seseorang bersentuhan dengan air itu, apalagi jika memiliki luka terbuka, maka risiko tertular sangat tinggi,” kata dr. Yayuk.

Penularan juga bisa terjadi melalui selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut jika terkena air yang sudah terkontaminasi. Kondisi ini kerap ditemukan pada masa banjir atau saat masyarakat beraktivitas di area yang lembap dan tidak menggunakan alat pelindung diri.

Gejala leptospirosis bisa muncul dalam berbagai tingkat keparahan. Umumnya, penyakit ini diawali dengan demam tinggi, nyeri otot pada betis dan punggung, mual, serta mata memerah. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa berkembang menjadi lebih serius, termasuk kulit dan mata menguning (ikterik), gangguan pernapasan, pendarahan, hingga meningitis.

“Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan darah atau urin. Pada kasus berat, pasien bisa mengalami gagal ginjal dan memerlukan cuci darah,” jelasnya.

Meski hingga pertengahan Juli 2025 belum ada laporan kasus leptospirosis yang masuk ke Dinkes Karawang, dr. Yayuk menegaskan bahwa langkah pencegahan tetap harus dikedepankan. Masyarakat diminta menghindari kontak langsung dengan air banjir, dan jika harus melintas atau bekerja di area tersebut, disarankan menggunakan sepatu boot dan alat pelindung lainnya.

Dinkes juga mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada leptospirosis, khususnya setelah berada di lingkungan pascabanjir.

Dengan kewaspadaan kolektif dan pencegahan yang tepat, risiko penularan leptospirosis di Karawang dapat ditekan. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat dalam kerangka pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama Goal 3 terkait kehidupan sehat dan kesejahteraan.

Share10SendTweet7
Previous Post

Film Pelangi di Tengah Hujan Usung Nuansa Karawang dan Semangat Edukasi Anak

Next Post

Bali Jalin Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Swiss

Next Post
Bali Jalin Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Swiss

Bali Jalin Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Swiss

Klungkung Perkuat Literasi Digital Guru Lewat Pelatihan Koding dan AI

Klungkung Perkuat Literasi Digital Guru Lewat Pelatihan Koding dan AI

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Gandeng PolTax UI, Kementerian Ekraf Siapkan Usulan Royalti yang Adaptif

Gandeng PolTax UI, Kementerian Ekraf Siapkan Usulan Royalti yang Adaptif

14 April 2026
Game Lokal Dapat Respons Positif Dunia, Kementerian Ekraf Apresiasi KuloNiku

Game Lokal Dapat Respons Positif Dunia, Kementerian Ekraf Apresiasi KuloNiku

14 April 2026
Cuaca Ekstrem, Pelayanan KMP Mamberamo Foja Dialihkan Demi Keselamatan

Cuaca Ekstrem, Pelayanan KMP Mamberamo Foja Dialihkan Demi Keselamatan

14 April 2026
ASDP Tunda Jadwal Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka

ASDP Tunda Jadwal Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka

14 April 2026
IKN Buka Peluang Besar Bagi Generasi Kreatif Kalimantan

IKN Buka Peluang Besar Bagi Generasi Kreatif Kalimantan

14 April 2026

POPULAR

  • Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

    24 shares
    Share 10 Tweet 6

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.