Tapanuli Selatan, Kabar SDGs – Upaya pemulihan psikologis bagi anak-anak penyitas bencana kembali dilakukan Relawan Gerakan Anak Negeri (GAN) melalui kegiatan trauma healing di posko darurat Kecamatan Batang Toru, Selasa (9/12/2025). Langkah ini menjadi bagian penting dari rangkaian misi kemanusiaan GAN, selain fokus utama mereka dalam pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
Kegiatan yang telah memasuki pelaksanaan keempat tersebut digelar di Posko Batu Hula, lokasi yang berada sangat dekat dengan desa paling terdampak, Huta Godang dan Garoga. Tim relawan yang dipimpin Dalim Nurdin kembali menghidupkan suasana ceria bagi anak-anak dengan berbagai permainan, mulai dari game singkat, tebak-tebakan, hingga membuat pohon harapan dari karton. “Di pohon harapan ini mereka mencurahkan semua isi hatinya, mulai dari cita-cita hingga harapan pasca bencana yang mereka alami,” ujar Dalim.
Menurutnya, trauma healing menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk kembali merasakan kebahagiaan dan menemukan kegiatan positif setelah melalui masa-masa sulit. Kesan mendalam justru datang dari ekspresi polos anak-anak yang kembali tersenyum. “Ketika mereka tersenyum, ketawa itu sebuah hal yang berkesan bagi saya dan juga bagi mereka pastinya,” katanya.
Melalui pendampingan psikososial ini, relawan GAN berharap mampu membantu memulihkan trauma anak-anak sekaligus menumbuhkan kembali harapan mereka untuk menatap masa depan yang lebih baik. Kegiatan tersebut menjadi pelengkap dari penguatan bantuan kemanusiaan yang dikirimkan Gerakan Anak Negeri bersama Pemerintah Kabupaten Bogor ke wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumut, Sumbar, dan Aceh. GAN sendiri dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam penanganan berbagai bencana nasional, mulai dari Tsunami Aceh, Nias, Sinabung, Merapi, Bantul, Pangandaran, Palu, Ambon, Semeru hingga Cianjur.












Discussion about this post