• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
25 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Sumatera Barat Catat Kasus Demam Tertinggi Pascabanjir

by SDGS Admin
7 Desember 2025
Sumatera Barat Catat Kasus Demam Tertinggi Pascabanjir
24
SHARES
150
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Sumatera Barat, Kabar SDGs – Kasus kesehatan pascabencana kembali menjadi perhatian setelah Sumatera Barat mencatat jumlah keluhan demam tertinggi di antara tiga provinsi terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Pada periode 25–29 November 2025, tercatat 376 warga mengalami demam di lima kabupaten, yakni Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar. Kondisi ini diperparah dengan ratusan keluhan lain seperti myalgia sebanyak 201 kasus, gatal 120 kasus, dispepsia 118 kasus, ISPA 116 kasus, hipertensi 77 kasus, luka 62 kasus, sakit kepala 46 kasus, serta diare dan asma masing-masing 40 kasus.

Di Sumatera Utara, tren serupa terlihat dengan Tapanuli Selatan mencatat 277 kasus demam dalam periode 25 November–1 Desember 2025, disertai myalgia 151 kasus, gatal 150 kasus, dispepsia 94 kasus, ISPA 96 kasus, hipertensi 75 kasus, luka-luka 45 kasus, sakit kepala 23 kasus, diare 23 kasus, dan asma 3 kasus. Sementara Aceh menunjukkan pola berbeda, dengan data Kabupaten Pidie Jaya pada 25–30 November 2025 memperlihatkan keluhan tertinggi berupa luka-luka sebanyak 35 kasus, diikuti ISPA 15 kasus dan diare 6 kasus.

BACA JUGA

Aceh Buka Bantuan Pendidikan Korban Bencana

Aceh Buka Bantuan Pendidikan Korban Bencana

18 Mei 2026
Warga Lubuk Sidup Tempati Hunian Sementara Pascabanjir

Warga Lubuk Sidup Tempati Hunian Sementara Pascabanjir

5 Mei 2026
Intensitas Hujan Tinggi Sebabkan Longsor di Sembahe

Intensitas Hujan Tinggi Sebabkan Longsor di Sembahe

8 April 2026

Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, menegaskan tingginya kasus demam menjadi indikator bahwa kondisi lingkungan dan tempat tinggal warga belum pulih sepenuhnya setelah banjir. “Demam adalah keluhan yang paling cepat meningkat setelah banjir, terutama ketika tempat pengungsian padat dan akses air bersih terbatas. Disebabkan juga karena pelindung tubuh yang kurang memadai selama mengungsi,” ujar Agus, dilansir laman Kemenkes.

Ia memastikan pemerintah terus memperkuat respons kesehatan melalui pengiriman tenaga medis dan logistik tambahan ke wilayah terdampak. “Kami menjamin ketersediaan obat dan SDM kesehatan untuk menangani berbagai keluhan kesehatan yang dialami masyarakat. Fokus kami adalah mencegah penularan dan menekan risiko komplikasi,” katanya.

Selain penyakit yang telah terlaporkan, Agus mengingatkan potensi kemunculan DBD dan Leptospirosis akibat genangan air sisa banjir yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk serta media penyebaran bakteri dari urine hewan. Ia menilai kewaspadaan harus ditingkatkan karena risiko penyakit pascabanjir dapat berkembang lebih luas apabila sanitasi tidak segera dipulihkan.

Dengan berbagai temuan itu, pemerintah menilai kondisi di wilayah terdampak masih perlu diawasi secara ketat, bukan hanya pada penyakit yang sudah muncul, tetapi juga potensi penularan baru yang dapat mengancam kesehatan masyarakat pascabencana.

Share10SendTweet6
Previous Post

Otorita IKN Perketat Pengawasan Aktivitas Ilegal di Tahura Bukit Soeharto

Next Post

PDC Raih Penghargaan ASRRAT 2025 Perkuat Komitmen Keberlanjutan

Next Post
PDC Raih Penghargaan ASRRAT 2025 Perkuat Komitmen Keberlanjutan

PDC Raih Penghargaan ASRRAT 2025 Perkuat Komitmen Keberlanjutan

Kementerian Pariwisata Perkuat Pengembangan Wisata Olahraga sebagai Mesin Ekonomi Baru

Kementerian Pariwisata Perkuat Pengembangan Wisata Olahraga sebagai Mesin Ekonomi Baru

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Pelindo Gelar Kampung Siap Kerja untuk Warga Surabaya

Pelindo Gelar Kampung Siap Kerja untuk Warga Surabaya

25 Mei 2026
Dolar, Wakaf, dan Pembangunan Berkelanjutan: Peluang di Tengah Krisis

Dolar, Wakaf, dan Pembangunan Berkelanjutan: Peluang di Tengah Krisis

25 Mei 2026
Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di 23 Daerah

Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di 23 Daerah

25 Mei 2026
Waspada Kemacetan di Tol Jakarta-Tangerang! Ada Pemeliharaan Jalan oleh Jasa Marga

Waspada Kemacetan di Tol Jakarta-Tangerang! Ada Pemeliharaan Jalan oleh Jasa Marga

25 Mei 2026
Rumah Hunian Aceh Tamiang, Dipastikan Nyamanan untuk Masyarakat

Rumah Hunian Aceh Tamiang, Dipastikan Nyamanan untuk Masyarakat

25 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Harga Sawit Kaltim Naik Dipicu Penguatan CPO

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Aceh Buka Bantuan Pendidikan Korban Bencana

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Kemnaker Buka Bantuan TKM Pemula 2026

    33 shares
    Share 13 Tweet 8

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.