• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

KontraS: Jokowi Belum Tuntaskan Pelanggaran HAM Masa Lalu

by Editor
10 Desember 2020
KontraS: Jokowi Belum Tuntaskan Pelanggaran HAM Masa Lalu

Presiden Joko Widodo. Foto: BPMI Setpres

20
SHARES
126
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut pemerintahannya selalu berupaya menuntaskan persoalan HAM masa lalu dinilai KontraS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) seperti jauh api dari panggang.

Dalam pidatonya, Jokowi mengajak semua elemen masyarakat menyelesaikan persoalan HAM masa lalu karena menurutnya hal ini berkaitan erat dengan kemajuan Indonesia.

BACA JUGA

Presiden Jokowi Hadiri Peluncuran Program Rekomendasi Penyelesaian Nonyudisial Pelanggaran HAM Berat di Aceh

Presiden Jokowi Hadiri Peluncuran Program Rekomendasi Penyelesaian Nonyudisial Pelanggaran HAM Berat di Aceh

28 Juni 2023
Pemerintah Berharap Tidak Ada Lagi Pelanggaran HAM Berat di Indonesia

Pemerintah Berharap Tidak Ada Lagi Pelanggaran HAM Berat di Indonesia

11 Januari 2023

“Kita harus bekerja sama menyelesaikannya dan mencurahkan energi kita untuk kemajuan bangsa. Melalui Menko Polhukam, saya telah menugaskan agar penyelesaian masalah HAM masa lalu terus dilanjutkan yang hasilnya bisa diterima semua pihak dan bisa diterima dunia internasional,” ujarnya lewat video konferensi pers daring, Kamis (10/12/2020).

Pada kesempatan itu, presiden juga menyebut, komitmen itu telah dituangkan dalam Rencana Aksi Nasional HAM 2020-2025, dengan memuat hak sipil, politik, ekonomi, sosial, serta budaya yang harus dilindungi secara berimbang dan tidak ada satupun yang terabaikan.

Kendati begitu, KontraS memiliki pandangan berbeda, lembaga ini mengungkapkan, penuntasan pelanggaran HAM berat masa lalu dalam satu tahun terakhir ini masih mendapat berbagai hambatan dan nyaris tidak ada kemajuan.

Koordinator KontraS Fathia Mualidayanti menyayangkan, aktor-aktor pelanggaran HAM berat justru dirangkul dan diberi jabatan di lingkungan pemerintah. Sementara mekanisme penyelesaian tanpa melalui proses yudisial terus-menerus diajukan.

“Pemulihan korban pun tidak mendapatkan perhatian yang cukup dengan tidak adanya upaya merevisi berbagai ketentuan yang selama ini menghambat akses korban terhadap hak pemulihan,” ujar Fathia.

Oleh karenanya, pada peringatan Hari HAM 2020 ini, KontraS memberikan kritik kepada pemerintah, yaitu “HAM dalam Bayang-Bayang Otoritarianisme”.

“Yang merefleksikan upaya perjuangan HAM satu tahun terakhir yang selalu dihadapkan dengan cara-cara yang mengkhianati semangat demokrasi dan semakin menampilkan watak yang mengarah pada otoritarianisme,” tegas Fathia. YAUMAL HUTASUHUT

Share8SendTweet5
Previous Post

Pemerintah Naikan Cukai Rokok 12,5 Persen

Next Post

Lemah Terapkan Prokes, Kasus Covid-19 10 Provinsi Meroket

Next Post
Lemah Terapkan Prokes, Kasus Covid-19 10 Provinsi Meroket

Lemah Terapkan Prokes, Kasus Covid-19 10 Provinsi Meroket

Pemerintah Komitmen Beri Bantuan kepada Siswa Keluarga tak Mampu

Pemerintah Komitmen Beri Bantuan kepada Siswa Keluarga tak Mampu

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Pelepasliaran Curik Bali Perkuat Komitmen Konservasi

Pelepasliaran Curik Bali Perkuat Komitmen Konservasi

12 April 2026
Tragedi Ujian Sains Siswa Tewas Akibat Ledakan

Tragedi Ujian Sains Siswa Tewas Akibat Ledakan

12 April 2026
Desak Rita Rebut Emas Panjat Tebing Asia 2026

Desak Rita Rebut Emas Panjat Tebing Asia 2026

12 April 2026
Film ROOTS Karya Michael Schindhelm Tayang di Perth

Film ROOTS Karya Michael Schindhelm Tayang di Perth

11 April 2026
DPRD Bali Dorong Pulau Menjangan jadi Kawasan Lindung

DPRD Bali Dorong Pulau Menjangan jadi Kawasan Lindung

11 April 2026

POPULAR

  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    27 shares
    Share 11 Tweet 7

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.