• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
15 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Kemenag Dukung Inovasi Hutan Wakaf

by Editor
31 Agustus 2020
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Muhammad Fuad Nasar. Foto: Kemenag RI

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Muhammad Fuad Nasar. Foto: Kemenag RI

38
SHARES
238
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Kementerian Agama (Kemenag) RI mendukung pengembangan inovasi hutan wakaf. Program ini dapat menjadi instrumen menjaga kelestarian lingkungan.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Muhammad Fuad Nasar mengatakan, pemberdayaan hutan wakaf merupakan bentuk kepedulian terhadap fenomena global warming. Dari aspek ekologis, program ini berperan menjaga kestabilan iklim secara mikro, melestarikan keanekaragaman hayati, konservasi air, dan mencegah bencana alam.

BACA JUGA

Al Mizan Tanam Seribu Pohon Wujud Gerakan Hijau Pesantren

Al Mizan Tanam Seribu Pohon Wujud Gerakan Hijau Pesantren

10 Desember 2025
Bintan Dorong Gerakan BERSERI untuk Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan

Bintan Dorong Gerakan BERSERI untuk Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan

12 November 2025
Mahasiswa Green Leadership Academy Belajar Kelestarian Lingkungan di Tabung Harmoni Hijau Polda Riau

Mahasiswa Green Leadership Academy Belajar Kelestarian Lingkungan di Tabung Harmoni Hijau Polda Riau

23 September 2025

“Pemanfaatan aset dalam program ini untuk menjaga kelestarian hidup dan ekologi,” ujarnya dalam rilis yang diterima KabarSDGs, Minggu (30/8).

Secara regulasi, hutan wakaf termasuk kategori ‘wakaf untuk kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan’ sebagaimana diatur Pasal 22 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

“Pasal 16 Undang-Undang Wakaf juga menjelaskan yang dimaksud benda tidak bergerak (istilah dalam pengelolaan wakaf) di antaranya adalah tanaman dan benda lain berkaitan tanah,” kata Fuad.

Fuad menjelaskan, masyarakat dapat berkontribusi dalam hutan wakaf. Caranya menjadi wakif dalam program ini atau menjalin kerja sama dengan nazhir untuk mengelola hutan tersebut.

Kemenag, menurut Fuad, aktif mendukung pengembangan hutan wakaf. Mereka menggelar sejumlah diskusi dan pengkajian seputar regulasi bersama inisiator. “Ke depan, inovasi program seperti ini bisa terus disinergikan antara pemerintah, nazhir, wakif, dan stakeholder terkait,” katanya.

Fuad berharap program ini menjadi unggulan dari sisi inovasi pemberdayaan wakaf, bahkan menjadi brand di tingkat internasional. Ia percaya hutam wakaf bisa menjadi kekuatan perekonomian bangsa apabila didukung secara simultan dan sinergis oleh pemerintah dan masyarakat luas.

Saat ini terdapat tiga hutan wakaf diinisiasi masyarakat. Pertama, di Jantho, Provinsi Aceh. Hutan ini dibangun anak-anak muda pecinta alam pada 2012. Kedua, Hutan Wakaf Leuweung Sabilulungan yang dikembangkan Pemkab Bandung pada 2013. Terakhir, Hutan Wakaf Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, yang dikembangkan Yayasan Yassiru pada 2018.

Partisipasi Masyarakat

Dosen Institut Pertanian Bogor Khalifah Muhamad Ali mengatakan, keunggulan hutan wakaf terletak pada sifatnya yang permanen. Keberadaannya dilindungi hukum agama dan negara.

“Hutan wakaf tidak hanya dilindungi oleh hukum agama, tapi juga hukum negara, sehingga masyarakat tidak perlu ragu berpartipasi dalam program ini,” ujarnya.

Menurut Khalifah, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan, karena hutan wakaf dibentuk, dikelola, dan dimanfaatkan masyarakat. Dia menjelaskan, setidaknya ada tiga peran penting masyarakat untuk program ini.

Masyarakat dapat mengembangkan hutan wakaf di tempatnya masing-masing. Dengan demikian, keberadaan hutan wakaf semakin masif. “Dalam hal ini, Komunitas Hutan Wakaf Bogor, yang telah memiliki pengetahuan dan pengalaman terlebih dahulu, siap membantu memberikan arahan,” kata Khalifah yang juga pendiri Komunitas Hutan Wakaf Bogor.

Masyarakat bisa mendukung program hutan wakaf yang sudah berjalan jika belum mampu mengembangkan hutan wakaf sendiri. Donasi mereka diperlukan sehingga semakin banyak tanah dibebaskan untuk hutan wakaf. “Semakin luas hutan wakaf, semakin besar manfaat ekologi dan sosial ekonomi yang dihasilkan untuk kesejahteraan umum,” ujar Khalifah.

Masyarakat juga dapat ikut menyebarluaskan gagasan hutan wakaf ke dalam lingkungan sosialnya. Pesan penting di balik program hutan wakaf adalah bahwa Islam, sebagai agama rahmat bagi alam semesta, telah memiliki instrumen konkret menjawab berbagai persoalan kehutanan dan lingkungan.

Share15SendTweet10
Previous Post

Menristek/Kepala BRIN Dorong Hilirisasi Riset-Inovasi

Next Post

Istirahat Berkualitas dengan Sprei Premium

Next Post
tidur

Istirahat Berkualitas dengan Sprei Premium

Webinar

Adaptasi Kebiasaan Baru Perlu Partisipasi Banyak Pihak

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Gandeng PolTax UI, Kementerian Ekraf Siapkan Usulan Royalti yang Adaptif

Gandeng PolTax UI, Kementerian Ekraf Siapkan Usulan Royalti yang Adaptif

14 April 2026
Game Lokal Dapat Respons Positif Dunia, Kementerian Ekraf Apresiasi KuloNiku

Game Lokal Dapat Respons Positif Dunia, Kementerian Ekraf Apresiasi KuloNiku

14 April 2026
Cuaca Ekstrem, Pelayanan KMP Mamberamo Foja Dialihkan Demi Keselamatan

Cuaca Ekstrem, Pelayanan KMP Mamberamo Foja Dialihkan Demi Keselamatan

14 April 2026
ASDP Tunda Jadwal Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka

ASDP Tunda Jadwal Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka

14 April 2026
IKN Buka Peluang Besar Bagi Generasi Kreatif Kalimantan

IKN Buka Peluang Besar Bagi Generasi Kreatif Kalimantan

14 April 2026

POPULAR

  • Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

    24 shares
    Share 10 Tweet 6

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.