Pekanbaru, Kabar SDGs – Para mahasiswa Green Leadership Academy mendapat kesempatan berharga mendalami isu kelestarian ekologi dan lingkungan ketika Polda Riau mengajak mereka mengunjungi Tabung Harmoni Hijau (THH), pusat edukasi lingkungan binaan Polda Riau.
Karo SDM Polda Riau Kombes Anissullah M. Ridha menyambut langsung para mahasiswa dan menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat keberlanjutan. “Melalui kunjungan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga alam, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi yang menularkan semangat keberlanjutan kepada lingkungan sekitarnya,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (20/9/2025).
THH awalnya merupakan fasilitas pelatihan milik DPP yang belum terkelola optimal, lalu dialihfungsikan menjadi pusat pelatihan masyarakat sekaligus Bank Pohon. Hingga kini, tercatat 10.000 bibit telah terkumpul dengan sekitar 300 bibit sudah didistribusikan kepada pengemudi ojek online di Polda Riau dan kesatuan TNI. Para penerima menanam bibit tersebut dengan penuh cinta sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan.
THH juga rutin menghadirkan anak-anak TK dan SD untuk belajar menanam bibit. Mereka kemudian diminta menceritakan kembali pengalamannya kepada keluarga dan teman, sebagai cara sederhana menumbuhkan kepedulian sejak dini. “Menanam satu pohon bukan hanya menanam batang kayu hidup, melainkan menanam harapan masa depan. Semakin banyak generasi muda yang terlibat, semakin kuat ikatan mereka dengan alam,” tambah Anissullah.
Dalam kunjungan mahasiswa kali ini, Polda Riau menyerahkan bibit pohon secara simbolis. Bibit tersebut akan ditanam tim Tabung Harmoni Hijau, sementara mahasiswa tetap akan dihubungi untuk memantau perkembangan pohon atas nama mereka, sehingga tercipta ikatan emosional dengan lingkungan.
Lebih jauh, THH diproyeksikan sebagai pusat pelatihan dan pemberdayaan. Anggota Polri akan dilatih menanam jagung untuk mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus dipersiapkan menghadapi masa pensiun dengan keterampilan baru seperti beternak, bercocok tanam, hingga mengelola usaha produktif. Di kawasan ini juga tersedia fasilitas peternakan ayam, kambing, pembibitan ikan, hingga nursery.
THH bahkan menjadi wadah rehabilitasi bagi anggota yang menjalani pembinaan khusus Propam, agar mereka kembali produktif melalui aktivitas ramah lingkungan. Seluruh bibit yang disalurkan didata menggunakan sistem digital dan QR Code, mencatat jenis pohon, lokasi penanaman, hingga pihak perawat.
“Jika kita mencintai alam, maka alam akan mencintai kita kembali. Karena itu kami membuka ruang masukan dari mahasiswa agar program Tabung Harmoni Hijau ini semakin bermanfaat dan bermakna bagi semua pihak,” pungkas Kombes Anissullah.












Discussion about this post