JAKARTA, KabarSDGs – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menggelar rapat koordinasi dalam upaya menangani sejumlah bencana alam yang hampir bersamaan terjadi di wilayah Sumatera Barat.
Tanggap dan sigap, BNPB segera merespons dengan mengirimkan tim bantuan ke daerah tersebut yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Utama sekaligus Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat (Dit. DSDD), yaitu Rustian, untuk mengkoordinasikan langkah-langkah darurat penanganan bencana.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan Gubernur Sumatera Barat, Walikota Padang, Bupati Padang Pariaman, serta Kepala Pelaksana dan Organisasi Perangkat Daerah yang wilayahnya terdampak.
Abdul Muhari, selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyatakan bahwa tim BNPB dan pihak-pihak terkait berdiskusi untuk menentukan langkah-langkah serta upaya yang dapat didukung oleh BNPB.
“Hasil dari rapat tersebut menunjukkan bahwa BNPB akan memberikan bantuan dana operasional dan dukungan logistik peralatan kepada pemerintah daerah yang terdampak bencana,” ujarnya dalam siaran tertulisnya.
Selain rapat koordinasi, tim BNPB juga melakukan peninjauan bersama dengan perwakilan pemerintah daerah ke dua wilayah terdampak, yaitu Desa Air Manis di Kota Padang dan wilayah Desa Lubuk Sekoci di Kabupaten Padang Pariaman. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mendapatkan gambaran aktual tentang kondisi di lokasi bencana.
Pada hari ini, Minggu (16/07/2023), tim BNPB dijadwalkan akan melakukan peninjauan lokasi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Pesisir Selatan.
“Tindakan ini dilakukan untuk lebih memahami dampak bencana di wilayah-wilayah tersebut dan memberikan bantuan yang tepat sasaran,” jelas Muhari.
Dengan koordinasi yang baik antara BNPB dan pemerintah daerah, diharapkan penanganan darurat bencana di Sumatera Barat dapat berjalan lebih efektif dan membantu masyarakat yang terdampak untuk pulih dari musibah yang menimpa mereka.
“Semoga langkah-langkah yang diambil oleh pihak terkait dapat membawa bantuan yang nyata bagi korban bencana,” pungkas Muhari.












Discussion about this post