Rumbai, Kabar SDGs – Kompleks perkantoran PHR di Rumbai tampak sangat hijau, dikelilingi oleh hutan tropis yang tetap terjaga kelestariannya. Hutan Rumbai menawarkan keanekaragaman flora yang unik, dengan pohon-pohonnya yang memiliki tinggi beragam serta berbagai jenis kehidupan yang khas.
Keberadaan hutan alami dengan kanopi yang lebat memperlihatkan tingginya kewajiban PHR dalam melindungi alam. Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, yang diperingati setiap 22 Mei, mengingatkan semua orang akan pentingnya pelestarian lingkungan. Bagi PHR, menjaga keanekaragaman hayati adalah prinsip inti yang diterapkan di setiap lokasi operasional mereka.
“PHR bertekad untuk terus beroperasi dengan menekankan pada aspek keberlanjutan lingkungan. Menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi nasional dan perlindungan ekosistem adalah krusial untuk masa depan yang berkelanjutan,” ujar Pj Corporate Secretary PHR Regional 1 Sumatra, Eviyanti Rofraida.
Sebagai salah satu perusahaan minyak dan gas terbesar di Indonesia, PHR mengakui kebutuhan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah operasionalnya. Kepedulian terhadap lingkungan telah diterapkan dalam proses operasional dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan yang terbaru.
Contohnya adalah sistem Interkoneksi Booster Pump ke Village Line, inovasi dalam penyediaan air baku untuk lapangan Duri Steam Flood dan untuk masyarakat PDAM Tirta Terubuk yang berasal dari reservoir di WTP KM-125 dengan kapasitas 35 BWPD atau setara 2031,23 m3.
Selanjutnya, limbah residu dari proses produksi dikelola lewat sistem penimbunan melalui sumur injeksi SMF. Program ini berhasil menangani sejumlah residu dari proses produksi yang mencapai 70.256,72 ton.
Ada juga program di Bekasap Rokan yang berfokus pada pengurangan gas yang dibakar dengan menambah Water Cooling Vapor Recovery Unit (VRU) di Bekasap Gas Plant. Inisiatif ini berhasil mengurangi 50% emisi gas yang dibuang ke flare serta meningkatkan hasil produksi gas dan kondensat.
“Selanjutnya, kami menerapkan Constructed Wetland pada fasilitas pengolahan air yang tersisa. Ini adalah program untuk mengurangi beban pencemar air dari hasil air olahan dari Produced Water Treatment Plant, menggunakan pendekatan berbasis alam dengan waktu retensi antara limbah yang tercampur dengan mikroorganisme dalam sistem constructed wetland,” jelasnya.
Beraneka ragam inisiatif melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan terus diperluas untuk mendukung tindakan konservasi. Salah satunya adalah upaya melindungi Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus). Dalam kerja sama dengan BBKSDA Riau, PHR berkontribusi dalam melindungi alam dan menjaga habitat Gajah Sumatra di sekitar area operasional di WK Rokan.
Usaha untuk melindungi Gajah Sumatra diperkuat oleh Program Agroforestri yang melibatkan komunitas di sekitar kawasan jelajah gajah liar. Bersama dengan organisasi pencinta alam Rimba Satwa Foundation (RSF) dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, PHR mendukung pemulihan habitat gajah dengan menanam tanaman pakan di jalur gajah serta menanam vegetasi yang minim ketertarikan oleh gajah tetapi memiliki nilai ekonomi tinggi bagi warga sekitar.
Selain fokus pada Gajah Sumatra, PHR bekerja sama dengan RSF untuk memastikan keberlangsungan spesies primata endemik Sumatra yang terancam punah, yaitu Lutung Kokah (Presbytis femoralis). Ribuan bibit pohon telah ditanam sebagai investasi jangka panjang untuk menyediakan pakan dan ruang hidup bagi lutung kokah.
Dengan mengusung kolaborasi Pentahelix, PHR juga melibatkan masyarakat untuk mendukung upaya konservasi mangrove di Dumai. Kegiatan perlindungan tanaman jenis bakau ini menunjukkan kemajuan yang signifikan. Program konservasi mangrove dimulai pada tahun 2022 dengan luas kawasan awal 2,6 hektare, namun kini telah berkembang hingga mencapai 24 hektare. Selain berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem, konservasi mangrove juga telah menciptakan ekonomi sirkular sebagai bentuk ekoeduwisata.
“PHR akan terus berinovasi dalam menjaga kelestarian lingkungan seiring dengan pelaksanaan operasi produksi migas yang efisien dan aman. Operasi yang ramah lingkungan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjaga ekosistem di sekitar daerah operasi,” ungkap Evi.
Atas dedikasinya dalam menjaga lingkungan di sekitar area operasi, PHR Zona Rokan memperoleh tiga penghargaan dalam kategori hijau di Anugerah Lingkungan PROPER, yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada bulan Februari 2025 lalu. Penghargaan ini semakin memperkuat komitmen PHR untuk mendukung pencapaian visinya menjadi perusahaan energi yang berkelanjutan.












Discussion about this post