Pekanbaru, Kabar SDGs – Fenomena Madden-Julian Oscillation yang saat ini aktif di fase dua dan tiga menjadi faktor utama masih tingginya curah hujan di Provinsi Riau meski wilayah tersebut mulai memasuki masa transisi menuju musim kemarau.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi musim kemarau baru akan merata di wilayah Bumi Lancang Kuning pada akhir Mei 2026. Saat ini, pasokan uap air di atmosfer masih cukup besar akibat pengaruh gelombang atmosfer tropis yang membawa massa udara basah melintasi kawasan Indonesia.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizki Adelia, menjelaskan kehadiran MJO menjadi pemicu utama pertumbuhan awan hujan di wilayah Riau.
“Saat ini MJO menjadi faktor paling dominan yang menambah pasokan uap air di Riau. Kita bisa mengibaratkannya sebagai gelombang pembawa hujan di lapisan atmosfer,” ujar Bella Rizki Adelia di Pekanbaru, Selasa (12/5/2026).
Selain pengaruh MJO, kondisi cuaca di Riau juga dipengaruhi adanya belokan angin atau shearline yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan terjadi secara sporadis di sejumlah wilayah.
Forecaster On Duty BMKG lainnya, Gita Dewi Siregar, mengatakan kondisi belokan angin tersebut meningkatkan peluang hujan dengan intensitas lebat di beberapa daerah tertentu.
Berdasarkan pemantauan meteorologi periode 11 hingga 17 Mei 2026, hampir seluruh kabupaten dan kota di Riau masih berpotensi diguyur hujan. Wilayah seperti Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Siak diperkirakan mengalami hujan dengan frekuensi cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, daerah pesisir seperti Dumai dan Kepulauan Meranti diprediksi relatif lebih kering dengan peluang hujan yang minim dan diperkirakan hanya terjadi pada 15 Mei mendatang.
Selama masa pancaroba ini, suhu udara di Riau berada pada kisaran 22 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban mencapai 99 persen. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu cuaca ekstrem secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari berupa hujan lebat disertai angin kencang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama masa peralihan musim. Warga juga diminta rutin memantau informasi cuaca resmi guna mengantisipasi perubahan cuaca mendadak sebelum Riau memasuki puncak musim kemarau pada dasarian ketiga Mei 2026.










Discussion about this post