Badung, Kabar SDGs – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan upacara Atma Wedana (nyekah massal), potong gigi (metatah), dan mepetik yang digelar di Banjar Tegal Kuning, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Kamis (3/7). Sebanyak 21 sawa atau roh leluhur menjadi bagian dari rangkaian upacara yang dilaksanakan oleh warga setempat.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir langsung dalam acara tersebut, didampingi anggota DPRD Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, serta jajaran Tripika, perangkat desa, dan tokoh adat. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada warga yang telah menjaga semangat gotong royong dalam melaksanakan yadnya secara kolektif.
Ia menekankan pentingnya pelestarian tradisi seperti ini sebagai wujud penghormatan kepada leluhur sekaligus sarana memperkuat ikatan sosial masyarakat. Pemerintah Kabupaten Badung, lanjutnya, siap mendukung kegiatan serupa ke depan, agar beban masyarakat dalam menjalankan upacara adat dapat lebih ringan.
Sebagai bentuk dukungan, Bupati menyerahkan bantuan dana sebesar Rp20 juta kepada panitia, sementara Anggota DPRD Badung I Putu Dendy Astra Wijaya memberikan dukungan tambahan sebesar Rp5 juta. Pemerintah Desa Bongkasa Pertiwi juga berkontribusi dengan bantuan dana upakara senilai Rp200 juta.
Ketua Panitia I Ketut Widnyana menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah dan seluruh pihak yang hadir. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara Atma Wedana massal ini telah berlangsung sebanyak enam kali dan selalu dilandasi semangat gotong royong dari masyarakat. Inisiatif ini menjadi sarana membantu warga dalam memenuhi kewajiban adat tanpa beban biaya yang tinggi.
Masyarakat berharap upacara seperti ini dapat terus berlanjut sebagai warisan budaya yang hidup dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari.












Discussion about this post