• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
9 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan Nasional

by SDGS Admin
6 April 2026
Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan Nasional
18
SHARES
115
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi dunia.

Langkah ini dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) menuju masa depan yang berkelanjutan.

BACA JUGA

Pertamina Perkuat Kerja Sama Energi Rendah Karbon

Pertamina Perkuat Kerja Sama Energi Rendah Karbon

6 April 2026
BPH Migas Tinjau Kesiapan Kilang Balikpapan Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

BPH Migas Tinjau Kesiapan Kilang Balikpapan Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

5 Maret 2026
Reihani Tenun Batik Batak Melayu Angkat Budaya Sumatera Utara

Reihani Tenun Batik Batak Melayu Angkat Budaya Sumatera Utara

28 Februari 2026

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menjaga kemandirian energi nasional. “Dinamika geopolitik global mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi fossil. Oleh karena itu, Pertamina terus memperkuat bauran energi melalui pengembangan energi baru terbarukan. Upaya ini tidak hanya meningkatkan independensi energi nasional, tetapi juga menjadi bagian untuk energi yang lebih bersih bagi lingkungan,” ujar Baron di Jakarta, Jumat (3/4/26).

Hingga akhir 2025, Pertamina telah menghasilkan energi bersih sebesar 8.743 Giga Watt per jam (GWh) yang bersumber dari berbagai energi rendah karbon. Salah satu kontribusi terbesar berasal dari panas bumi yang telah dimanfaatkan untuk berbagai pembangkit listrik dengan total kapasitas terpasang mencapai 3.271 Mega Watt (MW).

Selain panas bumi, pengembangan energi juga mencakup pembangkit listrik tenaga biogas, gas to power dari berbagai proyek pembangkit, hingga tenaga surya yang terus dikembangkan. Bahkan, melalui kepemilikan saham pada perusahaan energi terbarukan di Filipina, Pertamina turut berkontribusi pada pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas ratusan megawatt.

Tidak hanya berfokus pada sektor industri, Pertamina juga memperluas pemanfaatan energi bersih hingga ke tingkat masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). Hingga saat ini, sebanyak 252 desa di berbagai wilayah Indonesia telah mengadopsi energi transisi seperti panel surya, mikrohidro, dan biogas.

Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan akses energi, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat desa. “Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi,” ungkap Baron.

Dari ratusan desa tersebut, sebanyak 156 lokasi DEB tercatat mampu menghasilkan 15,8 ribu ton bahan pangan beras serta 890,4 ton bahan pangan nonberas sebagai kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Ke depan, Pertamina berkomitmen untuk terus memperluas pengembangan energi bersih yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu menjadikan Indonesia lebih tangguh dalam menghadapi tantangan global, sekaligus mendorong terciptanya kemandirian energi dan pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

Share7SendTweet5
Previous Post

Surveyor Indonesia Perkuat Keamanan Pangan PSN

Next Post

PLN EPI Bangun Ekosistem Biomassa di Kalimantan

Next Post
PLN EPI Bangun Ekosistem Biomassa di Kalimantan

PLN EPI Bangun Ekosistem Biomassa di Kalimantan

Hadapi Kemarau Panjang 2026, Menteri PU Pastikan Kesiapan Air Irigasi dari Waduk Gajah Mungkur

Hadapi Kemarau Panjang 2026, Menteri PU Pastikan Kesiapan Air Irigasi dari Waduk Gajah Mungkur

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Mahasiswa Myanmar Rasakan Hangatnya Studi di Banda Aceh

Mahasiswa Myanmar Rasakan Hangatnya Studi di Banda Aceh

9 April 2026
Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

8 April 2026
Presiden Dorong Kampus Riset Perumahan Nasional

Presiden Dorong Kampus Riset Perumahan Nasional

8 April 2026
Sumur Minyak Tua Kolok Siap Dihidupkan

Sumur Minyak Tua Kolok Siap Dihidupkan

8 April 2026
Harga Bahan Baku Tekan Usaha Tahu Rumahan

Harga Bahan Baku Tekan Usaha Tahu Rumahan

8 April 2026

POPULAR

  • Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Longsor di Jalur KA Bandung Barat, Sejumlah Perjalanan KA Dibatalkan dan Dialihkan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Sustainability-Linked Loan: Ketika Bank Berlomba Jual Produk yang Masih Setengah Hati

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Poco X8 Series Resmi Hadir di Indonesia

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.