Jakarta, Kabar SDGs – Kontingen Indonesia kembali menambah koleksi medali pada hari keempat penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026. Tambahan satu medali perak dan dua medali perunggu dari nomor Kyorugi semakin memperkokoh posisi Indonesia di puncak klasemen sementara hingga Selasa (4/8/2026).
Medali perak dipersembahkan Adrian Kaiser yang tampil di kelas -87 kilogram putra. Sementara dua medali perunggu diraih Reininda Pirenaingtyas pada kelas -62 kilogram putri serta Arga Putra di kelas -68 kilogram putra.
Pada pertandingan final yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Adrian Kaiser harus mengakui keunggulan atlet Rusia, Vladislav Budin, setelah kalah dua gim langsung dengan skor 0-2. Meski belum berhasil meraih gelar juara, pencapaian menembus partai final menjadi hasil yang membanggakan bagi atlet berusia 20 tahun tersebut, terlebih turnamen berlevel G2 World Taekwondo ini menjadi salah satu ajang pengumpulan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
“Lawan memang jauh lebih kuat, tapi bisa tampil di final menjadi momen spesial banget bagi saya. Kami sudah menyiapkan diri berbulan-bulan untuk turun di Asian Taekwondo Indonesia Open Championships. Terus satu venue pada teriak, Indonesia.. Indonesia… dan itu jadi buat semangat saya,” kata Kaiser.
Atlet muda tersebut menegaskan bahwa hasil yang diraihnya akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan demi mewujudkan target tampil pada Olimpiade mendatang.
“Yang pasti sih pengen melangkah lebih jauh ya sampai ke Olimpiade, apalagi saya masih muda,” katanya.
Perjalanan Adrian Kaiser menuju partai final diawali dengan kemenangan atas Rhaditya Keola Namora pada babak pertama. Selanjutnya ia mengatasi perlawanan Lakshay Vijayran dari India di perempat final sebelum memastikan tiket final setelah mengalahkan Vincent Hoermann asal Jerman di semifinal.
Sementara itu, hingga akhir pertandingan hari keempat, Indonesia telah mengoleksi total 5 medali emas, 4 medali perak, dan 14 medali perunggu. Panitia pelaksana melakukan penyesuaian klasemen dengan tidak memasukkan perolehan medali dari nomor yang diikuti kurang dari empat peserta.
Meski terjadi perubahan dalam penghitungan klasemen, Indonesia tetap mempertahankan posisi teratas dan masih berpeluang menambah raihan medali pada hari terakhir pertandingan. Sejumlah nomor Kyorugi yang masih dipertandingkan meliputi kelas -53 kilogram putri, -73 kilogram putri, -54 kilogram putra, dan -63 kilogram putra.
Hingga Selasa (4/8/2026), lima medali emas Indonesia diraih Muhammad Hafiz Fachrur Rhozy pada nomor Poomsae U30 Men’s Individual Recognize, Azka Hannayaka di nomor Poomsae U30 Mixed Pair Recognize, Andi Sultan pada Poomsae O17 Men’s Individual Freestyle, Muhammad Raihan Fadila di Kyorugi -80 kilogram putra, serta Aqila Ramadani pada Kyorugi -57 kilogram putri.
Empat medali perak disumbangkan Kinara Abbabiel Leninda pada Poomsae U30 Women’s Individual Recognized, tim Poomsae U30 Men’s Team yang diperkuat Muhammad Rizal, Muhammad Hafiz, dan Muhammad Syarif, Silvana Lamanda di Kyorugi -57 kilogram putri, serta Adrian Kaiser di kelas -87 kilogram putra.
Adapun 14 medali perunggu diraih Rohadatul Aisya, Angela Khansa Nathania, Jingga, Erviko, Wawan Saputra, Mahiswari Cahya Kirana, Keisha Aurelia, Aisyah Nayla Rahmaini Nasution, Edgar Sastama, Kamilia Virmansya, Sarah Maria, Putri Aliyka, Ezar Faadihillah, Benaya Rafael, Reininda Pirenaingtyas, dan Arga Putra dari berbagai nomor Poomsae maupun Kyorugi.











Discussion about this post