Jakarta, Kabar SDGs – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menegaskan bahwa perbaikan rumah tak layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah tidak akan melibatkan dana APBN, APBD, atau BUMN. Sebaliknya, hal ini akan dilakukan melalui kolaborasi antara masyarakat dan sektor swasta.
“Hari ini Yayasan Budha Tzu Chi bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia menginisiasi pembangunan rumah untuk warga Jakarta. Kami bisa membangun hunian tanpa melibatkan APBN, APBD, BUMN, atau BUMD. Mari kita wujudkan rumah rakyat secara transparan dan cepat, tanpa basa-basi,” ungkap Ara di Jakarta pada Selasa.
Menurutnya, berdasarkan semangat gotong royong yang diarahkan oleh Presiden Prabowo Subianto, proyek pembangunan rumah ini merupakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah langkah pertama dalam sejarah pemerintahan untuk berkolaborasi dengan pengusaha dan masyarakat yang mampu membangun tanpa dana dari APBN, APBD, BUMN, maupun BUMD.
Ara hadir dalam acara peluncuran Program Bebenah Kampung di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat pada Selasa, 15 April.
“Sesuai dengan arahan Presiden, dalam bekerja bukan individu yang hebat yang diutamakan, tetapi tim yang solid. Saya telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan beliau menyampaikan salam hormat. Semoga program ini bukan hanya merupakan awal, tetapi juga menjadi gerakan nasional untuk membangun rumah bagi masyarakat secara bersama,” tambahnya.
Kementerian PKP bekerja sama dengan Yayasan Budha Tzu Chi dan Kadin Indonesia untuk melakukan pembangunan dan renovasi rumah bagi warga kurang mampu di Kelurahan Johar Baru, Tanah Tinggi, Jakarta. Menteri PKP secara langsung hadir untuk meninjau hasil renovasi yang menjadi bagian dari Program 3 Juta Rumah.
Dengan antusiasme yang besar, Yayasan Budha Tzu Chi berencana merenovasi 1.500 rumah, KADIN berkontribusi 500 rumah, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menambah 200 rumah.
Yayasan Buddha Tzu Chi menjalankan Program Bebenah Kampung di DKI, dengan target 500 unit. Saat ini, mereka sedang melaksanakan proyek di Kecamatan Johar Baru dengan total 232 unit, yang dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama mencakup 148 rumah yang tersebar di Johar Baru (22 rumah), Tanah Tinggi (28 rumah), Galur (29 rumah), dan Kampung Rawa (69 rumah). Pada tahap kedua, 84 rumah lainnya akan dibangun, terdiri dari 12 rumah di Johar Baru, 31 rumah di Tanah Tinggi, 25 rumah di Galur, dan 16 rumah di Kampung Rawa.
Lebih lanjut, rencana pembangunan 10 unit rumah di Kelurahan Tanah Tinggi akan dimulai pada 14 April 2025, sedangkan 18 unit lainnya akan mulai dibangun pada awal Mei 2025.
Terakhir, rincian terkait Program Renovasi RTLH di Indonesia akan dilaksanakan oleh Kadin Indonesia, dengan target renovasi 500 unit rumah. Rencananya, 200 unit RTLH berada di Jakarta, 100 unit RTLH di Jawa Barat, 200 unit RTLH di Banten, serta masing-masing 50 unit RTLH di Bangka Belitung dan NTT.












Discussion about this post