• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

Gelar Karya SMP Labschool Unesa Tampilkan Inovasi Siswa

by SDGS Admin
12 Juni 2026
Gelar Karya SMP Labschool Unesa Tampilkan Inovasi Siswa
14
SHARES
90
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Surabaya, Kabar SDGs – Sebanyak 68 karya siswa kelas 9 SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dipamerkan dalam kegiatan Gelar Karya yang digelar di Ciputra World, Minggu (7/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari proyek kelulusan siswa sekaligus implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau Profil Lulusan 8 Dimensi (P8) dalam Kurikulum Merdeka.

Kepala SMP Labschool Unesa 3 Surabaya, Dian Hijrah Saputra, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar peserta didik tidak hanya memahami teori secara tekstual, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama proses belajar ke dalam karya nyata.

BACA JUGA

Dua Siswa Spensa Lolos Bina Talenta Nasional 2025

Dua Siswa Spensa Lolos Bina Talenta Nasional 2025

13 Desember 2025
Kecelakaan Bus, 27 Orang Meninggal

Kecelakaan Bus, 27 Orang Meninggal

11 Maret 2021
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

Pemerintah Gelontorkan Dana BOS Rp 52,5 Triliun

26 Februari 2021

“Program gelar karya di SMP ini bertujuan agar siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi memahami teori dengan menciptakan sesuatu yang dapat ditampilkan sebagai hasil belajar mereka,” kata Dian Hijrah Saputra.

Menurutnya, kemampuan menghasilkan karya menjadi salah satu indikator bahwa siswa benar-benar memahami materi yang dipelajari. Karena itu, sejak kelas 7 para siswa sudah dibiasakan mengembangkan berbagai proyek kreatif sebagai bagian dari pembelajaran.

Untuk siswa kelas 7 dan 8, tema karya telah ditentukan oleh sekolah dan dapat dikerjakan secara berkelompok. Sementara siswa kelas 9 diwajibkan menghasilkan karya secara individu dengan tema yang lebih bebas, namun tetap harus berkaitan dengan materi pelajaran yang dipelajari selama tiga tahun di sekolah.

“Kalau di kelas 9, siswa bekerja secara individu dengan bebas. Karya individu harus berkaitan dengan pelajaran selama 3 tahun di sekolah. Contoh gabungan pelajaran: PPKN dengan Bahasa Inggris, TIK dengan olahraga, TIK dengan Bahasa Inggris. Karya yang dibuat harus berdasarkan ilmu pengetahuan yang dimiliki siswa,” jelasnya.

Selain menghasilkan produk atau inovasi, setiap siswa juga diwajibkan menyusun makalah ilmiah yang menjelaskan proses dan dasar pemikiran karya yang dibuat. Gelar karya tersebut menjadi bagian dari penilaian kelulusan dengan bobot mencapai 30 persen.

“Ini merupakan bagian dari penilaian selain akademik. Gelar karya menggantikan ujian praktik yang dulu ada dalam administrasi kelulusan nasional,” papar Dian.

Ia menambahkan bahwa sebelum tampil dalam pameran terbuka, siswa terlebih dahulu mengikuti ujian tertutup yang menguji kerangka berpikir ilmiah dan konsep karya yang dikembangkan.

Menurut Dian, program tersebut telah diterapkan sejak 2022 dan menjadi sarana untuk mendorong kreativitas serta kemampuan berpikir kritis siswa. Berbagai karya yang dipamerkan mencakup teknologi tepat guna, produk kuliner, kerajinan seni budaya, desain pakaian, hingga pembuatan parfum yang terinspirasi dari materi pelajaran sains.

“Jadi, apapun yang ditampilkan adalah hasil dari apa yang mereka pelajari. Ini menunjukkan bahwa siswa memahami pembelajaran secara utuh, tidak hanya menghafal,” tambah Dian.

Sejumlah karya yang dihasilkan siswa bahkan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha. Beberapa alumni disebut telah memanfaatkan hasil gelar karya sebagai langkah awal membangun bisnis, mulai dari kerajinan manik-manik hingga produk kuliner yang dikembangkan bersama keluarga.

“Karya-karya tersebut banyak dibeli saat dipamerkan di tempat umum. Pameran di tempat umum bertujuan memotivasi siswa untuk memperbaiki dan mengembangkan usaha,” ungkapnya.

Dian menegaskan bahwa salah satu tujuan utama sekolah adalah membekali lulusan dengan kemampuan berwirausaha dan menciptakan peluang usaha berbasis kreativitas serta pengetahuan yang mereka miliki.

“Mungkin ada sekolah yang mengadakan hal serupa, tetapi dengan tujuan berbeda. Contohnya, Sekolah Ciputra memiliki tujuan kewirausahaan yang jelas. Yang pasti, tujuan sekolah ini adalah menghasilkan lulusan yang mampu berwirausaha,” tegasnya.

Salah satu karya yang menarik perhatian pengunjung adalah alat pengukur tinggi badan tanpa kontak fisik yang dibuat oleh siswa bernama Made. Inovasi tersebut memanfaatkan sensor ultrasonik untuk menghasilkan pengukuran yang lebih praktis dan akurat.

Made mengungkapkan bahwa ide tersebut muncul setelah melihat alat pengukur tinggi badan di sekolah yang menurutnya masih kurang efisien dan mengharuskan adanya kontak fisik saat digunakan.

“Jadi saya membuat karya ini yaitu ingin membuat alat yang memberikan hasil akurat tanpa kontak fisik,” katanya.

Ia menjelaskan alat tersebut dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor ultrasonik HCS-R04, kabel jumper, baterai litium, serta tombol pengoperasian.

“Alat pengukur tinggi badan ini komponennya meliputi mikrokontroler ESP32 hingga sensor ultrasonik HCS-R04. Untuk menghubungkan komponen, digunakan kabel jumper. Untuk daya, digunakan baterai litium. Ada tombol untuk menyalakan alat,” terangnya.

Made mengaku membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk menyelesaikan proyek tersebut. Meski baru pertama kali membuat dan memamerkan karyanya, ia berharap alat tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut di masa mendatang.

“Alat Ini adalah karya saya pertama kali. Baru saya pamerkan, belum pernah ikut lomba sama sekali. Mungkin nanti coba ikut,” jelasnya.

Ia juga menilai pengalaman belajar di SMP Labschool Unesa 3 Surabaya telah memberikan banyak kesempatan untuk mengembangkan karakter dan kreativitas secara positif.

“Sekolah ini memberi tujuan pada pengembangan karakter. Kami berterima kasih kepada guru atau pembimbing yang selama ini mengajar. Dengan karya seperti ini, kami bisa berkreasi dengan positif,” ujarnya.

Share6SendTweet4
Previous Post

Security LRT Jabodebek Dibina, KAI Services Tingkatkan Profesionalisme Kerja

Next Post

Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat, Pemerintah Deportasi 25 Fotografer Ilegal

Next Post
Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat, Pemerintah Deportasi 25 Fotografer Ilegal

Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat, Pemerintah Deportasi 25 Fotografer Ilegal

Pertemuan Menteri Ekraf–Dubes Korsel Bahas Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus

Pertemuan Menteri Ekraf–Dubes Korsel Bahas Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

14 Juni 2026
BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

14 Juni 2026
Internet BAKTI Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Maratua

Internet BAKTI Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Maratua

14 Juni 2026
Kementerian Koperasi Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,34 Triliun

Kementerian Koperasi Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,34 Triliun

14 Juni 2026
TP PKK Bali Dorong Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting

TP PKK Bali Dorong Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting

13 Juni 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    629 shares
    Share 252 Tweet 157
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    384 shares
    Share 154 Tweet 96
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    351 shares
    Share 140 Tweet 88
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    356 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    347 shares
    Share 139 Tweet 87

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.