Medan, Kabar SDGs – Rumah Sakit Adam Malik Medan mencatat sejumlah penyakit kronis mendominasi kunjungan pasien sepanjang tahun 2025, baik pada layanan rawat jalan maupun rawat inap. Data pasien periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 menunjukkan gagal ginjal kronis, penyakit jantung, serta HIV/AIDS menjadi kasus yang paling banyak ditangani.
Pada layanan rawat jalan, gagal ginjal kronis menempati urutan pertama dengan total 19.844 kunjungan. Jumlah tersebut terdiri dari 11.919 pasien laki-laki dan 7.925 pasien perempuan. Posisi kedua ditempati kanker payudara dengan total 12.142 kunjungan, yang mayoritas dialami oleh pasien perempuan.
HIV/AIDS berada di urutan ketiga dengan 11.347 kunjungan, kemudian disusul oleh hepatitis kronis dan epilepsi sebagai penyakit dengan jumlah kunjungan tinggi berikutnya.
Sementara itu, untuk layanan rawat inap, penyakit jantung koroner menjadi kasus terbanyak dengan 825 pasien. Jumlah tersebut diikuti oleh serangan jantung sebanyak 717 pasien, serta gagal ginjal kronis dengan 712 pasien. Penyakit lain yang juga masuk dalam sepuluh besar rawat inap antara lain stroke iskemik, pneumonia, batu empedu, HIV/AIDS, hingga tuberkulosis paru klinis.
Menanggapi tingginya angka penyakit kronis tersebut, Manajer Hukum dan Humas RS Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat.
“Diharapkan masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujar Rosario, Selasa (20/1/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 RS Adam Malik telah menyiapkan berbagai langkah untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan bagi pasien. Salah satunya melalui transformasi digital dan kemudahan akses pelayanan, seperti penggunaan aplikasi untuk pemesanan jadwal berobat dan antrean online guna mengurangi waktu tunggu pasien.
Selain itu, dari sisi infrastruktur dan fasilitas, rumah sakit juga melakukan renovasi di sejumlah unit pelayanan, melengkapi fasilitas medis, serta melakukan perbaikan tata kelola parkir dan sistem pengamanan rumah sakit.
“Dengan berbagai upaya ini, kami berharap kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat dan pasien dapat merasakan kenyamanan serta keamanan selama menjalani pengobatan,” jelasnya.












Discussion about this post