Bali, Kabar SDGs – Penerbangan ke Australia kini lebih mudah dengan berbagai pilihan. Transnusa telah memperkenalkan layanan penerbangan dari Bali ke Perth, Australia. Selain itu, Indonesia AirAsia juga menjalankan rute dari Bali ke Darwin, setelah sebelumnya melayani jalur Bali – Perth dan Bali – Cairns, Queensland.
Setelah memulai dua rute domestik dari dan menuju Bali, Transnusa kini secara resmi terbang dari Bali ke Perth melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung. Jalur ke kota terbesar di Australia ini merupakan debut internasional bagi maskapai Transnusa.
Transnusa telah menjadwalkan penerbangan Bali – Perth sebanyak tiga kali dalam seminggu, yaitu pada hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Penerbangan perdana untuk rute internasional ini dilaksanakan oleh Transnusa pada Kamis, 20 Maret 2025. Pesawat Airbus A320 yang dioperasikan oleh Transnusa tiba di Bali pada pukul 18.30 Wita dengan membawa 114 penumpang dari Australia.
“Dengan kehadiran penerbangan internasional dari Transnusa, pengguna bandara kini memiliki lebih banyak pilihan untuk perjalanan luar negeri, yang tentu saja merupakan keuntungan lebih untuk layanan bandara,” ujar General Manager PT Angkasa Pura Indonesia di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Ahmad Syaugi Shahab dalam keterangan pers PT Angkasa Pura Indonesia pada hari Sabtu.
Dengan peluncuran rute baru dari Transnusa, kini ada lima maskapai yang melayani penerbangan ke Perth, di antaranya adalah Indonesia AirAsia, Citilink, Jet Star Airways, Batik Air, dan Batik Air Malaysia. Sebelumnya, Transnusa hanya mengoperasikan penerbangan domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan rute menuju Jakarta (Cengkareng) dan Manado.
Sementara itu, Indonesia AirAsia resmi memulai penerbangan dari Bali ke Darwin, Australia pada hari Sabtu. Rute Bali – Darwin menjadi keterhubungan ketiga yang dilayani oleh Indonesia AirAsia menuju Australia, setelah Perth dan Cairns. Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia AirAsia untuk memajukan sektor pariwisata dan ekonomi di kedua negara, Indonesia dan Australia.
Direktur Utama Indonesia AirAsia Veranita Yosephine Sinaga menjelaskan bahwa ada ikatan historis dan budaya yang kuat antara Bali dan Darwin. Bali merupakan tujuan populer bagi wisatawan yang berasal dari Australia, dan sebaliknya, banyak warga Indonesia yang ingin mengeksplorasi Australia, termasuk wilayah Australia Utara.
“Pembukaan rute ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kedatangan wisman ke Bali, yang juga berfungsi sebagai pusat yang terhubung dengan lebih dari 130 destinasi di Asia dan sekitarnya lewat jaringan Grup AirAsia,” ucap Veranita dalam pernyataan Indonesia AirAsia, pada hari Sabtu, 22 Maret 2025.
Menanggapi pembukaan rute Bali – Darwin, Menteri Pariwisata dan Perhotelan Northern Territory, Hon Marie-Clare Boothby, menyatakan bahwa penerbangan langsung tersebut tidak hanya memperkuat konektivitas antara Indonesia dan Australia Utara namun juga mengukuhkan hubungan sejarah, budaya, dan ekonomi di kedua daerah.
“Kami percaya bahwa rute ini akan meningkatkan kedatangan wisatawan, memperluas mobilitas bisnis, serta membuka peluang kolaborasi di berbagai bidang,” kata Menteri Boothby di Darwin pada hari Sabtu.
Penerbangan dari Bali ke Darwin berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada hari Sabtu pukul 11.40 Wita dan tiba di Bandara Internasional Darwin sekitar pukul 15.55 waktu setempat. Tingkat keterisian penumpang terlihat sangat memuaskan. Indonesia AirAsia akan mengoperasikan rute ini sebanyak tiga kali seminggu, yakni pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Saat ini, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah melayani sebanyak 23 rute dalam negeri dengan 12 maskapai, serta 38 rute internasional yang melibatkan 42 maskapai. Hingga Februari 2025, diperkirakan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan melayani total 3,6 juta penumpang. Pihak pengelola bandara menargetkan untuk menyediakan layanan bagi 24,6 juta penumpang pada tahun 2025.
Menurut Ahmad Syaugi, Australia menjadi negara dengan jumlah rute terbanyak yang dilayani di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dengan sembilan jalur penerbangan langsung menuju berbagai kota, termasuk Adelaide, Brisbane, Cairns, Canberra, Gold Coast, Darwin, Melbourne, Perth, dan Sydney.
Penambahan rute penerbangan internasional dari dan menuju kota-kota Australia lewat Bali diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi perkembangan sektor pariwisata di Australia dan Indonesia, khususnya di Bali, serta memperkuat hubungan konektivitas antara Indonesia dan Australia.












Discussion about this post