Denpasar, Kabar SDGs – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut ambil bagian dalam pelaksanaan upacara Metatah Massal yang digelar di Pura Dalem Tegeh Gumi, Desa Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat, pada Jumat pagi (4/7). Dalam prosesi ini, beliau bahkan ikut “nyangging” atau bertugas sebagai sangging (orang yang melakukan prosesi potong gigi) bagi peserta upacara.
Sejak pagi hari, lokasi upacara dipadati oleh peserta dan warga yang antusias mengikuti ritual potong gigi ini. Upacara Metatah (Mepandes) sendiri merupakan bagian penting dari Manusa Yadnya dalam ajaran Hindu, yakni tahapan upacara yang dilangsungkan ketika seseorang memasuki usia remaja atau dewasa.
Dalam keterangannya, Jaya Negara menjelaskan bahwa Metatah bertujuan untuk menetralisir enam sifat negatif atau “Sad Ripu” dalam diri manusia, yakni kama (nafsu), lobha (keserakahan), krodha (amarah), mada (kemabukan), moha (kebingungan), dan matsarya (iri hati). Menurutnya, pelaksanaan Metatah tidak hanya bersifat spiritual tetapi juga memiliki makna pembentukan karakter bagi generasi muda.
Wali Kota Denpasar memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Metatah Massal secara swadaya oleh masyarakat Desa Dauh Puri Kauh. Ia menilai inisiatif ini sebagai bentuk kekompakan dan kepedulian masyarakat adat dalam membantu sesama, khususnya dalam menjalankan kewajiban keagamaan.
Manggala Karya, Wayan Cika, menyampaikan bahwa upacara ini merupakan kelanjutan dari rangkaian sebelumnya yang diawali dengan upacara Bebayuhan Sapuh Leger pada 18 Januari 2025 lalu. Metatah massal tahun ini diikuti oleh 44 peserta dan melibatkan 36 sangging dari unsur PHDI Kota Denpasar dan Desa Dauh Puri Kauh.
Warga pun menyambut positif kegiatan ini. Salah satu peserta, Komang, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya Metatah Massal yang sangat membantu masyarakat. Ia juga mengapresiasi kehadiran langsung Wali Kota dan jajaran pemerintah sebagai bentuk nyata perhatian kepada warga.
Upacara berlangsung lancar, penuh kekhidmatan, dan menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritual serta kebersamaan antarwarga.












Discussion about this post