• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

Aplikasi Penyunting Ejaan Menggunakan Bahasa Indonesia Diluncurkan

by SDGS Admin
16 Januari 2025
Aplikasi Penyunting Ejaan Menggunakan Bahasa Indonesia Diluncurkan
41
SHARES
254
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Sebuah inovasi telah diluncurkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang dikenal sebagai Badan Bahasa untuk membantu editor dalam memeriksa ejaan bahasa Indonesia. Inovasi ini dikenal sebagai Sipebi, singkatan dari Aplikasi Penyuntingan Ejaan Bahasa Indonesia. Aplikasi ini dapat secara otomatis mengoreksi teks berdasarkan daftar kesalahan penulisan yang ada dalam bahasa Indonesia, sehingga penulis atau editor dapat memahami ejaan dan penulisan yang benar.

Sipebi berfungsi sebagai pelengkap untuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang dapat diakses secara online. Jika pengguna bahasa Indonesia menemukan kesalahan saat menulis, merasa bingung dengan aturan tertentu, atau kesulitan dalam mengedit teks dalam bahasa Indonesia, maka Sipebi dapat memberikan solusi. Sipebi sebenarnya telah ada sejak beberapa tahun yang lalu, diperkenalkan pertama kali oleh Badan Bahasa di Jakarta pada acara peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021.

BACA JUGA

Bahasa Indonesia Didorong Jadi Bahasa Pengantar Asia Tenggara

Bahasa Indonesia Didorong Jadi Bahasa Pengantar Asia Tenggara

14 Oktober 2020
Praktisi Komunikasi dan Pendidikan Universitas Bhayangkara Jaya (UBJ) Metha Madonna, S.Sos, M.IKom

Komunikasi Minim Sebabkan Perbendaharaan Bahasa Lemah

25 Juni 2020

Menurut informasi dari Badan Bahasa, Sipebi hanya bisa digunakan pada sistem operasi Windows, khususnya untuk Windows 10 versi Juli 2016 ke atas. Jika ada yang ingin menggunakan Sipebi di Windows OS yang lebih tua dari edisi Juli 2016, seperti Windows 7, Windows 8, atau Windows 8.1, maka pengguna perlu menginstal .NET Framework 4.6.2 di komputer mereka. Alternatifnya, pengguna bisa mengunduhnya dari situs web Microsoft di https://dotnet.microsoft.com/en-us/download/dotnet-framework/net462.

Berikut ini adalah langkah-langkah menggunakan aplikasi Sipebi yang meliputi:

  • Unduh aplikasi Sipebi di komputer pengguna melalui link ini dengan alamat https://kbbi.kemdikbud.go.id/Aplikasi.
  • Setelah selesai, buka hasil unduhan dan pilih “Extract File”.
  • Buka file dengan format application atau aplikasi berlogo Sipebi dan pilih “Run”. Aplikasi ini akan terpasang di komputer.
  • Setelah terpasang, maka buka aplikasi Sipebi pada komputer pengguna.
  • Klik “Masuk”
  • Pada menu “Ruang Kerja” terdapat lima tools yang bisa digunakan untuk menyunting teks.
  • Untuk memasukkan teks klik “Muat Teks Asli dari File pada Komputer” atau tekan tombol Ctrl+O.
  • Pilih teks yang ingin Anda sunting atau bisa ketik langsung pada kolom.
  • Klik “Sunting teks menggunakan Sipebi atau tekan tombol Ctrl+Enter.
  • Setelah itu, akan muncul “Laporan Hasil Penyuntingan”.
  • Untuk menyimpan hasil perbaikan, klik “Simpan teks perbaikan” atau tekan tombol Ctrl+S.
  • Ada 2 kolom pada tampilan aplikasi Sipebi meliputi kolom sebelah kiri terdapat teks asli yang belum melalui proses sunting otomatis. Sedangkan kolom sebelah kanan berisi teks hasil perbaikana atau sunting otomatis. Selain itu terdapat fasilitas lain di menu “Ruang Kerja” yaitu “Bersihkan Lembar Kerja” dengan shortcut Ctrl+Delete dan “Buka Hasil Analisis Teks” dengan shortcut Ctrl+/. Apabila ditampilkan hasil analisis, maka muncul kotak merah di bagian bawah yang menunjukkan penjelasan kesalahan ejaan dan penulisan.

Sipebi tidak hanya dapat mendeteksi kesalahan ketik, kata tidak baku, dan beberapa kesalahan minor lainnya. Terdapat 15 jenis kesalahan yang bisa dideteksi oleh Sipebi untuk diperbaiki secara otomatis, termasuk bentuk yang tidak sesuai dengan KBBI, kata-kata ambigu di KBBI, bentuk yang tidak tepat dalam Sipebi, kata ambigu dalam Sipebi, serta penggunaan bentuk terikat dan bentuk terikat-mungkin.

Selain itu, Sipebi juga dapat mendeteksi kata penghubung subordinatif, penghubung dalam kalimat, penghubung intrakalimat-mungkin, penghubung antar kalimat, huruf kapital di awal kalimat, penggunaan kata hubung ke diikuti angka, angka yang diakhiri imbuhan -an, singkatan dengan huruf kapital -ku, -mu, dan -nya, serta titik dalam penulisan waktu. Namun, Sipebi masih belum bisa digunakan untuk memeriksa karya akademik seperti jurnal, skripsi, tesis, atau disertasi.

Dalam perkembangannya, versi terbaru Sipebi kini dapat menemukan 10.000 kesalahan penulisan yang terbagi dalam lebih dari 60 kategori kesalahan morfologi, yang kemudian akan diperbaiki secara otomatis oleh Sipebi. Diharapkan, Sipebi bisa memberikan bantuan kepada penulis pemula dalam mengecek apakah naskah tulisan mereka telah sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Share16SendTweet10
Previous Post

Tradisi Mandok Hata Jalin Kekeluargaan Tahun Baru pada Suku Batak

Next Post

Bergabung dengan OECD, Sebuah Harapan Kemajuan untuk Indonesia

Next Post
Bergabung dengan OECD, Sebuah Harapan Kemajuan untuk Indonesia

Bergabung dengan OECD, Sebuah Harapan Kemajuan untuk Indonesia

Pengguna TikTok AS Mulai Beralih ke RedNote dan Sebagian Mulai Merasakan Sensor ala Tiongkok

Pengguna TikTok AS Mulai Beralih ke RedNote dan Sebagian Mulai Merasakan Sensor ala Tiongkok

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Indonesia Tambah Tiga Medali di Kejuaraan Taekwondo Asia

Indonesia Tambah Tiga Medali di Kejuaraan Taekwondo Asia

6 Agustus 2026
Jember Perkuat Posisi Sebagai Kota Cerutu Dunia

Jember Perkuat Posisi Sebagai Kota Cerutu Dunia

6 Agustus 2026
Pertamina Lubricants Latih Guru 54 SMK dari Seluruh Indonesia Menjadi ‘Teacherpreneur’ Otomotif

Pertamina Lubricants Latih Guru 54 SMK dari Seluruh Indonesia Menjadi ‘Teacherpreneur’ Otomotif

5 Agustus 2026
Gula Merah Sumenep Kian Berkembang Berkat Dukungan KUR BRI

Gula Merah Sumenep Kian Berkembang Berkat Dukungan KUR BRI

5 Agustus 2026
SDIT BIS Perkuat Kolaborasi Orang Tua Bentuk Karakter Anak

SDIT BIS Perkuat Kolaborasi Orang Tua Bentuk Karakter Anak

5 Agustus 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1389 shares
    Share 556 Tweet 347
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1669 shares
    Share 668 Tweet 417
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1381 shares
    Share 552 Tweet 345
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1369 shares
    Share 548 Tweet 342
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    1369 shares
    Share 548 Tweet 342

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.