Jakarta, Kabar SDGs – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap berpegang pada rencananya untuk menerapkan pendidikan karakter dengan mengirim siswa berperilaku buruk ke barak militer. Meskipun ada banyak kritik, baik positif maupun negatif, dari berbagai kalangan, ia menyatakan bahwa ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun karakter generasi muda yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
“Setiap tindakan yang bertujuan untuk kebaikan dan semangat kebangsaan, nasionalisme di tanah air kita sudah menjadi hal yang biasa,” kata Dedi melalui sebuah postingan di akun Instagramnya, @dedimulyadi71, yang dirujuk pada Senin (5/5/2025).
Dedi Mulyadi mengakui telah berhadapan dengan kritik dan bahkan kebencian sejak ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Namun, ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus teguh pada prinsip dan ide yang diyakini demi kemajuan negara.
“Ketika menjadi pemimpin, harus seperti batu karang yang kokoh. Jika ada ide dan visi untuk kebaikan bangsa, jangan pernah menyerah,” tegasnya.
Pelaksanaan program ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai di lokasi-lokasi yang dianggap rawan dengan kenakalan remaja. Dedi menyatakan bahwa kolaborasi dengan TNI dan Polri sudah dirancang. Selama enam bulan, para siswa akan mengikuti pendidikan karakter di sekitar 30 hingga 40 barak militer yang telah disiapkan.
Kriteria siswa yang akan diikutsertakan dalam program ini meliputi mereka yang sering terlibat dalam tawuran, mengkonsumsi alkohol, kecanduan game seperti Mobile Legends hingga larut malam, sering bolos sekolah, serta bersikap tidak hormat kepada orang tua atau pengajar.
“Orang-orang yang sering tawuran, yang mengkonsumsi alkohol, yang bermain Mobile Legends sampai larut malam dan melawan orang tua. Mereka juga mengancam dan membuat keributan di sekolah. Sering kali bolos, berangkat dari rumah tetapi tidak sampai ke sekolah. Kita semua juga pernah mengalami hal serupa,” jelas Dedi saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (29/4/2025).
Dedi juga mengaitkan upayanya dalam membentuk karakter generasi muda dengan semangat para pendiri bangsa.
“Dulu ketika negara ini diperjuangkan untuk merdeka, banyak yang ragu bahwa kita bisa mencapai kemerdekaan,” tutupnya dengan penuh harapan.












Discussion about this post