Bali, Kabar SDGs – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kehormatan Konsulat Jenderal Swiss di Bali, Gerhard L. Nutz, di Jayasabha, Denpasar, Rabu (16/7). Pertemuan ini memperkuat jalinan kerja sama antara Bali dan Swiss, terutama di bidang pariwisata, pengelolaan sampah, dan pendidikan.
Dalam pertemuan tersebut, Gerhard L. Nutz menyampaikan apresiasi atas kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam menata ulang pariwisata pascapandemi. Ia menyebut, wisatawan asal Swiss mendukung penuh langkah-langkah pemerintah dalam menegakkan aturan bagi turis agar tetap menghormati budaya lokal.
“Kami memberikan apresiasi atas kebijakan Gubernur Bali dalam menata kembali sektor pariwisata. Wisatawan asal Swiss sangat memahami dan mendukung upaya ini,” ujar Nutz. Ia menambahkan, lebih dari 40 ribu wisatawan Swiss mengunjungi Bali sepanjang tahun 2024, mencerminkan eratnya hubungan antar masyarakat kedua belah pihak.
Pertemuan itu juga menjadi ruang dialog strategis yang membuka peluang kerja sama lintas sektor. Gerhard Nutz, yang telah lama tinggal di Bali dan menikah dengan warga lokal, menyatakan kesiapannya untuk membantu Bali mengatasi persoalan sampah. Ia mengungkapkan bahwa Swiss dan Austria memiliki keunggulan dalam teknologi pengolahan sampah, dan siap membentuk tim khusus bersama para pakar dari Eropa guna merumuskan solusi berkelanjutan untuk Bali.
“Saya siap bantu bentuk tim dari Swiss dan Austria untuk mencari solusi pengelolaan sampah di Bali,” ujarnya dari kediamannya di Desa Gulingan, Mengwi, Badung.
Selain isu lingkungan, Konsul Kehormatan Swiss itu juga menawarkan dukungan di bidang pendidikan. Ia menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi anak-anak muda Bali yang ingin melanjutkan studi ke Swiss, Austria, atau Jerman.
“Saya siap bantu generasi muda Bali mengakses pendidikan di Eropa. Ini bentuk kontribusi kami terhadap peningkatan kualitas SDM Bali,” katanya.
Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik dukungan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas komitmen Konsulat Swiss di Bali. Ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam menjaga kualitas lingkungan dan pariwisata Bali.
“Silakan berkoordinasi langsung dengan jajaran kami. Wisatawan yang tidak tertib akan kami tindak tegas agar Bali tetap nyaman dan harmonis,” tegas Koster.
Gubernur juga menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Dengan gotong royong lintas negara, ia berharap sinergi Bali–Swiss mampu mendorong pencapaian target-target SDGs, terutama di bidang lingkungan hidup, pendidikan, dan pariwisata berkelanjutan.












Discussion about this post