Jember, Kabar SDGs – Kabupaten Jember kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu daerah penghasil tembakau dan cerutu berkualitas yang telah dikenal hingga pasar internasional. Komitmen tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Malam Puncak Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) 2026 yang berlangsung di kawasan Pantai Watu Ulo pada Sabtu (1/8/2026).
Perhelatan tersebut menjadi lebih dari sekadar ajang promosi produk unggulan daerah. JKCI 2026 menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi industri cerutu Jember kepada para pembeli, penikmat cerutu, serta perwakilan dari 11 negara yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan penyelenggaraan JKCI merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian, khususnya komoditas tembakau. Menurutnya, pengembangan produk turunan akan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan baku.
“Alhamdulillah, agenda JKCI 2026 ini berjalan sangat luar biasa. Ini adalah rangkaian ikhtiar kita bersama mempromosikan Jember sebagai Kota Tembakau. Hari ini kita tidak hanya bicara daun mentah, tetapi produk turunannya berupa cerutu berkualitas tinggi,” kata Fawait.
Ia menjelaskan bahwa strategi hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para petani tembakau sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar internasional. Dengan status JKCI sebagai salah satu ajang pencerutuan terbesar di Asia, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis daerahnya memiliki peluang besar menjadi pusat industri cerutu dunia.
“Dulu kita dominan menjual tembakau mentah. Sekarang dengan hilirisasi, nilai tambahnya jauh lebih besar. Harapan kita ke depan, Jember bisa menjadi kiblat cerutu dunia,” tegasnya.
Selain memperkenalkan produk unggulan, penyelenggaraan JKCI 2026 juga menampilkan kekayaan budaya sebagai bagian dari daya tarik acara. Pertunjukan musik internasional dipadukan dengan kesenian khas Jember dan beragam tarian Nusantara sebagai bentuk pelestarian budaya di tengah upaya memperluas pasar global.
“Prinsip kita adalah kolaborasi. Meskipun mengundang wisatawan asing, kita tidak boleh kehilangan identitas. Seni budaya Nusantara tetap kita tampilkan agar ada dampak domino bagi pariwisata daerah,” jelas Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu.
Dukungan terhadap pelaksanaan JKCI 2026 juga datang dari Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikhyansah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi inovasi yang mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi sekaligus, mulai dari industri cerutu hingga sektor pariwisata.
“Ini merupakan langkah terobosan yang sangat berbobot. Aktivitas ekonomi kini bergerak lebih dinamis, bisnis pariwisata terdorong naik, dan muaranya adalah peningkatan kesejahteraan warga Jember,” papar Charles.
Charles juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha agar industri cerutu Jember dapat berkembang secara berkelanjutan serta semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.











Discussion about this post